Luka Biru

Luka Biru
09. Bulan pergi


__ADS_3

"  bulan aku bisa jelasin semuanya. Teriak biru berharap bulan akan berhenti dan mendengarkan penjelasannya


Bulan berhenti dan berjalan kearah biru yang menangis.


"  nggak ada yang perlu dijelasin,  karna semua udah jelas kamu suka sama awan. Ucap bulan sarkas dan pergi.


                                     ***


Tiga hari berlalu setelah kejadian itu,  selama itu pula bulan tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Biru mencoba menghubungi nomor bulan tapi nihil tidak ada jawaban,  jika pergi kerumah bulan biru tidak enak hati dengan orangtuanya yang pasti sudah tau dengan apa yang terjadi. Tak jarang biru mendapat sindiran bahkan disalahkan atas sakit bulan dari teman-teman atau bahkan siswa dari kelas lain. Semua tentangnya selalu menjadi bahan gunjingan bagi mereka,  entah itu dikantin atau dikelas atau ditempat keramaian lain. Jika sudah lelah mendengar semua hal jelek tentang dirinya.  Biru akan berlari menuju atap sekolah.  Disana ia bisa berteriak dan menangis sekeras mungkin tanpa ada yang mendengar. Semuanya telah pergi,  keduaorangtuanya dan sahabatnya. Biru kini hanya sendiri , bertahan sendiri dalam beratnya kehidupan. Tidak ada lagi teman untuk bercerita tentang suka dan dukanya, tidak ada lagi teman yang akan berdebat dengannya. Beradu candaan garing bersama.


Biru sibuk memainkan pena yang ada ditangannya. Pikirannya kembali teringat tentang kenanganya bersama bulan. Biru menolehkan kepalanya kebelakang ketika mendengar suara yang sangat dirindukannya


" Bulan,  apa kabar?  Ucap biru mencoba bertanya pada bulan yang terlihat sedikit kurus


Bulan yang mendengar pertanyaan biru langsung memutar bola matanya malas. "apa peduli kamu?  Nggak sadar kamu udah buat aku sakit.  Sarkas biru pada bulan


Biru mengerutkan keningnya mendengar ucapan bulan " bul, kalo kamu masih salah paham aku bakalan jelasin semuanya.


" nggak ada yang perlu kamu jelasin.  Ucap bulan malas menatap bulan


" bul,  aku mintak maaf.  Aku janji bakal ngelakuin apa aja buat kamu.  Asal kamu nggak marah lagi sama aku.  Ucap biru tulus,  karena tidak mau kehilangan bulan.


" apa aja?  Tanya bulan tersenyum miring


Biru buru-buru menganggukan kepalanya sambil tersenyum lebar.


" ok,  mulai sekarang kamu jangan ganggu aku ataupun awan.  Dan kita,  bukan sahabat lagi.  Jadi,  aku mohon kamu jauh-jauh dari aku.  Ngerti!  Ucap bulan dan pergi meninggalkan biru yang masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan bulan. Jika bisa mengulang waktu,  biru ingin menarik ucapannya tentang mau melakukan apa pun.


Bulan berjalan membawa tasnya kemeja dina

__ADS_1


" kita tukeran meja ya din,  aku disini kamu disana.  Ucap bulan pada dina yang langsung dibalas dengan anggukan.


Biru menguatkan dirinya sendiri untuk tidak menangis, jika memang ini yang terbaik untuk bulan maka dia akan mencoba ikhlas menerima semuanya.  Mulai sekarang biru akan menjalani hidupnya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.  Karena jika mengharap pada manusia yang ada akan kecewa.


Suasana menjadi hening,  ketika kepala sekolah memasuki kelas . Jika sudah begini,  biasanya ada sesuatu hal penting yang diberitahukan.


" selamat pagi anak- anak. Sapa bu kepala sekolah


" pagi bu .... Jawab para siswa serempak


"  baiklah,  kedatangan ibu kekelas kalian,  hanya ingin mengingatkan dan memberitahu suatu hal yang penting. Satu bulan lagi kalian akan mulai melaksanakan ujian.  Jadi sangat penting bagi kalian untuk mempersiapkannya dengan baik . Dari materi dan mental, dan sampaikan kepada orangtua kalian untuk segera membayar biayanya. Sebelumnya ibu sudah mengadakan rapat dengan beberapa wali murid bulan kemarin. Tapi,  masih ada yang belum membayar. Jadi,  tolong sampaikan lagi kepada orangtua kalian untuk mengingatkan. Itu saja yang ibu sampaikan,  selamat belajar.  Ucap kepala sekolah mengakhiri pembicaraannya.


Biru menghela nafasnya panjang,  karena biru salah satu orang yang belum membayar biaya ujiannya.


                                     ***


" sayang,  lama banget. Ucap bulan menghambur dalam pelukan awan


" tadi ada urusan sedikit.  Maaf ya udah buat kamu nunggu.  Ucap awan membalas pelukan bulan


" ehm..  Ehm. Tenggorokan gue keselek tulang kodok nih gaes.  Teriak doni saat melihat awan sedang memeluk erat bulan.


" allhamdulilah.  Nggak sekalian aja keselek tulang kambing. Biar dunia tenang. Kata fero sewot


" serasa dunia milik mereka berdua ni. Kata nando meledek


Awan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum miring mendengar ocehan garing mereka.


" hai kalian.  Sapa bulan melambaikan tangan kearah geng monster

__ADS_1


" hai juga bulan.  Jawab mereka kompak


" Gimana kalo kita makan bareng, sebagai perkenalan aku ke kalian.  Karena kalian temennya awan jadi sekarang temen aku juga. Ucap bulan sembari tersenyum lebar


" gak usah lah yang.  Ngajak mereka nanti malu-malu in kamu. Kata awan menatap tajam teman-temannya


" udah gak papa, kalian mau kan?  Tanya bulan sekali lagi


" kamu yang traktir kan?  Tanya doni tanpa malu


" bayar sendiri woy.  Jawab awan kesal dengan doni


" iya,  aku yang traktir.  Yuk,  kita berangkat. Ajak bulan menggandeng tangan awan


" sorry banget ya,  aku nggak bisa ikut.  Ada janji sama nyokap.  Ucap fero memberi alasan


" kenapa?  Lo disuruh nganter arisan. Tebak nando paham


" hahaha....  Doni tertawa terpingkal mendengar tebakan nando yang ternyata benar,  karena tidak ada bantahan dari fero


" takut kartu kreditnya diambil mama ya. Kasihan deh,  jadi anak baik-baik ye.  Ucap doni mengejek sambil menepuk pelan pundak fero


"  gue duluan ya guys.  Ucap fero meninggalkan mereka dan mengabaikan doni yang masih saja tertawa


" ya udah, yuk berangkat.  Keburu sore . Ucap bulan melanjutkan jalannya


Diujung sana,  dibalik dinding biru menyenderkan punggungnya dan menghela nafasnya lelah. Niatnya tadi bergegas pulang tertahan,  ketika melihat bulan,  awan dan kawan-kawan berada dilorong tengah melempar candaan. Bohong jika biru tidak sakit melihat keberasamaan awan dan bulan, bohong jika biru bilang dia baik-baik saja saat ini,  meski ada setengah hatinya membenci awan tapi masih ada rasa cinta untuk awan. Karena dia orang pertama yang mengajarkan biru cara mencintai seseorang selain orangtua, orang pertama yang memberinya kebahagian setelah kepergian orangtuanya setelah bulan. Karena awan dan bulan memiliki peran berbeda dalam arti kebahagian biru.


                                          ***

__ADS_1


__ADS_2