
"aku pernah mencobanya tapi ibu panti tak menjawab " ucap Hana, mendengar itu Karin langsung menghentikan acara makan nya.
"maksud mu bagaimana Han, ibu panti tak menjawab " ucap Karin bingung.
"iya, entah lah Karin aku juga tak mengerti akan hal itu mungkin beliau tak ingin membuat ku bersedih " ucap Hana berpikir positif.
"tapi Hana apa kau tak merasa ada kejanggalan " ucap Karin lagi.
"entah lah Karin, setiap aku mengingat semua tentang kedua orang tua ku kepala ku selalu merasa pusing " beritahu hana.
"apa sudah lama kau merasa sakit kepala jika mengingat itu semua itu " tanya Karin lagi.
"iya, setiap aku memaksakan berpikir maka aku akan merasakan sakit yang teramat " ucap Karin .
"ayo ikut aku " ajak Karin, langsung menarik tangan Hana masuk ke kamar.
"kau tunggu di sini sebentar " ucap Karin, langsung pergi ke luar.
"Karin kau ingin pergi ke mana " teriak Hana saat melihat sahabat nya langsung pergi, tapi tak lama setelah kepergian nya Karin datang kembali dengan tas di tangannya bisa di tebak jika itu peralatan kesehatan.
"siapa yang sakit kar " tanya Hana bingung.
"tidak aku hanya mengecek diri mu saja, biar aku bisa pastikan kau bisa ke butik ku besok " kilah nya, Hana hanya menurut saja dan membiarkan Karin melakukan tugas nya.
__ADS_1
"Karin untuk apa kau ambil stempel darah " tanya Hana bingung.
"aku harus pastikan sesuatu Han, sudah kau sudah sehat jadi besok kau boleh ke butik ku " ucap Karin lagi.
"benarkah " ucap Hana bahagia.
"iya, jadi jangan lupa untuk terus masakan menu baru untuk ku dan jika kau tidak punya bahan nya kita bisa ke supermarket terdekat " ucap Karin lagi.
"tidak perlu karin, bahan masakan ku masih ada di kulkas " beritahu hana.
"baik lah, tapi jika sudah menipis jangan lupa untuk beritahu aku, aku akan siap menemani mu belanja " ucap Karin lagi.
"tidak perlu karin, kau pasti sibuk bukan " ucap Hana lagi.
"jadi kapan kau akan belanja " tanya Karin lagi.
"akhir pekan " ucap Hana.
"ok fiks, aku akan menjemputmu pagi pagi sekali "
****
sedangkan keluarga yang sedang di ujung sana, tak henti hentinya mereka mengumumkan atas kehamilan menantunya, bahagia ya itu yang mereka rasakan saat ini.
__ADS_1
"iya jeng, akhirnya aku akan mempunyai cucu juga " ucap wanita paruh baya, pada orang di sebrang sana.
"................"
"sudah dulu ya jeng, nanti aku telpon lagi " ucap nya, dan sambungan terputus.
"sayang kenapa kau turun, jika perlu sesuatu kan bisa panggil bibi " ucap nya langsung menghampiri menantunya yang menuruni anak tangga.
"Maya bosen mom, di atas seorang diri " beritahunya.
"sendiri, dimana suamimu " tanya nya.
"mas Ardian ada di ruang kerja, dia bilang ada pekerjaan yang harus dia selesaikan " beritahu Maya.
"mom sudah pesan jangan sampai meninggalkan mu seorang diri tapi masih saja " ucap nya kesal.
"sudah lah mom, Maya juga tidak apa " ucap Maya menenangkan.
"beruntung nya mommy mempunyai menantu sebaik kamu, mana cantik, terkenal, berkelas lagi " bangga nya.
"ah mommy biasa saja mujinya, maya kan jadi malu " ucap Maya tersipu.
"benar Lo sayang, kali ini Ardi baru benar memilih wanita tidak seperti sebelumnya "
__ADS_1
maaf jika masih banyak kata yang typo, mohon masukan dan saran nya 🙏 jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain 🙏🥰