
Kadang cinta itu seperti sepasang sepatu selalu bersama tapi tak bisa bersatu seperti salah satu lagu yang dipopulerkan oleh Tulus. Cinta itu juga takdir, sekeras apapun berusaha diperjuangkan jika bukan takdir tidak akan bisa bersama. Jika memang sudah begitu maka yang bisa dilakukan hanya berusaha ikhlas dan berbesar hati dan percaya bahwa tuhan mempunyai rencana yang lebih baik dari yang diinginkan.
Fero berlari begitu melihat biru keluar dari tempat kerjanya. Dia lelah jika harus terus berbohong akan perasaannya. Fero menahan tangan biru. Rasa rindunya begitu menggunung pada sosok yang masih sangat dicintainya. Tatapan terluka terlihat jelas dari matanya, dan fero tahu jika dialah orang yang telah membuat banyak luka pada biru.
Amarah biru langsung membuncah ketika melihat fero berada didepannya.
" lo mau apa lagi? Ucap biru marah pada fero
Fero tahu jika sampai saat ini biru masih marah padanya " aku mau jelasin semuanya.
" kasih alasan kenapa aku harus dengerin penjelasan dari kamu. Ucap biru sarkas
Apapun yang terjadi tekad fero sudah bulat, sekarang dia akan mengungkapkan tentang perasaannya pada biru " karena aku cinta kamu.
Biru sama sekali tidak percaya atas pengakuan dadakan fero
" heh, lo sadar gak apa yang lo omongin. Cinta? Omong kosong. Ucap biru menatap fero tajam kemudian beranjak pergi
Dengan sigap fero menahan tangan biru yang akan pergi dari hadapannya " kasih aku waktu .
Menyelesaikan masalah dengan kemarahan tidak akan menghasilkan hasil yang baik, bukannya memaafkan itu lebih baik dari pada menyimpan dendam yang tidak berkesudahan. Biru mencoba mengontrol emosinya dan memberi kesempatan pada fero untuk menjelaskan semuanya untuk terakhir kalinya. " baik.
Begitu mendengar satu kata dari biru fero langsung tersenyum lebar dan menggandeng tangan biru untuk duduk disalah satu kursi yang ada dipinggir jalan.
" bir, aku mau mintak maaf atas semua yang udah aku lakuin kekamu. Aku sudah banyak memberi luka untuk kamu, udah sering bikin kamu nangis atas ucapan kasar aku, terutama mengenai tuduhan aku keibu kamu. Aku bener-bener mintak maaf.
Hening tidak ada suara setelah fero mengatakan permintak maafannya pada biru.
Fero menatap biru yang fokus kedepan tanpa melihat kearahnya sedetik pun " aku mau kita mulai dari awal bir.
__ADS_1
Biru tersenyum miring mendengar apa yang diucapkan fero " lo itu udah gak waras fer, lo sendiri yang bilang kalo bapak gue
juga papa lo kan, jadi kita ini saudara .
" aku bukan anak kandung mama, dulu aku diadopsi mama dari panti asuhan saat berumur 2 tahun. Mama kesepian dirumah sendiri, karena papa memilih pergi. Ucap fero menceritakan dirinya pada biru.
Biru sedikit terkejut mendengar kebenaran tentang fero , tapi semuanya sudah terjadi biru tetap tidak akan memilih fero untuk menjadi pendamping hidupnya.
Fero menggenggam tangan biru lembut "kamu mau kan, mulai lagi dari awal. Aku janji akan memperbaiki semuanya.
Biru melepaskan tanggannya dari genggaman fero dan berusaha untuk tidak memperlihatkan airmata yang sedari tadi ditahannya agar tidak jatuh, biru tidak ingin terlihat lemah didepan fero.
" fero,,,
Awan keluar dari mobilnya dan heran melihat fero bersama biru. " kok disini? Ada urusan apa sama biru?
Fero menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bingung harus memberi alasan apa pada awan.
