
setelah kepergian docter Karin, Ragata yang berada di ruangan menatap stempel darah milik seseorang yang tak dia ketahui siapa nama nya, tapi bisa dia pastikan jika ini sangat bearti bagi nya.
"sebagai docter pasti merasakan hal yang menjanggal dari keluhan yang di ucapkan docter Karin tadi " ucap Ragata.
setelah karin menemui docter Ragata, dia langsung kembali ke ruangannya.
"tunggu lima menit baru panggil pasien " ucap Karin berpesan pada suster yang membantunya.
"baik docter " ucap suster.
"aku berharap apa yang ku duga tidak salah, sepertinya ini memang di rencanakan " ucap Karin membatin.
****
sedangkan Hana yang berada di ruangan, setelah memahami pekerjaan nya Hana mulai beranjak dari duduk nya, ya tanpa Sengahja dia melihat costumer butik yang ramai, tanpa pikir panjang dia langsung membantu karyawan butik yang seperti nya kewalahan.
"bisa saya bantu nyonya " ucap Hana, saat sudah berada di samping wanita paruh baya.
"ah,,,,, iya apa kau karyawan di sini " tanya nya balik.
"iya benar nyonya, bisa saya bantu " ulang Hana.
"ini, menurut mu mana yang bagus untuk kado ulang tahun " tanya nya, dengan kedua tangan nya menenteng gaun yang beda warna, di kiri bewarna gold dan satunya warna silver.
"kalau menurut saya lebih cantik warna gold nyonya " ucap Hana.
"emb,,,,,, ya kau benar, gold lebih cantik dari pada silver , baik lah saya ambil ini dan silver sekalian " ucap nya.
"ingin yang lain nyonya " tanya Hana dengan sopan.
__ADS_1
"tidak ini saja, di mana kasir nya " tanya nya.
"di sana nyonya, sini saya bantu membawa nya ke kasir nyonya " ucap Hana menawarkan.
"tak hanya cantik kau juga sangat sopan " kagum nya, Hana hanya merespon ucapan wanita paruh baya itu dengan senyum termanis yang dia punya.
"selamat siang nyonya, ada yang lain nyonya " ucap kasir.
"siang, tidak, ini saja " ucap nya.
"baik lah, total nya 50 juta " ucap kasir, setelah menghitung harga dua gaun yang di beli.
"pakai kartu ini, dan tolong kantong nya di pisah ya mbak" pesan nya.
"baik nyonya, terima kasih sudah berbelanja di butik kami " ucap kasir lagi. wanita paruh baya Hana tersenyum mendengar ucapan kasir dan dia langsung mengitari sekitar mencari seseorang dan ya ketemu.
"nyonya memanggil saya " tanya Hana, saat melihat di sekitar nya jauh dari costumer.
"iya kau, siapa lagi " ucap nya.
"bisa saya bantu nyonya " tanya Hana.
"ini untuk mu " ucap nya sambil menyerahkan salah satu kantong yang dia bawa.
"saya " ucap Hana bingung.
"iya, anggap saja jika ini tanda terima kasih saya sudah memilihkan gaun untuk anak sahabat saya " ucap nya lagi.
"itu sudah menjadi tugas kami nyonya, tapi maaf saya tidak bisa menerima nya " tolak Hana dengan halus.
__ADS_1
"jika kau tidak menerima karna sudah membantu saya, tidak apa, tapi saya beri ini sebagai hadiah pertemuan kita yang ke dua kali nya, apa kau masih mengingat ku nak " ucap nya lagi.
"nyonya yang membantu saya waktu itu bukan " tebak Hana.
"ya benar, ternyata kau mengingat ku nak " ucap nya tersenyum.
"tentu saya mengingat nya nyonya, nyonya sudah membantu saya tapi saya tidak menyangka jika bertemu di sini " ucap Hana.
"saya juga tidak menyangka, jadi ambil lah ini " paksa nya lagi.
"ma ...... "
"nyonya " ucap seseorang, merasa di panggil dia langsung memandang asal suara dan di sana sudah ada bodyguard.
"saya harus pergi, ambil lah semoga kita bertemu kembali " setelah menyelesaikan ucapannya dia langsung pergi tanpa mendengar ucapan Hana.
"terima kasih nyonya, semoga tuhan yang membalas nya " ucap Hana pelan sambil memandang wanita paruh baya yang sudah menjauh dari sekitaran butik.
"penampilannya sangat berbeda dari pertama kali bertemu dengan nya " ucap Hana sendiri.
"lihat lah baru pertama kerja sudah mendapat kan hadiah dari costumer " ucap Karyaman butik.
"iya kau benar, dari awal ibu Karin membawa dia kemari aku sudah tak menyukai nya " ucap yang lain.
"seperti nya "
maaf jika masih banyak kata yang typo , mohon masukan dan saran 🙏🙏
__ADS_1