Luka Biru

Luka Biru
31. Berhenti cinta


__ADS_3

"kamu bisa gak,  gak usah cari masalah sama hidup aku.  Udah cukup ibu kamu yang jadi perebut kebahagian orang lain. Ucap fero penuh penekanan.


Plak..


Tangan biru seketika menampar fero tanpa sadar , air matanya  seketika mengalir tanpa izin,  mendengar ucapan fero yang menuduh ibunya yang sudah tiada.  " kamu sadar gak,  dengan apa yang keluar dari mulut kamu. Kalo kamu benci sama aku,  jangan bawa ibu aku yang gak tau apa-apa. Teriak biru marah


Fero terkejut dengan tamparan biru yang mendarat keras dipipinya.


" aku salah fer,  mengira kamu beda dari yang lain.  Aku salah udah cinta sama kamu.  Tapi mulai detik ini aku janji gak akan ganggu hidup kamu lagi. Dan inget satu hal,  jangan pernah kamu menyalahkan ibu aku.  Ucap biru kemudian pergi meninggalkan fero


Fero menahan tangan biru dan tersenyum sumbang. " mungkin kamu gak tahu,  bahwa sebenernya , ibu kamu adalah orang yang udah ngerebut papa dari mama . Ucap fero tepat ditelinga biru dan pergi begitu saja.


Kantong yang berada ditangan biru jatuh begitu saja,  semua ucapan fero terus saja berputar dikepalanya. Apa benar yang dikatakan fero tentang ibunya, apa benar jika ibunya adalah perebut suami orang.


Biru terkejut ketika bahunya ditepuk pelan oleh seseorang.  Setelah menghapus air matanya dengan cepat biru menolehkan kepalanya melihat orang yang berada disampingnya. " awan..


"kamu nangis?  Kenapa?  Tanya awan ketika melihat matabdan hidung biru yang memerah


" kok kamu disini?  Bukannya...


" kamu kenapa nangis?  Tanya awan memotong ucapan biru.


Biru menampilkan senyum palsu untuk menutupi masalahnya. Tidak mungkin jika biru menceritakannya pada awan,  karena awan adalah teman dekat fero, biru tidak ingin hubungan mereka merenggang hanya gara-gara dirinya.


" aku gak papa,  ada masalah dikit tadi. Ucap biru cepat.  " kok kamu ada disini?  Bulan dimana? 


Awan menghembuskan nafasnya pelan


" bulan udah milih orang yang tepat.  Ucap awan tersenyum,  bohong jika dirinya tidak kecewa ketika mendengar keputusan bulan yang lebih memilih bersama bima.


" maksud kamu? 


" dia milih kak bima. Ucap awan mencoba kuat


Biru begitu terkejut mendengar penjelasan awan. Bulan salah jika meninggalkan awan yang sangat mencintainya.


"udah,   gak usah kaget gitu.  Pakek bengong lagi.  Nanti kalo ada ayam lewat terus masuk kemulut kamu.  Bisa panjang urusan. Ucap awan menutup mulut biru yang terbuka


Biru sontak memukul lengan awan dengan keras,  ketika mendengar ucapan awan.


" nyebelin banget.  Biarin aja kalo yang masuk ayam goreng,  kan enak.  Ucap biru sewot


" iya kalo ayam goreng.  Kalo ayam hidup gimana. Ucap awam tertawa


" udah ah,  males debat sama kamu.  Ucap biru pergi meninggalkan awan


" bir,  ada yang mau gue kasih.  Teriak awan menghampiri biru

__ADS_1


" apa?  Jawab biru ketus


" berhenti bentar dong bir,  judes amat lo udah kayak kak ros aja.


" bodo amat. Ucap biru masih tetap berjalan


Awan segera menarik tangan biru " bentar bir. 


" apa sih wan. Ucap biru kesal menatap awan jengkel


" barang kamu,  gak sayang mau dibuang.  Ucap awan mengakat kantong berisi belanjaan biru


Biru langsung mengambil alih belanjaannya dari tangan awan,  yang dilupakan begitu saja. " makasih.  Ucap biru berbalik melanjutkan langkahnya.


" aku anter pulang.  Ucap awan menyamakan langkahnya dengan biru


" gak usah udah deket.  Tolak biru


" gak ada penolakan.  Ucap awan terus berjalan mengikuti biru.


