Luka Biru

Luka Biru
47. Pertemuan


__ADS_3

Setelah lamaran dadakan dari nichol seminggu yang lalu,  2 hari yang lalu  nichol bersama keduaorangtuanya telah datang kerumahnya mengutarakan niatan baik mereka pada biru. Meski baru pertama kali bertemu biru sangat bersyukur mereka sangat menerima biru dan juga alisha. Mereka terlihat sangat menyayangi alisha terutama umi fatimah yang terus saja menggendong alisha.


Siang ini biru dan alisha berencana untuk pergi menonton bersama nichol disebuah mall terkenal dijakarta.


Nichol keluar dari mobil sambil tersenyum lebar menghampiri mereka.


" assalamualaikum alisha. " ucapnya menghampiri alisha yang tengah sibuk pada berbienya.


" waalaikumussalam ayah. " jawab alisha tersenyum lebar hingga membuat nichol tersenyum bahagia.


" yuk kita berangkat sekarang. " ajak nichol kemudian menggendong alisha dan membawanya masuk kemobil.


Selagi nichol membawa alisha,  biru mengunci pintu rumah dan kemudian berpamitan pada maya dan santi.


" assalamualaikum calon istri. " sapa nichol yang sudah berada dibelakang biru.


" waalaikumussalam. " jawab biru tersipu malu. " ya udah yuk,  kita berangkat. " ajak biru menghindar dari nichol.


Nichol yang melihat tingkah malu-malu dari calon istrinya membuatnya teramat bahagia.


***


Laki-laki berjas hitam dengan kacamata yang bertengger dihidung mancungnya berjalan menuju toko cake langgananya belakangan ini. Entah kenapa menurutnya rasa dari cake yang dibelinya terasa tidak asing bagi lidahnya.


Baru saja dirinya memasuki toko,  bau harum mentega menyeruak menari-nari diindra penciumannya. Sambutan ramah dari mba bername tag maya membuatnya menyunggingkan senyum yang selama ini jarang ia lakukan.


Meja biru muda dengan bunga mawar merah diatasnya,  membuatnya begitu tertarik untuk duduk disana,  sembari menikmati orang dan kendaraan yang sedang berlalu lalang.


" mas mau pesen apa?  " tanya maya menyodorkan selembaran menu pada pelanggannya.


" oh ya,  sebentar. " jawabnya kemudian mengambil selembaran menu dan melihatnya.


Setelah melihat 20 menu cake dan 10 minuman yang tersedia, ada satu nama cake yang membuatnya penasaran akan rasa dan bentuknya.


" saya pesen 1 cake chocolate devil dan 1 hot americano. " ucapnya menyerahkan menu pada maya sambil tersenyum sekilas.


" baik pak terimaksih,  mohon ditunggu sebentar. " ujar maya kemudian pergi.


Rintik hujan diluar sana mengingatkan laki-laki itu pada sosok wanita luar biasa yang dengan bodohnya telah dia sia-siakan,  yang dengan teganya ia tinggalkan demi wanita lain yang lebih dicintainya. Wanita yang belakangan ini kembali hadir dan terus hadir dalam pikirannya.


Tak jarang jika dalam hatinya ada rasa rindu pada tatapan lembut wanita itu dan  senyuman tulusnya . Bagaimana kabar tentangnya dan kabar malaikat kecil yang belum pernah ditemuinya.

__ADS_1


"  cake chocolate devil dan hot americano. silahkan dinikmati mas." ucap maya setelah setelah meletakkan pesanan dan kemudian berlalu dengan senyum yang terus merekah dibibirnya.


Senyumnya kembali terukir tatkala melihat cake chocalate devil pesanannya. Sungguh diluar ekspetasinya. Sungguh diluar dugaan.


Satu suapan telah masuk dalam mulutnya. Teksturnya yang lembut, rasa coklat yang pekat dengan manis yang pas bercampur menjadi satu dalam mulutnya.  Rasanya ambyar enaknya.


Suara lonceng,  menandakan bahwa ada pelanggan yang baru saja masuk.


" assalamualaikum mba maya dan mba santi. " ucap gadis kecil yang tampak tertawa bahagia menyapa dua pelayan toko.


Laki-laki itu kembali menyunggingkan senyumnya melihat sosok anak kecil yang sedang tertawa bahagia sambil menikmati ice cream yang berada ditangannya.


" loh kok alisha udah pulang? " tanya maya sedikit berjongkok mensejajarkan tingginya dengan alisha.