" kalian udah gak ada masalah lagi? Aku seneng banget kalian bisa akur lagi. Oh ya aku antar kamu pulang yah. Ucap awan tersenyum lembut pada biru. " oh iya fer, kebetulan banget kamu disini, aku sama biru mau ngasih tau kalo kita mau nikah. Aku harap kamu bisa bantu aku untuk mempersiapkan semuanya dan nanti aku jiga akan ngabarin nando. Tambah awan dengan senyum yang sama.
Begitu mendengar pengakuan awan, fero bingung harus bersikap seperti apa, jauh dihatinya ia merasa kecewa akan keputusan yang biru ambil. Apa yang ada dipikiran biru, apa dia sudah melupakan fero dari hatinya. " aku bahagia denger kabar ini, pasti aku akan bantu kamu. Ucap fero mencoba tersenyum, meski hatinya terasa sesak.
" ya udah, kita pamit dulu. Gue mau anterin biru, lo hati-hati dijalan salam buat nyokap dirumah. Kapan-kapan gue main kerumah lo. Ucap awan menepuk bahu fero kemudian pergi bersama biru.
Terlambat, semuanya sudah terlambat. Gak ada lagi harapan mereka bisa bersama. Karena cinta sudah berlabuh pada hati yang lain. Yang bisa fero lakukan saat ini hanya bisa menerima semuanya, berharap yang dia yang dicintainya akan bahagia bersama pilihannya. Dan mungkin ini adalah takdir terbaik yang diberikan tuhan padanya, atau balasan karena telah memberi banyak luka dan air mata pada biru.
***
Biru langsung turun dari mobil awan ketika sudah sampai didepan rumahnya.
__ADS_1
" makasih yah wan, udah nganterin aku. Ucap biru ketika awan sudah berada didepannya
" aku gak mau kamu buatin kopi atau teh gitu. Ucap awan menggoda biru
" kamu mau? Ya udah, yuk aku buatin.
Awan menarik tangan biru tiba-tiba.
" kita mau kemana? Tanya biru penasaran
" aku mau tunjukin sesuatu sama kamu. Jawab awan tersenyum pada biru yang masih terlihat kebingungan.
Begitu mereka sampai ditempat tujuan. Biru dikejutkan dengan begitu banyaknya lilin yang sengaja dibentuk love dengan satu tangkai mawar merah yang diletakkan ditengahnya. Pemandangan yang baru pertama kali dilihatnya secara nyata, karena selama ini ia hanya bisa melihat ini dalam sinetron yang sering ditayangkan dilayar kaca.
Awan meraih kedua tangan biru, sehingga membuat biru mengerakan badannya menghadap awan. Tatapan lembut awan membuat biru kembali teringat ketika mereka masih bersama dulu. Tatapan itu kini kembali, biru harap rasa cintanya juga cepat kembali pada awan yang akan menjadi suaminya nanti.
" aku mau kita sama -sama berusaha untuk menjalani pernikahan kita nanti. Meski mungkin akan sidikit sulit. Tapi, aku yakin perlahan pasti akan semakin membaik. Ucap awan lembut
" iya, aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuk kamu, aku mau kita untuk saling terbuka satu sama lain. Tidak ada kebohongan dan penghianatan. Karena aku ingin pernikahan ini menjadi pernikahan pertama dan terakhir aku. Aku akan berusaha untuk membuat kamu bahagia. Ucap biru membalas tatapan awan
Awan membawa biru dalam pelukannya. Awan berharap ini awal yang baik untuk kebahagian mereka. Sama-sama melupakan masa lalu dan menata masa depan mereka. "kamu suka sama semua ini. Tanya awan tanpa melepas pelukannya pada biru
" aku suka, tapi aku juga sedih. Ucap biru melepas pelukannya.
" kenapa? Tanya awan heran dengan kalimat terakhir biru.
" itu lihat lilinnya habis. Ucap biru sambil menunjuk beberapa lilin yang sudah padam.
Tangan awan mengacak rambut biru sembari tertawa mendengar jawaban absurd biru.
__ADS_1
***