Luka Biru

Luka Biru
24. Kecewa


__ADS_3

Pak andi menghampiri awan yang tengah berada didalam kamar untuk bersiap-siap.


"awan..


"iya pa . Ada apa?  Tanya awan pada sang papa sembari memasang dasinya


" kakak kamu nggak bisa dateng,  soalnya disana kuliahnya nggak bisa ditinggal. Dia mintak maaf sama kamu atas ketidakhadirannya dihari bahagia kamu.  Ucap papa


Awan balik badan mengahadap sang papa


" awan ngerti pa,  kak bima pasti sibuk.  Inikan baru tunangan bukan nikahan.  Nanti kalo awan nikah pasti kak bima dateng. Ucap awan menenangkan papa.


Papa lantas tersenyun mendengar ucapan awan. " semoga kamu selalu bahagia nak.  Ucap papa tulus


" aamin...  Ucap awan


" ya udah papa mau nemuin tamu didepan.  Kamu jangan lama-lama temen kamu udah pada nunggu didepan.  Ucap sang papa berlalu pergi.


Awan terus melihat jam yang melingkar ditanganya. Wajahnya terlihat panik mengkhawatirkan bulan yang belum sampai juga bersama keluarganya. Padahal seharusnya acara mereka sudah mulai dari sepuluh menit yang lalu. Awan segera mengakat ketika melihat nama pak broto dilayarnya.


" halo,  nak awan.  Maafkan bapak, bulan tidak ada dikamarnya.  Ucap pak broto disebrang


Awan yang mendengar ucapan pak broto yang mengabarkan bulan pergi langsung menghempaskan ponselnya dengan kuat sehingga membuat para tamu sedikit takut dengan perbuatannya. Fero dan nando yang menyadari bahwa awan tidak baik-baik saja langsung menghampiri awan yang berada diluar .


" kenapa?  Ada masalah?  Tanya fero


" bulan pergi...  Jawab awan lirih


                                          ***

__ADS_1


Biru merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan. Ia memutuskan duduk didepan untuk menunggu fero menjemputnya.  Meski sudah sejak seminggu yang lalu , setelah pertemuan terakhir dirumah fero.  Dan setelah itu fero sama sekali belum menghubunginya, memang tidak seperti biasanya fero bersikap seperti ini. Tapi biru bisa mengerti bahwa fero sedang sibuk dengan kuliahnya.  Sudah sejak dua jam yang lalu biru menunggu fero,  tapi selama itu juga biru tidak melihat kedatangannya.


Biru membuka ponselnya yang bergetar.  Nama yang selama ini dirindukannya untuk pertama kali mengirim pesan kepada biru.


Bulan


Kamu nggak mau dateng,  dihari bahagia aku.  Aku harap kamu akan dateng. 


Setelah membaca pesan dari bulan,  biru langsung memesan ojek online lewat ponselnya.  Butuh waktu sekitar satu jam untuk sampai ditempat acara. Biru bergegas membayar ongkosnya pada driver dan buru-buru masuk kedalam ruangan karena memang dia sudah sangat terlambat. Baru saja biru melangkahkan kakinya masuk kedalam yang ternyata masih sepi tamu, padahal seharusnya acara sudah dimulai.


Plak....


Biru merasakan sakit pada pipi sebelah kirinya. Matanya memanas ketika melihat orang yang menamparnya tak lain adalah awan yang penampilannya sudah sangat berantakan " bulan dimana?  Tanya awan menatap biru tajam.


Mendengar pertanyaan awan membuat biru bingung harus menjawab apa.  Karena memang dia tidak tahu keberadaan bulan. Bukannya dia ada disini. " aku nggak tau.  Ucap biru tegas menahan air matanya agar tidak luruh


" kamu pasti yang udah nyuruh bulan pergi kan?  Kamu gak suka sama pertunangan ini.  Iya?  Tanya awan dengan nada keras


" karena kamu adalah satu-satunya orang yang tidak menyukai bulan.  Ucap awan berusaha mengontrol emosinya.


