
"Hana ayo kita pergi, di sini panas mungkin ada IBL*S di sekitar kita " ucap Karin langsung menyambar tangan Hana untung pergi, tapi baru beberapa langkah mereka langsung menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan seseorang.
"Maksud mu siapa yang IBL*S di sini, HAAAAA "
"INGAT ANAK MUDA, JIKA KAU MASIH INGIN MENGHIRUP UDARA SEGAR MAKA BERLUTUT LAH DI KAKI KU " ancam Riska.
"Karin sudah lah " ucap Hana sambil menahan tangan sahabatnya yang sudah menggenggam jari-jari tangannya.
Tanpa mendengarkan apa yang di katakan sahabatnya, Karin langsung berbalik badan melangkah dengan percaya diri tepat di hadapan Riska dia menghentikan langkahnya.
"Nyonya saya takut dengan ancaman anda " ucap Karin dramatis.
"Tapi sayang kau bukan siapa-siapa ku, bahkan hidupku tak ada urusan mu dengan mu jika kau ingin melanjutkan ini ke jalur hukum l'm fine bahkan itu yang aku tunggu, ingat nyonya semua yang kau pakai aku bisa membelinya bahkan diri mu juga bisa aku beli " ucap Karin santai, bahkan wajah Riska sudah merah padam mendengar ucapan wanita yang tak dia ketahui nama Nya.
"KAU ....... " Geram nya.
"Apa ...... " bukan nya takut, Karin malah menantang balik .
"Aku akan membawa ini ke jalur hukum, akan ku pastikan jika kau mendekam di penjara seumur hidup mu " ucap Riska.
__ADS_1
"Karin sudah lah ayo kita pergi saja " ucap Hana.
"Tidak Hana, dia memang lebih tua dari kita tapi aku sudah cukup sabar menghadapi keangkuhan nya, bahkan aku sudah bicara baik baik tapi lihat dia " ucap Karin sinis.
"Ingat nyonya, jika kau ingin di hargai maka hargai orang lain, walau kau tua dari ku tapi tak semestinya jika kau selalu benar, anda sopan kami segan " ucap Karin panjang lebar.
"Ayo kita pergi " ucap Karin lagi.
"Akan ku pastikan kau akan mendekam di penjara " terik Riska.
"Dengan senang hati aku menunggu mu di sana nyonya " teriak karin, bahkan dia tak membalik kn badan saat menjawab ucapan Riska.
Tak perlu waktu lama Karin langsung menancap gas, meninggalkan riska dengan kekesalan yang sudah sampai ke ubun-ubun.
"ayo pak kita jalan " perintah nya lagi.
"baik nyonya " ucap supir patuh.
sedangkan wanita yang mengendarai mobil sport miliknya, mengomel tiada henti jika dia tak menahan emosinya bisa di pastikan wanita paruh baya tadi sudah menerima bokeman mentah dari nya.
__ADS_1
"Enak saja dia kira dia siapa, dasar nenek lampir "
"Lihat saja jika benar dia membawa ini ke jalur hukum maka akan ku pastikan dia yang akan mendekam di penjara " kesal Karin.
"Karin sudah lah, tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan kah sedang menyetir tenangkan pikiran mu " ucap Hana lembut.
"Hana aku tidak seperti mu, by the way apa kau mengenal nya kenapa dia bilang pembawa sial " ucap Karin penasaran.
"Hana apa kau mendengar ku " ucap Karin lagi.
"Jelas aku mengenal nya, dia mantan mertua ku " ucap Hana langsung mengalihkan pandangan ke arah samping.
"WHAT ........ " pekiknya kaget.
"Apa kau tak percaya, hahahaha " ucap Hana tertawa sumbang.
"Oh my God, tadi nya aku tak yakin dengan dia mantan suamimu tapi sekarang aku yakin "
"setelah melihat wajah keterlukaan mu " Karin membatin.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kau mempunyai mantan mertua seperti nya "
Maaf jika masih banyak kata yang typo 🙏 mohon masukan nya dan jangan lupa untuk saksikan part selanjutnya 🙏