
"Kirim alamat mall nya " ucap Dave pada orang di sebrang sana, setelah di beritahu Dave langsung memutuskan Sambungan telpon.
Sedangkan dua orang wanita yang duduk saling berhadapan diam tak ada yang memulai bicara.
"Ada apa dengan wajah mu nak, apa kau sakit oh ya tuhan bukan kah kau yang di Vidio itu " ucap Amelia, saat mengingat Vidio yang viral.
"Tante ..... " ucapan Hana langsung di potong oleh Amelia.
"Tiara ini mama nak " ucap Amelia lagi.
"Maaf Tante nama saya Hana bukan Tiara " ucap Hana membenarkan.
"Tidak, kau Tiara Putri mama " ucap Amelia yakin.
"Tante maaf, emmm tapi nama saya Hana bukan Tiara " ucap Hana lagi.
"Tidak, kau Tiara ku " ucap Amelia histeris.
Bughhhh
"Nyonya "
"Nyonya bangun " ucap Hana panik, dan bertepatan dengan pintu ruangannya terbuka oleh seseorang.
"Tuan, mba saya minta maaf tidak bisa menghalangi nya " ucap Lia.
"Mama " teriak Dave, saat melihat Amelia pingsan di pangkuan Hana.
"Tuan bantu saya " ucap Hana panik, bahkan Hana nak memperdulikan apa yang di ucapkan Lia.
"Apa yang terjadi " ucap Dave panik.
"Saya tidak tau tuan, tiba-tiba saja nyonya pingsan " jelas Hana, Dave langsung memperbaiki posisi baring Amelia dengan benar di sofa ruangan Hana.
"Maaf jika merepotkan, tapi apa boleh jika saya panggil docter ke sini " ucap Dave minta izin bahkan dia tak lepas menatap wanita yang ada di hadapan nya.
"Tentu saja tuan silahkan, sambil menunggu saya ada minyak angin mungkin bisa membatu "Ucap Hana saat mengingat minyak angin yang selalu dia bawa.
"Terima kasih, maaf bisa tolong panggilkan docter lagi " ucap Dave sambil menerima minyak angin yang di berikan Hana.
"Baik tuan " Hana langsung menghubungi nomor seseorang.
__ADS_1
"Bagaimana " Tanya Dave, saat Hana sudah selesai menelpon seseorang.
"Dia menuju ke butik ini tuan " ucap Hana.
Sedangkan Karin yang sedang di rumah sakit saat melihat data pasien langsung menghentikan kegiatan saat ponsel nya berbunyi.
"Hana " ucap Karin saat melihat id penelepon, dan tak butuh lama Karin langsung menjawab panggilan.
"Hello Han, apa terjadi sesuatu " ucap Karin.
"Karin kau bisa ke butik sekarang " ucap Hana di sebrang sana.
"Memang nya apa yang terjadi di sana, apa kau baik-baik saja" tanya Karin khawatir.
"Aku baik-baik saja, tapi ada seorang wanita pingsan di butik " ucap Hana.
"Apa pingsan,,,, baik lah kau tunggu di sana aku ke sana sekarang " ucap Karin panik bahkan dia langsung memutuskan sambungan telepon.
"Docter Karin " Teriak suster yang membantu nya bertugas.
"Tolong minta gantikan aku, aku harus pergi " ucap Karin, langsung berlari.
"Mau pergi kemana docter Karin " tanya docter Ragata, yang kebetulan melihat Karin.
"Docter,,,, saya tidak tau pasti docter, tapi setelah docter Karin mendapat panggilan langsung pergi " jelas suster.
"Memang nya siapa yang menelepon docter Karin " tanya docter Ragata.
"Saya tidak tau docter, tapi kalau tidak salah dengar docter Karin menyebut pingsan " jelas suster lagi.
"Baik lah, jika docter karin kembali suruh ke ruangan saya " pesan docter Ragata.
"Baik docter "
Setelah memakan waktu 30 menit di perjalanan akhirnya Karin sampai di butik nya, tapi Karin menghentikan langkah nya saat melihat pria asing berada di sekitar butik nya.
"Siapa mereka " Karin membatin, dan melanjutkan langkah nya.
"Di mana Hana " tanya Karin, pada karyawan butik nya.
"Mbak Hana di ruangan nya Bu" jawab karyawan, Karin langsung menuju ruangan Hana.
__ADS_1
Ceklek
"Karin, akhirnya kau sampai " ucap Hana saat melihat Karin sahabat nya sampai.
"Apa kau seorang docter " tanya Dave datar.
"Benar tuan, saya yang di panggil hana ke sini " jelas Karin.
"Hana "
"Tolong periksa mama saya " ucap Dave langsung mundur ke belakang.
"Maaf permisi tuan " ucap Karin, dan langsung mengecek keadaan wanita paruh baya yang tak sadarkan diri.
"Apa perasaan ku saja atau memang benar " gumam Karin.
"Apa yang kau ucapkan barusan " tanya Dave.
"Siapa " tanya Hana.
"Tidak, bagaimana keadaan mama saya " tanya Dave.
"Dia hanya shock saja tuan, dan saya sarankan untuk tidak membuatnya memikirkan hal yang berat terlebih dahulu " ucap Karin.
"Syukur lah, aku kira penyakit mom kambuh " ucap Dave bersyukur.
"Ya ampun Hana, bukan kah sudah aku peringatkan jika wajah mu harus di beri salap biar tidak lebam" ucap Karin saat melihat wajah sahabatnya.
"Apa begitu jelas " ucap Hana.
"Tentu saja, dasar nenek lampir awas saja jika aku bertemu dengan nya akan ku cincang dia " ucap Karin marah, mendengar itu Dave langsung mengingat sesuatu.
"Maaf apa kau wanita di Vidio itu " tanya Dave, Hana dia tak menjawab pertanyaan dari Dave.
"Iya dia wanita yang ada di Vidio itu tuan" ucap Karin.
"Dave .... " Ucap Amelia lemah.
"Mama .... "
Mohon maaf jika bahasa Indonesia saya kurang baik 🙏🏻 tapi sebisa mungkin akan saya perbaiki 🙏🏻
__ADS_1