Biru menggelengkan kepalanya tidak mempercayai perkataan awan yang menuduhnya.  " aku gak mungkin ngelakuin hal sekotor itu. Karena aku udah gak cinta lagi sama kamu.  Ucap biru membela diri


" udah wan,  kita cari bulan sekarang.  Ajak fero pada awan yang sedari tadi hanya diam melihat perlakuan awan pada biru.


" kamu percaya kan sama aku,  aku gak mungkin berbuat hal sejahat itu.  Ucap biru memandang fero, berharap fero akan mempercayai biru. Ada rindu yang biru rasakan saat melihat fero yang menghilang seminggu ini.


Fero yang mendapat tatapan biru memandang muak kearah biru.  Amarahnya yang seminggu ini dipendamnya seakan ingin dilampiaskan kepada wanita yang pernah berada dihatinya. Tapi,  fero berusaha mengontrol emosinya agar tidak lebih membuat biru dipermalukan.


Hati biru terasa sesak melihat tatapan muak fero padanya. " fer,  kamu  percaya kan sama aku?  Tanya biru memegang lengan fero

__ADS_1


Fero melepaskan paksa tangan biru dengan kasar " nggak akan ada yang percaya sama kamu.  Karena kamu adalah anak dari seorang perebut kebahagian orang lain. Ucap fero penuh penekanan tepat ditelinga biru dan  berlalu pergi mengikuti awan dan nando yang mendahuluinya.


Biru menggigit bibir bawahnya kuat,  dan menepuk dadanya yang terasa nyeri . Fero yang selama ini telah menyembuhkan lukanya,  ternyata sekarang membuka kembali luka yang belum sepenuhnya kering. Biru melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan yang tidak berpenghuni itu.  Ketika hatinya sudah mulai mencintai sosok fero,  kenapa fero malah menyakiti hatinya kembali. Apa maksudnya menyamakan dirinya dengan ibunya yang sudah tiada. Kenapa fero tiba-tiba berubah seperti ini. Dimana letak kesalahan yang biru lakukan.


                                    ***


Awan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,  dia sama sekali tidak mempedulikan hujan yang turun sangat deras dan tidak lagi memikirkan keselamatannya dan orang lain.  Tujuannya sekarang kerumah bulan dan mencari tahu keberadaan bulan.


Nando yang berada didalam mobil bersama awan dan fero berusaha untuk mengingatkan awan " kontrol emosi kamu wan,  jangan kayak gini.   Bukan hanya nyawa kamu dan orang lain yang menjadi taruhan keegoisan kamu. Ucap nando ysng duduk disamping kemudi


Awan sama sekali tidak mempedulikan ucapan nando. Amarah telah mengalahkan akal sehatnya. Sesampainya dirumah bulan,  awan melihat pak broto bersama keluarganya terlihat panik.


" nak awan...  Panggil pak broto ketika melihat awan bersama fero dan nando.


Dengan perasaan bersalah pak broto memeluk awan dengan erat. Beliau sama sekali tidak menyangka jika bulan akan pergi dihari pentingnya ini.  " bapak bener-bener minta maaf,  atas kelakuan bulan bulan.  Ucap pak broto


Awan membalas pelukan pak broto yang lebih terluka jika dibandingkan dengannya.


" kita akan cari bulan bareng-bareng pa.  Ucap awan menenagkan pak broto.


" sampaikan permintaan maaf pada orangtuamu,  bapak harap dia bisa mengerti dan memaafkan keluarga saya.  Ucap pak broto melepaskan pelukannya pada awan.


" papa sama mama pasti ngerti.  Papa tenang aja.  Ucap awan berusaha tersenyum


" ya udah,  awan pamit pulang.  Papa sama mama istirahat, besok kita cari bulan lagi. Assalamualaikum. Pamit awan menyalami pak broto diikuti oleh fero dan nando.


Fero merebut paksa kunci mobil dari awan,  jika membiarkan awan yang mengemudi hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi pada mereka" gue aja yang bawa. Lo duduk dibelakang,  tenangin diri lo.  Perintah fero yang dituruti awan tanpa membatah, karena awan saat ini sedang tidak ingin berdebat .


                                       ***

__ADS_1


                      


__ADS_2