
"Apa yang kau rasakan Hana " tanya Karin.
"Kenapa aku ada di sini " bukan jawaban yang di dapat mereka, tapi pertanyaan.
"Nak apa kau tak mengingat apa yang terjadi " ucap Amelia.
"Anda siapa " ucap Hana.
Dave langsung memencet tombol yang ada di dinding, biar pun Karin sudah memeriksa nya tapi dia tidak yakin.
"Docter cepat periksa dia " ucap Dave, saat melihat docter Ragata datang.
"Hiks,,,,,,Hiks ,,,,,, " hancur sudah hati Amelia, dia mengerti ini saat pertama kali mereka bertemu tapi kenapa sikap nya berubah-ubah.
"Tante tenangkan diri mu, Hana pasti baik baik saja " ucap Karin.
"Bagaimana aku bisa tenang, jika dia tidak mengenal ku padahal aku sangat yakin jika dia putri ku selama ini " ucap Amelia sedih.
"Nona apa yang anda rasakan " tanya docter Ragata saat sudah selesai memeriksa Hana.
"Nona anda mendengar saya " tanya Ragata lagi, karna tak mendapat jawaban dari pertanyaan.
"Tidak, jangan lukai aku, jangan jangan mendekat " teriak Hana histeris.
"Tidak, siapa pun tolong aku " Hana histeris.
"Hana, Hey lihat aku, setelah sedikit tenang, Tidak ada yang berani menyakitimu kau bersama ku " ucap Karin langsung memeluk Hana.
Dave langsung menggantikan karin memeluk Amelia dengan erat.
"Nak apa yang terjadi " ucap Amelia sedih.
"Hiks,,,,, tidak jangan mendekat, Hiks,,,,, " ucap Hana pilu.
"Hana kau bersama ku kau tidak akan terluka " ucap Karin menenangkan.
"Mereka mendekat, TIDAK ,,,,TIDAK " teriak Hana.
"Docter Karin pegang erat tangan nya " ucap Ragata, ya tak ada pilihan dia harus memberi obat penenang.
"Mereka menyiksa ku, TO,,,, LONG ak,,,,,u " setelah docter Ragata menyuntik kan obat penenang, baru lah Hana tenang dan tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Hati-hati " ucap Amelia saat Karin ingin memperbaiki posisi baring Hana.
"Kenapa dia bisa begitu " Ucap Dave.
docter Ragata menarik nafas panjang dan hembuskan secara perlahan sebelum menjawab pertanyaan dari pria yang ada di hadapan nya.
"Tuan, sepertinya ini bukan hal biasa, saya sarankan nona di rujuk di rumah sakit pusat atau di rumah sakit Amerika " ucap docter Ragata.
"Maksud docter bukan hal biasa " tanya Dave.
"dari hasil lab yang sudah kita lihat nona sehat bahkan tak ada sakit apapun, tapi sekarang saya yakin jika memang ini sudah di rencanakan sebelum nya besar kemungkinan jika ini memang obat alami bahkan alat yang rumah sakit tidak bisa mendeteksi nya " jelas Ragata.
"Dan dari kesimpulan yang saya lihat, nona mengalami trauma yang dalam dan amnesia yang berkepanjangan "
"Tidak "
BUGHHHH
"Mama "
"Tante " teriak mereka.
"Tuan, letakan di sini " ucap karin, Dave langsung meletakan Amelia di kasur samping Hana, dan langsung memeriksa keadaan Amelia.
"Bagaimana keadaan mama saya " tanya Dave khawatir.
"Tidak ada yang perlu di khawatir kan tuan, fisik nyonya lemah dan mengalami kejadian sekarang dia sepertinya tertekan, saya akan berikan obat penenang biar nyonya istrirahat total " ucap docter Ragata.
"Lalu bagaimana dengan Hana ini " ucap Dave lagi.
"Tak ada pilihan lain tuan, di sana alat nya lebih lengkap tuan " ucap Ragata lagi.
"Baik lah lakukan semua nya, dan kapan kami bisa membawa nya " tanya Dave lagi.
"Saya akan mengurus surat rujukan nya tuan, secepat nya nona bisa di bawa di sana " ucap Ragata.
"Baik lah, terima kasih " ucap Dave lagi.
"Saya permisi tuan " pamit Ragata.
Tinggal Karin dan Dave yang ada di sana.
__ADS_1
"Ma, Dave mohon jangan seperti ini " ucap Dave .
"Maaf tuan, apa saya boleh ikut ke Amerika " ucap Karin.
"Maksud mu " ucap Dave bingung.
"Tuan, saya tidak mungkin membiarkan nya sendiri di sana ya walau anda kakak nya tapi sebelum Hana mengingat semua nya ada baik nya jika saya ada di sisi nya, setidak nya tunggu Hana mengingat semua nya saya akan kembali lagi k sini " ucap Karin.
Dave diam, dia masih mencerna ucapan demi ucapan yang di ucapkan Karin, otak nya buntu dia tak bisa berpikir dengan jernih.
"Tapi bagaimana dengan pekerjaan mu " ucap Dave.
"Saya akan mengundurkan diri dari rumah sakit ini " ucap Karin mantap.
"Semudah itu " ucap Dave tak percaya.
"Ya, karna saya sudah terlalu dengan dengan Hana, saya sudah menganggap nya seperti adik saya sendiri, saya mohon tuan izinkan saya ikut " mohon Karin lagi.
"Kau boleh ikut dengan kami, tapi ..... " belum selesai Dave bicara sudah di potong oleh Karin.
"Yesss, okey aku akan mengurus nya sekarang " bahkan Karin langsung lari keluar dari ruangan nya.
"Tunggu Hey " teriak Dave bahkan Karin tak merespon teriakan nya.
"What, apa-apa dia, dia pikir cari pekerjaan itu mudah " ucap Dave tak percaya.
Setelah kepergian karin, Dave langsung mengeluarkan ponsel nya yang kembali bergetar, saat dia melihat id penelpon Rangga .
"Oh my God, aku melupakan nya" ucap Rangga .
"Hello " jawab Dave.
"Selamat malam tuan, maaf saya mengganggu saya hanya bilang jika saya sudah berada di mansion utama " ucap Rangga di sebrang sana.
"Sepertinya saya tidak bisa pulang, tapi kau bisa ke rumah sakit sekarang " ucap Dave.
"Tentu tuan " ucap Rangga di sebrang sana.
"saya akan mengirim alamat nya " setelah itu sambungan telepon terputus, dan Dave langsung mengirim alamat rumah sakit.
Jangan lupa untuk mampir di karya saya yang lain, dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak nya 😉
__ADS_1