" mobil kamu gimana?  Tanya biru heran


" biarin aja,  gak bakal hilang.  Jawab awan santai


" ya udah.  Ucap biru acuh " kamu kapan nyampek?  Kok udah disini aja. Tanya biru penasaran


" kangen pala lo peyang,  kagak sama sekali. Ucap biru jujur


" bohong dikit kek.  Biar aku seneng.  Ucap awan berharap


"eh,  tapi kamu beneran gak papa? Tanya biru sedikit khawatir


" gak papa. Ucap awan bohong


" udah nyampek nih,  makasih ya.  Kamu pulangnya ati-ati.  Ucap biru setelah berada didepan rumahnya.


" iya,  aku pulang.  Pamit awan kemudian pergi


                                         ***


Fero mempercepat langkahnya ketika melihat awan yang sudah duduk disalah satu bangku cafe miliknya.


" apa kabar lo?  Kusut banget tu muka. Ucap fero setelah duduk disamping awan


" gue gak baik.  Nando mana?  Tanya awan,  karena sebelumnya ia juga memberitahu nando untuk bertemu.


" tadi gue jemput dia.  Tapi gak bisa kesini soalnya nyokapnya lagi sakit.  Dan dia mintak maaf sama lo. Jawab fero

__ADS_1


" tante sakit apa?  Tanya awan khawatir


" gak enak badan katanya.


Mendengar jawaban fero,  awan menganggukan kepalanya mengerti. " gak pesen,  gratis buat lo. Ucap awan sambil mencomot potato dimeja.


Fero langsung memanggil waiters ketika mendengar tawaran awan. " gue pesen apa aja,  tetep gratis kan


Awan kembali menganggukan kepalanya setuju.


Awan kembali teringat pertemuannya dengan biru tadi.


" gue tadi, abis ketemu biru.  Dia nangis dipinggir jalan dengan tatapan kosong. Kayaknya dia syok banget , waktu gue nanya katanya gak papa. Gue merasa bersalah banget udah pernah nyakitin dia. Ucap awan kemudian menghela nafasnya pelan. Wanita sebaik biru harus melewati kehidupan yang gak mudah sendirian. Dan selama kenal dengan biru awan tidak pernah melihat biru menangis kecuali saat dia mempermainkan perasaan biru. " lo tau gak dia kenapa?  Tanya awan


Fero yang mendengar pertanyaan awan tentang biru langsung salah tingkah,  karena sebenarnya orang yang membuat biru menangis adalah dirinya. " gue gak tau. Jawab fero acuh


Jawaban fero membuat awan penasaran dengan apa yang telah terjadi antara mereka. Karena yang awan tahu mereka cukup dekat selama ini.


" lo masih marah sama dia soal bulan kemaren?  Gue kan udah cerita sama lo,  kalo bulan pergi bukan karena biru,  tapi kemauan dia sendiri lebih milih kak bima daripada gue. Ucap awan menjelaskan lagi pada fero.


" bukan karena hal itu.  Ucap fero singkat


" terus,  karena apa?  Dia udah nolak cinta lo?  Tanya awan bermaksud bercanda


" gue gak pernah nembak dia.  Jawab fero penuh penekanan


" bukannya lo jatuh...


" stop bahas tentang dia awan.  Ucap fero emosi


" lo gak usah emosi dong fer,  gue nanya secara baik-baik. Ucap awan mencoba untuk menenangkan emosi fero


Fero menghembuskan nafasnya pelan,  agar emosinya mereda karena dia tidak ingin bermasalah dengan awan hanya gara-gara biru


" ibunya biru adalah orang yang udah ngerebut papa dari mama. Ucap fero nanar


Awan hanya diam mendengar ucapan fero tentang masalah orangtua mereka dimasa lalu. Dia bingung harus bersikap seperti apa nantinya pada biru.


" gue harap lo gak lagi bahas biru didepan gue. Ucap fero mengingatkan awan


Mereka sama-sama diam larut dalam fikiran masing-masing.


" lo cinta sama biru?  Tanya fero pada awan


Awan hanya diam tak menjawab pertanyaan tak mendasar fero.


                              ***

__ADS_1


__ADS_2