Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 76


__ADS_3

" Maksud mama " ucap Karin.


"Maaf Hana telat " ucap Hana.


"Tidak masalah, ayo kita mulai sarapan nya " ucap Amelia.


"Karin ada apa dengan wajah mu " ucap Hana.


"Tidak, sudah makan lah dokter sebentar lagi akan sampai " ucap Karin.


Amelia tersenyum melihat dokter cantik yang ada di samping nya, jelas kenapa wajahnya berubah karna pertanyaan nya tidak di jawab oleh nya.


"Kalian tak mengajak ku sarapan " ucap seseorang yang menyeret koper nya.


"Kapan kau kembali nak " ucap Amelia.


"Tuan " sambut mereka .


"Bawa koper ku ke dalam " perintah Dave.


"Sini duduk lah " ucap Amelia.


Sarapan pagi berjalan dengan hikmat, tidak ada yang bicara selain bunyi dentingan sendok dan garpu.


"Nak apa ada masalah " tanya Amelia, saat mereka sudah selesai sarapan.


"Tidak ada ma, hanya rindu saja " ucap Dave.


"Permisi tuan nyonya, dokter nya sudah sampai " ucap maid yang menghampiri mereka.


"Suruh dia masuk " ucap Amelia.


"Selamat pagi nyonya, tuan " ucap dokter.


"Pagi " jawab mereka serempak.


"Bisa langsung kita mulai nona " ucap dokter lagi .


"Tentu saja " ucap Hana langsung bangkit dari duduk nya.


"Karin " panggil Dave.


"Saya tuan " ucap Karin.


"Tolong berikan ini pada Tiara " ucap Dave .


"Baik tuan " ucap Karin, tanpa bertanya lagi Karin langsung pergi ke dapur membuat obat racikan tradisional yang Dave berikan pada nya.


Seperti biasa di dalam ruangan semua sudah lengkap.


"Hana minum lah " ucap Karin menyerahkan segelas air dan tanpa bertanya lagi Hana langsung meneguk habis air yang Karin pada nya.


"Baiklah nona bisa kita mulai " ucap dokter, Hana hanya merespon dengan anggukan kelapa.


"Tarik nafas dan hembuskan secara perlahan lakukan selama tiga kali " instruksi dokter.


"Dan anggap saja kau berada di suatu tempat yang membuat mu bahagia " ucap dokter lagi.


"Bisa kau ceritakan hal apa yang membuat mu tersenyum " ucap dokter.


"Kami pergi liburan ke pantai, di sana aku bermain kejar-kejaran bersama seorang pria " ucap Hana.


"Siapa kau memanggilnya " ucap dokter lagi.


"Kakak, dia menangkap ku dan saat itu ibu dan ayah memanggil kami untuk makan " ucap Hana lagi.

__ADS_1


"Kau dekat dengan keluarga mu " tanya dokter.


"Sangat dekat tapi .... " Hana menjeda ucapan nya.


"Tapi apa " ucap dokter lagi.


"Semua hilang saat aku terpisah dengan kedua orang tua ku " ucap Hana sedih.


"Bagaimana kau bisa berpisah dengan mereka " tanya dokter lagi.


"Kecelakaan " ucap Hana dengan nafas yang memburu bahkan di pelipisnya banyak mengeluarkan keringat.


"Aku tidak tahu berada di mana tapi mereka selalu menyiksaku, dan selalu menyiksa teman ku bahkan mereka akan membunuh ibu panti karna aku tidak minum air yang mereka berikan demi mereka aku minum air yang rasa nya sangat pahit setiap hari " ucap Hana semakin gelisah.


"Kau tau siapa yang melakukan itu " ucap dokter lagi.


"Tidak " ucap Hana menggeleng.


setelah menghabiskan waktu sekitar 30 menit lama nya, dokter menyudahi semua nya.


"Cukup buka kembali mata mu " ucap dokter.


"Minum lah " ucap Karin lagi, dan masih air yang sama Karin berikan lada Hana.


"Karin " ucap Hana .


"Aku ada di sini " ucap Karin menenangkan, dia mengerti bayangan demi bayangan sudah mulai terputar seperti kaset di kepala sahabat nya.


"Mereka menyakiti ku " ucap Hana sedih.


"Sekarang tidak akan terjadi Han, kau sudah aman bersama kami " ucap Karin lagi.


"Kau perlu istirahat, ayo aku teman kan ke kamar mu " ucap Karin.


