
Satu bulan kemudian
Disebuah rumah sakit dengan kamar berwarna putih, wanita yang sama tetap berbaring tak berdaya diranjangnya.
Awan menyeret satu kursi dan duduk tepat disamping mamanya yang masih koma.
"ma, biru sudah menikah dengan orang yang tepat dan beruntung. " awan menarik napasnya pelan. " dan itu bukan awan tapi orang lain, maafin awan yang durhaka ini ma, awan mencoba ikhlas dengan semua ini. Sekarang awan hanya ingin mama cepet sadar dan kita pulang kerumah bersama. " ucapnya kemudian menggenggam tangan yang sudah mulai keriput itu.
***
Nichol benar-benar tidak main-main dengan ucapannya minggu lalu. Dirinya langsung memeprsiapkan semua kebutuhan resepsi pernikahan dalam waktu kurang satu minggu. Hebat bukan. Meski hanya memerlukan waktu yang sangat singkat untuk menyiapkan semuanya, sungguhnya tampak sangat sempurna dari mulai dekorasi, gedung, konsumsi dan semuanya telah siap sempurna.
Nichol tampak sangat bahagia ketika hari resepsi mereka, biru yang sekarang sudah menjadi istrinya terlihat sangat cantik dengan gaun panjang berwarna nude yang dipesanya dari desain terkenal dan alisha yang tampak menggemaskan mengenakan baju senada dengan biru dan mahkota bunga yang melingkar diatas kepalanya.
Kebahagian itu bukan hanya nichol yang merasakan, dari mulai teman, patner bisnis terutama umi dan abi yang tampak menitikkan air matanya haru melihat anak semata wayang mereka akhirnya telah menyempurnakan separuh agamanya.
Seminggu setelah acara itu, nichol memutuskan untuk membawa biru bersama alisha kerumah yang telah dibangunnya 1 tahun yang lalu, meski orangtuanya sempat keberatan tapi akhirnya memberi izin karena memang jarak rumahnya dan orangtua tak begitu jauh, jadi biru dan alisha masih bisa menyambangi mereka sesering mungkin.
Sebulan setelah pernikahan mereka, nichol merasa biru benar-benar sosok istri idaman pria, hatinya yang baik, sifatnya yang lembut dan juga mandiri menambah rasa cinta nichol tambah berkali-kali lipat. Setiap pagi sebelum adzan shubuh berkumandang biru sudah membangunkan nichol untuk bersiap melaksanakan shalat shubuh berjamaah dimasjid dekat rumah mereka. Sepulang dari masjid satu cangkir kopi hangat telah tersedia dimeja makan dengan satu piring camilan yang terus berganti setiap harinya, kadang kala donat, pisang goreng, risol, bakwan dan masih banyak lagi. Satu kelebihan jika sudah memiliki istri setiap pulang kerumah akan disambut dengan senyum tulus dan ucapan salam darinya, selalu mencium aroma masakan yang sudah tertata rapi dimeja makan. Seakan tidak merasa lelah dengan segala tugasnya, selagi nichol menyesap kopi hangatnya biru menyiapakan baju kerja nichol dan baju sekolah alisha sekaligus membangunkan alisha untuk bersiap sekolah.
Minggu pagi ini, seperti biasa nichol dan alisha akan menghabiskan waktu bersantai dirumah dan kadang sesekali mereka keluar untuk jalan-jalan. Seperti sekarang nichol menemani alisha bermain berbie diruang tengah, sebisa mungkin nichol menyeimbangi permainan putri kecilnya itu, berbeda dengan biru alisha adalah sosok anak yang banyak bicara dia selalu menyuarakan apa yang ingin dia ketahui. Bukannya marah atau lelah nichol malah senang dengan sifat aktif alisha.
" bunda...... "
Teriakan alisha membuat gunting kecil yang berada ditangan terjatuh tak tertolong. Matanya ikut tertuju pada tatapan alisha yang terlihat ingin menangis. Belum sempat nichol menanyakannya pada alisha, biru muncul dengan senyum ringan menghampiri alisha yang ingin menangis.
"kenapa sha? " tanya biru mensgusap lembut pucuk rambut alisha.
__ADS_1
Jari telunjuk alisha mengarah pada berbie malang yang berada ditangan nichol, berbie elsa yang sangat disukainya kini telah merubah model rambutnya tiba-tiba.
