
Bulan kembali membuka tumpukan buku lamanya. Matanya tak sengaja melihat sebuah foto lama dirinya bersama dia sosok dimasa lalu.
Bima anggara menjadi nama pertama yang berada dalam hatinya. Saat itu bulan masih duduk dikelas satu sedangkan bima sudah duduk dikelas tiga dari sekolah yang berbeda.pertemuan mereka berawal ketika bulan duduk dihalte yang sendirian sedang menunggu jemputan pribadinya. Kerena hari sudah beranjak sore bulan pun akhirnya memutuskan untuk berjalan mencari angkutan lain. Bulan yang tidak mengerti arah jalanan pun memutuskan untuk duduk dikursi pinggir jalan , berharap akan ada orang baik yang menolongnya. Sudah hampir satu jam bulan hanya duduk." jika saja hari ini aku tidak melupakan handphoneku dimeja, aku pasti sudah pulang. Gerutu bulan kesal
Tiba-tiba saja ada sebuah mobil hitam berhenti tepat didepannya. Takut-takut jika itu orang jahat, bulan pun hendak berlari meninggalkan tempatnya. Belum juga kakinya bergerak, tangannya ditahan oleh orang yang baru saja keluar dari mobil.
"gue bukan orang jahat. Ucapnya
Bulan hanya menggelengkan kepalangnya dan berusaha melepaskan tangannya.
" gue tau lo, butuh bantuan. Gue bakal anterin lo kerumah. Ucapnya lagi meyakinkan bulan
Kerana ingin cepat-cepat sampai dirumahnya. Bulan akhirnya mau menghentikan pemberontakannya.
" kalo kamu jahat, bakal gue aduin sama papa. Kata bulan
" hah, percaya sama gue, gue cuman mau bantuin lo. Gue bima. Ucapnya memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangannya
Bulan tampak ragu membalas jabatan tangan bima. Tapi, karena tidak mau dianggap sombong akhirnya bulan pun membalasnya" gue bulan.
" ya udah yuk, aku anterin kerumah kamu. Ucap bima menggandeng tangan bulan
Selama didalam mobil, hanya ada keheningan diantara mereka. Hingga akhirnya bima memecah kecanggungan itu.
" lo tadi nyasar? Tanya bima
" nggak. Salah jalan aja. Jawab bulan ketus
" sama aja. Kata bima tertawa
" bedalah , trus kenapa kamu mau nolongin gue? Tanya bulan penasaran
" karena lo cantik. Jawab bima tersenyum
" apasih, nggak jelas banget lo. Ucap bulan kesal
" gue tadi ngelihat lo lagi kebingungan gitu, ya udah karena gue baik, Gue samperin deh. Takutnya nanti nangis dipinggir jalan sendirian.
" gue nggak pernah nangis tau. Ucap bulan mengelak
" masak? Itu diidung lo kok bolong. Ucap bima garing
" ya iyalah bolong. Kalo nggak bolong mau nafas lewat mana? Garing banget dah. Ucap bulan kesal
" hahaha. Judes banget lo, untung cantik.
Bulan yang kembali mendengar kata cantik dari bima langsung memutarkan bola matanya malas " dasar gombal.
__ADS_1
Sesampainya dirumah bulan melihat keduaorangtuanya akan masuk kedalam mobil. Buru-buru bulan turun dan memanggil mereka.
" mama....
" ya allah nak, dari mana aja kamu mama sama papa khawatir. Ucap mama sembari memeluk bulan erat
uhuk..uhuk
" kamu kenapa bulan, ada yang sakit. Kata mama khawatir melepas pelukannnya
" mama meluknya kekencengan. Ucap bulan tersenyum. Ia sangat bersyukur masih memiliki keduaorangtua yang selalu ada disampingnya, selalu mendukungnya dan amat sangat mencintai dan menyayanginya.
" ajak bulan masuk dong ma, kasihan dia pasti capek kan. Ucap papa kepada mama yang masih menangis
" ya udah yuk masuk sayang. Mama buatin kamu susu anget, biar nanti enakan.