" iya,  soalnya ayah nichol ada urusan mendadak.  Jadi,  alisha sama bunda pulang dianter ayah nichol. " jawabnya sambil terus memakan ice creamnya.


Mungkin saat ini,  malaikat kecil yang sama sekali belum dilihatnya sudah sebesar anak yang sedang berada didepan sana.


" assalamualaikum mba. " ucap seorang wanita yang baru saja masuk sedikit berlari menghindari hujan yang sedang turun.


" waalaikumusslam bu. "


" bunda,  alisha mau makan cake chocolate devil boleh ya?  " tanyanya sambil mengerjapkan mata memohon dan terlihat sangat menggemaskan.


" nanti habis makan cakenya,  alisha langsung gosok gigi kok bun,  biar nggak sakit gigi.  Boleh ya bun? " rengeknya dengan muka memohon.


Hufftt..


Biru menghela nafasnya pelan,  jika sang putri sudah menunjukan wajah memohonnya,  maka biru pun tidak sanggup untuk menolak permintaan putri semata wayangnya.


" iya boleh,  tapi janji ya. Langsung gosok gigi habis makan chocalate devilnya. "


" siap bunda. " jawabnya semangat sambil mengangkat tangannya hormat.


" mba maya tolong ambilkan alisha cake chocolate devil dan susu strowberynya ya. Saya mau bikin cake dulu dibelakang,  ada pesanan dari teman lama saya. " ucap biru tersenyum kemudian berjalan kearah dapur.


Alisha tampak sangat bahagia menerima cake chocalate devil kesukaannya.


" mba maya,  tilong bawain cakenya kesana yah. " pinta alisha menunjuk kursi laki-laki yang tengah sibuk pada ponselnya.


" alisha, disitu lagi ada pelanggan sayang,  kita kemeja lain aja ya. " pinta maya dengan nada selembut mungkin

__ADS_1


Alisha membalikan tubuhnya dengan muka cemberut begitu mendengar permintaan maya.


Maya yang melihat alisha ngambek,  langsung bertindak cepat agar alisha tidak sampai menangis.


" ya udah yuk kita kesana,  tapi kita izin dulu ya sama om yang ada disana. " ujar maya kemudian berjalan bersama alisha menghampiri meja yang dimaksud.


" hai om. " sapa alisha yang sudah sampai dimeja sembari tersenyum lebar.


Sapaan yang terdengar lucu ditelinganya,  membuat laki-laki itu mengangkat pelan kepalanya melihat asal suara.


Senyumnya kembali terbit,  melihat sosok anak perempuan dengan pipu gembul dan mata bulat tengan menyapanya.


" iya, ada apa? " tanyanya selembut mungkin pada gadis kecil didepannya.


" alisha boleh nggak duduk disini bareng om ganteng? " tanyanya sembari mengerjapkan matanya gemas.


" boleh dong,  om juga seneng kalo alisha duduk disini bareng om. " jawabnya tersenyum.


Mendengar persetujuan dari om ganteng yang baru dikenalnya. Maya langsung meletakkan cake dan susu strawbery milik alisha kemudian pergi kebelakang untuk melayani pelanggan yang baru saja datang.


" om mau? " tanya alisha menawarkan cake chocolate devilnya .


Laki-laki itu menggelengkan kepalanya cepat " om juga lagi makan cake yang sama seperti alisha. " jawabnya sambil menunjukan piring pesannya yang masih tersisa satu potong.


Hatinya berdesir dan menjadi nyaman ketika bersama gadis kecil yang sedang berada didepannya. Rasanya seperti mereka sudah pernah bertemu dan sangat dekat.


" alisha suka coklat? " tanyanya pada alisha yang asyik menyeruput susu strawberynya.


" suka banget,  apalagi cake coklat buatan bunda. Alisha sukaaa banget. " jawabnya dengan ekspresi menggemaskan.


" oh ya. Om juga suka coklat sama kayak alisha. "


" kalo om suka coklat, om harus sering mampir kesini buat nyoabain cake coklat buatan bunda. " ujar alisha nyengir.


" pasti,  om akan sering kesini buat makan cake coklat sama ketemu kamu. " ucapnya meninpali ucapan alisha.


Biru yang baru keluar dari dapur,  menghampiri santi yang tengah berada dimeja kasir.


" mba santi, alisha kemana? " tanya biru yang sedari tadi mencari alisha.


" itu bu,  lagi makan chocolate disana. " jawan santi menunjuk kursi yang ditempati alisha.

__ADS_1


Biru merasa nafasnya seketika berhenti melihat sosok laki-laki yang tengah tertawa bersama alisha disana.


                                   ***


__ADS_2