" ayah motong rambut berbie elsa alisha. Huahua...... Huahua.....
Nichol baru menyadari kesalahannya, mendengar aduan alisha hanya bisa nyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Biru menatap nichol yang terlihat serba salah berusaha menahan tawanya.
" alisha ayah minta maaf ya, ayah gak sengaja. "
Huahua.... Huahua...
Bujuk rayu nichol nyatanya tidak mempan bagi alisha bukannya diam, alisha malah semakin mengeraskan suaranya. Nichol menggendong alisha dan membisikkan sesuatu yang membuat alisha menghentikan tangisnya dan mencium pipi nichol sayang. Biru tampak heran apa yang dikatakan nichol pada alisha hingga membuatnya berhenti menangis. Setelah menghapus air mata putrinya, nichol menurunkan alisha dan membungkukan tubuhnya menyuruh alisha untuk naik, alisha dengan senang hati mengikuti perintah nichol. Nichol merangkak lambat dan memegangi tubuh mungil alisha agar tidak jatuh.
Biru kembali menuju dapur untuk menyelesaikan tugasnya. 20 menit kemudian biru kembali dengan 2 gelas susu coklat hangat dan pizza mozarella buatannya sendiri berjalan menghampiri suami dan alisha yang sedang tertawa saling menghujami gelitikan satu sama lain, hingga membuat alisha tertawa terpingkal-pingkal.
" wow pizza, alisha mau bunda. " pinta alisha berlari menuju kearah biru, jangan ditanya lagi alisha sangat menyukai makanan bundar satu ini, pizza dengan toping jamur, sosis, bawang bombai dan keju mozarella yang meleleh sangat disukai alisha.
Biru memberikan satu potong pizza yang sudah dinggin pada alisha, dan memberikan pada suami tercintanya yang baru saja datang menghampiri mereka.
" gimana mas? Enak? " tanya biru ketika melihat nichol yang sudah hampir menghabiskan satu potong pizza miliknya.
" enakkk banget."
Biru tersenyum mendengar jawaban dan kembali memberikan sepotong pada nichol, nichol menyuapakan pizzanya pada biru, meski biru sempat menolak akhirnya dengan sedikit paksaan biru menerima suapan nichol.
" bunda, alisha mau lagi. " pinta alisha yang baru saja masuk setelah berjalan-jalan ditaman belakang rumah sambil duduk diayunan yang disiapkan nichol. Begitu menerima kembali pizzanya alisha kembali berjalan menuju ayunan favoritenya.
__ADS_1
Nichol terus saja memandang wajah lembut biru sambil menikmati makanannya. Biru yang sadar akan tatapan nichol sontak salah tingkah.
" mas kenapa ngelihati aku kayak gitu. "
" kamu cantik. "
Biru menimpuk nichol dengan bantal kecil yang berada disofa kesal, sepertinya jiwa alay nichol telah kembali hingga gombalan receh itu keluar dari mulutnya. Nichol tertawa begitu melihat wajah biru yang memerah.
" receh banget gombalannya, baru sadar kalo istrinya ini cantik. " sewot biru berdiri berkacak pinggang hendak pergi kedapur.
Uhuk uhuk uhuk
Biru membalikan langkahnya menghampiri nichol yang tengah terbatu-batuk. Biru buru-buru menyodorkan air putih yang baru saja diambilnya tadi dengan wajah khawatir. Bukannya menerima gelas yang dipegang biru, nichol malah tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi khawatir istrinya, karena ternyata rencananya berhasil.
Biru sontak berdiri kesal kembali membawa gelasnya menuju dapur.
"mau kemana, sini dulu, mas mau ngoming serius. " ekspresi nichol telah berubah begitu cepat, yang tadinya tertawa kini terlihat serius. Dengan takut-takut biru kembali duduk disamping nichol dan meletakkan airnya diatas meja. Nichol menatap biru lekat dengan ekpresi yang sulit diartikan, tangannya terulur menyentuh pipi biru lembut. Biru merasakan jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.
" ada tepung dipipi kamu. "
Biru membelalakkan matanya untuk kesekian kalinya." modus. " ucapnga singkat
" gak papa, orang modusin istrinya sendiri. Jadi gak bakalan dosa, malah dapet pahala."ucapnya tersenyum jahil.
Hingga..
" ayah, alisha mau main basket. " teriak alisha yang baru saja kembali dari petualangannya sambil membawa bola.
__ADS_1
***