" bentar deh ma, bulan mau ngucapin terimakasih sama yang nganterin bulan. Kata bulan berbalik badan mencari mobil bima, yang sudah tidak ada disana. " loh, kok udah nggak ada mobilnya. Kata bulan bingung
" mungkin dia udah pulang bul, nanti kalo kamu ketemu lagi kamu harus ucapin terima kasih sama dia, dan ajak dia main kerumah. Kata papa pada bulan
Setelah membersihkan diri Bulan menghampiri keduaorangtuanya yang sedang menonton tv.
" ini minum dulu susunya, mumpung masih anget. Kata mama menyerahkan segelas susu pada bulan.
"makasih ma. Kata bulan meminum susunya hingga tandas
" trus pak udinnya gimana pa? Tanya bulan khawatir
" ya allhamdulilah nggak papa.
" allhamdulilah deh kalo githu, besok biar bulan naik ojek online aja pa.
" nggak usah, biar papa anter. Tolak papa
" papa kan harus kerja, malah ngerepotin nanti. Bulan kan udah gede pa.
" ya udah, tapi kamu hati-hati. Pulang sekolah jangan kemana-mana. Langsung pulang. Kata papa menasehati
" siap bos. Ucap bulan hormat
" ya udah kamu istirahat sana. Besok kan harus sekolah. Kata mama
" iya. Ya udah bulan kekamar dulu ya. Selamat malam semuanya.
***
Bulan melihat handphonenya berulang kali, sudah hampir setengah jam ia memesan ojek onlinenya. Tapi, sampai sekarang belum juga muncul, tidak seperti biasanya. Mobil hitam yang menolongnya beberapa hari lalu kembali berada didepannya. Bima keluar yang masih menggunakan seragam sekolahnya berlari menghampiri bulan.
__ADS_1
" nunggu jemputan. Aku anterin yuk. Ucap bima setelah berada dihadapan bulan
Bulan yang masih tidak percaya dengan keberadaan bima didepannya hanya diam.
" malah bengong. Ucap bima heran
" hah.... Kamu ngomong apa? Tanya bulan gelagapan
" aku anterin kamu pulang. Ucap bima
" nggak usah, aku udah pesen ojek online. Kasihan abangnya kalo aku cancel.
" ya udah, kita tunggu sampek abangnya dateng. Ucap bima
" kamu pulang duluan aja, bentar lagi pasti dateng kok. Kata bulan tidak enak jika bima harus menunggunya.
Bima masih tetap duduk disamping bulan, tanpa mengindahkan perkataannya. Hingga sebuah sepeda motor yang pengemudinya menggunakan jaket ojek online berhenti didepan mereka.
" mba bulan yah? tanya abang ojek sambil membuka kaca helmnya.
" iya pak. Jawab bulan hendak menghampiri abang ojek
Bima menahan tangan bulan dan berjalan menghampiri abang ojek mendahului bulan
" bulannya bareng saya ya pak. Ucap bima pada abang ojek
Bulan yang mendengar ucapan bima, langsung mengahmpiri abang ojek dan naik kemotornya. " jalan aja pak, gak usah dengerin orang ini. Ucap bulan sinis.
" iya mba. Ucap abang ojek menjalankan motornya setelah sebelumnya memberikan helm pada bulan
" mba, saya mintak maaf loh, tadi itu ban saya kempes jadi nyari bengkel dulu buat ngisi angin. Jadi mbanya harus nunggu lama. Kata abang ojek ditengah perjalanan
" iya nggak papa kok bang. Ucap bulan tersenyum dibalik helmnya
" itu tadi pacarnya ya mba?
" bukan bang, temen aja. Kata bulan mengelak. Atas dasar apa abang inu mengatakan bahwa bima itu pacarnya
" soalnya mobilnya dari tadi ngikutin terus. Kata abang ojek
" udah bang, biarin aja. Orang nggak jelas dia mah.
" saya kira pacarnya mba. Habisnya mas tadi ganteng mba nya cantik, jadi cocok. Canda abang ojek tertawa
Bulan hanya tersenyum mendengar candaan abangnya, sesampainya didepan rumah bulan buru-buru turun dan membayar ongkosnya. Sebelum membuka gerbang rumahnya mata bulan melihat mobil bima berhenti didepannya.
" ngapain kesini, nggak jelas banget kamu. Kata bulan heran dengan bima yang hanya senyum nggak jelas menatap bulan
__ADS_1
***