Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 15


__ADS_3

"bibik apa saya boleh titip ini untuk mas alvin "sambil menyerahkan kado Tah apa isi nya karna sudah di bungkus rapi oleh pemilik nya .


"ini apa nona " tanya maid .


"ini bukan milik saya, dan saya ingin mengembalikan kepada orang asli nya tapi berhubung mas Alvin sedang bulan madu di sana jadi saya titip pada bibik " pesan Hana .


"kenapa harus bibik non " tanya maid , Hana tersenyum mendengar pertanyaan maid .


"bibik tau, hanya bibik yang mengerti keadaan saya , dan saya percaya jika bibik akan mengembalikan barang ini pada mas Alvin " beritahu hana.


Tes ...


"jangan sedih bik " Hana dengan reflek menghapus air mata yang sempat menetes di pipi yang sudah mulai keriput itu .


"bagaimana bibik tidak sedih jika nona akan pergi dari sini, bagaimana jika kita tidak bisa bertemu lagi " sedih maid , dia sudah menganggap Hana sebagai putrinya .


"jika bibik rindu, bibik bisa hubungi no saya " Hana menenangkan. maid Dian tak menjawab .

__ADS_1


"bibik, percaya lah suatu saat kita akan bertemu kembali " ucap Hana .


"bibik mau ikut ke manapun nona pergi " ucap maid mantap , Hana menggelang .


"tidak bik, jika bibik ikut saya bibik akan hidup sudah bersama saya , tapi .... " belum selesai Hana bicara sudah di potong oleh maid.


"bibik tidak masalah nona , asal bibik bersama nona , nona tau bukan jika bibik sudah menganggap nona sebagai putri bibik sendiri " ucap maid , Hana tersenyum mendengar , dia tau betul wanita paruh baya di hadapan nya ini tidak mempunyai seorang anak dan dia juga di tinggal kan karna tak memiliki keturunan bedanya dirinya di ceraikan sedangkan dia tidak .


"bibik , saya mohon tetap lah di sini dan jika suatu saat nanti saya bisa sukses saya akan datang menjemput bibik di sini " ucap Hana .


"aamiin, doa bibik selalu menyertai setiap langkah nona " doa maid .


"ayo bik kita ke depan " ajak Hana .


"sini bibik bantu nona " tawar maid , sebelum itu dia sudah menyimpan kado yang di titipkan padanya.


"tidak bik , biar Hana saja , ini berat " tolak Hana halus .

__ADS_1


"biarkan kali ini bibik membantu nona " maid tetap pada pendirian .


"baik lah ... " Hana pasrah, semangkin Kita melarang maka wanita paruh baya ini akan tetap pada pendirian nya .


"nyonya .... " panggil hana , saat melihat Riska yang duduk di ruang keluarga . merasa di panggil Riska mengalihkan intensi dan lihat menantu udik nya sudah siap dengan tas besar di dekatnya .


"jadi kau benar ingin pergi dari sini , keputusan yang tepat sekali " ucap Riska sinis . sudah ingin pergi saja masih di sakiti bagaimana jika dia masih di sini seberapa banyak luka yang akan dia dapat .


"maaf ini nyonya " Hana menyerahkan kartu yang pernah di berikan ayah mertuanya sebagai nafkah yang tak pernah suaminya berikan , berapa bulan lalu .


"tidak, aku tidak memerlukan itu ambil lah anggap saja itu sebagai harta Gono gini saat putra ku menceraikan mu " ucap Riska sombong .


"Terima kasih , tidak perlu nyonya, ini bukan milik saya , saya mohon ikhlaskan apapun yang sudah saya makanan di mansion ini yang sekarang sudah menjadi darah daging saya " mohon Hana .


"ya sudah ku iklaskan , bisakah kau cepat cepat pergi dari sini aku sudah muak dengan wajah mu "


BUGHH

__ADS_1


mohon kritik dan saran nya 🙏 dan jangan lupa jadikan favorit ♥️


__ADS_2