Sedangkan Amelia dan putra nya yang berada di ruang keluarga menunggu dengan harap cemas selama perawatan Hana berlangsung.


"Semua akan baik-baik saja ma " ucap Dave lagi .


"Bagaimana jika dia tidak mengingat kita " ucap Amelia sedih.


"Percayalah ma, adik kita kuat " ucap Dave lagi.


"Tuan nyonya " ucap dokter.


Amelia dengan cepat menghapus air mata nya yang sempat menetes di pipi nya.


" Bagaimana " ucap Amelia.


Dokter cantik tersenyum, sebelum menjawab pertanyaan dari wanita cantik di hadapan nya.


"Ini " dokter cantik malah menyerahkan Vidio mereka waktu di dalam ruangan tadi.


"Apa ini berarti tanda-tanda dia akan mengingat kembali " ucap Amelia.


"Besar kemungkinan nyonya " ucap dokter lagi.


"Dave " Amelia langsung berhambur ke dalam pelukan putra nya.


"Iya ma, kita akan berkumpul lagi dengan ratu kecil di mansion kita " ucap Dave bahagia.


*****


Sedangkan mereka yang berada di Jakarta, khusus nya di mansion PRAYITNO mereka sudah berkumpul di ruang keluarga menunggu kedatangan menantunya yang tak kunjung datang .


"Kenapa Maya lama sekali, bukan nya dia hanya pergi ke kantor SWITH saja " ucap Riska .

__ADS_1


"Entahlah, Alvin juga sudah menelepon nya tapi ponsel nya tidak aktif " ucap Alvin cemas.


"Mungkin dia kehabisan baterai " ucap Winata tenang.


"Dad, menantu mu belum pulang kenapa kau tenang saja " ucap Riska kesal.


"Lalu dad harus bagaimana " ucap Winata lagi.


"Ya setidak nya dad tidak acuh seperti ini lah " ucap Riska.


"Mom, dad kenapa kalian berdebat semua tidak akan terselesaikan " ucap Alvin lagi.


"Aku pulang " teriak seseorang.


"Maya " teriak Alvin langsung menghampiri istrinya.


"Menantuku " ucap Riska .


"Duduk lah " ucap Alvin.


"Bibi, ambilkan air minum " teriak riska.


"Sayang kenapa kau lama sekali dan kenapa kau tak menjawab panggilan ku " ucap Alvin.


"Mas, Maya kehabisan baterai dan saat di sana Maya di larang menggunakan ponsel " ucap Maya lemah.


"Apa kau sudah makan " ucap Alvin, Maya menggeleng.


"Sekarang sudah lewat, ya ampun " ucap Riska .


"Siapkan makan untuk menantuku " ucap Riska, saat maid datang membawakan air yang di minta Riska.


"Baik nyonya " patuh maid .


"Sayang kenapa kau lama sekali, bukan nya kau bilang hanya ingin tanda tangan kontrak " tanya Riska.


"Tadi nya iya mom, tapi ternyata Maya langsung pergi ke tempat pemotretan " ucap Maya.


"Sampai selama ini " ucap Riska.


"Maya harus piket mom " ucap Maya kesal.


"Apa piket " teriak riska .


"Iya, itu memang peraturan model yang baru gabung harus piket selama seminggu " ucap Maya kesal.


Bagaimana dia tidak kesal, tempat pemotretan yang harus dia bersihkan bukan lah kecil tapi sangat besar.


Dari dia kecil dia tidak pernah menyentuh yang nama nya sapu dan pel tapi sekarang menyentuh yang nama nya sapu dan pel.


"Memang nya siapa dia berani-beraninya menyuruh menantu ku seperti babu " kesal Riska.


"Sudah lah sayang, kau mundurkan diri saja dari sana " ucap Alvin.


"Tapi semua nya sudah terlambat mas, aku sudah menanda tangani kontrak nya " ucap Maya lemah.


"Kan kau bisa membayar denda " ucap Riska lagi.


"Memang nya aku mampu, jika aku mampu aku juga tidak ingin berada di sana " ucap Maya .


"Memang nya berapa, biar mom yang bayar " ucap Riska.


"Mom " ucap Winata tidak rela.


"300 TRILIUN " ucap Maya.

__ADS_1


"APA "


Maaf atas telat nya update hari ini 🙏🏻 jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain 🙏😍


__ADS_2