Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 88


__ADS_3

"Aku " ucap Dave lagi.


"Tuan, saya tidak mengerti apa yang anda katakan " ucap Karin.


Dan bertepatan dengan mobil berhenti tepat di depan rumah sakit.


"Kita sudah sampai " ucap Dave.


"Baiklah, terima kasih sudah mau repot-repot mengantar ku " ucap Karin kesal, karna tak mendapat jawaban dari pria es di samping nya.


"Kenapa ada orang menyebalkan seperti dia " kesal Karin, bukan nya mendapat jawaban Dave malah langsung menjalan kan mobilnya.


"Itu pacar nya ya buk dokter " ucap salah satu staf rumah sakit yang kebetulan melihat nya.


"Bukan, dia supir taksi " kesal Karin langsung masuk ke dalam rumah sakit.


"Masa iya supir taksi setampan dia, dan lagi mobilnya sangat mewah tidak ada tu tulisan taksi " ucap nya bingung.


"Ah sudahlah, mungkin dia malu mengakui pria itu pacar nya " ucap nya lagi.


****


Sedangkan Dave yang berada di mobilnya, masih berusaha menormalkan detak jantungnya.


"Ya Tuhan jantung ku " ucap Dave.


"Dan mulut ini juga, kenapa bicara begitu kan aku Malu " gerutu Dave.


"Tapi apa dia bilang tadi tidak ada yang mau, bearti dia masih sendiri dong, yes " ucap Dave bahagia.


"Seperti ini ternyata rasanya jatuh cinta " ucap Dave, saat sudah menyadari perasaan nya.


"Tapi jika mom dan Tiara tau, apa dia akan marah kalau aku menyukai sahabat nya " ucap Dave lagi.


"Ah sudah lah biar aku pikirkan nanti " ucap Dave lagi.


Saat Dave sudah sampai di perusahaan, sudah banyak mobil mewah yang parkir rapi, ya hari ini mereka akan mengadakan proyek besar.


"Tuan " sambut Rangga.


"Aku tidak terlambat bukan " ucap Dave.


"Tidak tuan, mari kita ke ruang meeting bersama " ucap Rangga.


"Baiklah " ucap Dave, tak lupa senyum selalu menghiasi wajah tuan muda, Rangga yang melihat itu .


"Sepertinya suasana hati Anda sangat bagus hati ini tuan " ucap Rangga.


"Tentu saja, karna aku mendapatkan vitamin hari ini " ucap Dave lagi.


"Sepertinya ini vitamin cinta " tebak Rangga.


Dave tak menjawab hanya senyum yang selalu menghiasi wajah tampan nya, dan bertepatan dengan mereka sudah sampai di pintu ruang meeting.


"Selamat datang tuan " sambut mereka.


"Duduk lah " ucap Dave.


"Meeting di mulai " ucap Dave tanpa basa basi.


Masing-masing perusahaan mempromosikan jasa mereka, saat sedang giliran Winata semua mata memandang, dan mendengarkan penjelasannya, tapi tiba-tiba.

__ADS_1


"Bagaimana kabar mu kawan " ucap orang yang duduk di kursinya.


"Tidak, ini tidak mungkin " ucap winata .


"Ada apa dengan nya " ucap para CEO.


"Apa dia tidak waras " ucap yang lain.


"Anda sedang tidak sehat tuan " ucap Dave.


"Tidak, tidak tuan maafkan saya " ucap Winata sudah berkeringat dingin.


Saat dia ingin melanjutkan penjelasan, lagi seseorang di samping nya menyapa nya.


"Sepertinya kau lebih sehat dari terakhir kita bertemu kawan " ucap nya.


"AAAARRRRGGGGG " teriak Winata.


"Kau sudah mati, pergi " teriak Winata dengan sambil meremas rambutnya.


"Kenapa dia " bisik bisik mereka.


"Siapa yang dia maksud " ucap mereka lagi.


"Apa jangan-jangan hantu di ruangan ini " ucap pengusaha lain.


"Tuan bisa di lanjutkan " ucap Dave.


"Tentu saja tuan, maaf " ucap Winata .


"Jika anda kurang sehat meeting kali ini bisa di tunda " ucap Dave lagi.


"Tuan, mana bisa meeting ini di tunda kami juga punya kesibukan " protes mereka.


"Harap tenang " ucap Rangga.


"Tuan, bagaimana " ucap Dave.


"Maaf saya akan melanjutkan " ucap Winata.


"Baiklah, lanjutkan " ucap Dave.


Meeting berlanjut walau sempat terjadi masalah, dan sampai mereka memutuskan siapa yang memenangkan proyek tersebut.


"Selamat tuan " ucap mereka.


"Terima kasih " ucap Dave.


Ya, lagi dan lagi dia yang memenangkan proyek terbesar ini, walau mereka kecewa mendapatkan kegagalan tapi bagaimana lagi, pria tampan ini memang tak bisa di ragukan .


****


Setelah menempuh perjalanan sekitar 17 jam lama nya ,akhir nya Tiara sampai di apartemen yang sudah di siapkan oleh Dave sebelumya.


"Ya Tuhan ini mewah sekali " ucap Tiara kagum.


"Mama " ucap Tiara.


Saat dia melihat jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, bearti di Jakarta sudah pagi dia memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu biar saat dia menghubungi mama nya dia sudah segar.


****

__ADS_1


Sedangkan di mansion utama SWITH wanita cantik yang duduk seorang diri di ruang keluarga dengan ponsel yang tidak pernah lepas di tangan nya, dan sekali-kali dia melihat ponselnya.


"Selamat pagi ma " sapa Dave yang baru saja turun dari lantai dua .


"Pagi " ucap Amelia.


"Mama memikirkan Tiara " ucap Dave.


"Iya nak, kenapa Tiara tidak menghubungi mama " ucap Amelia khawatir.


"Tiara sudah sampai dengan selamat ma, dan di sana juga masih malam Tiara pasti masih istirahat " ucap Dave.


"Tiara menghubungi mu " ucap Amelia.


"Tidak, tapi bodyguard yang yang Dave tugaskan mengawasinya mengabari Dave " ucap Dave.


"Syukur lah, mama bisa tenang jika begitu " ucap Amelia lagi.


"Kau pagi-pagi sudah rapi, apa terjadi sesuatu " ucap Amelia lagi.


"Tidak ma, Dave ada peninjauan sebuah proyek yang di bangun di Bandung jadi Dave harus sampai lebih awal di sana " ucap Dave lagi.


"Sudah, ayo kita sarapan dulu " ucap Amelia.


Setelah selesai sarapan Dave langsung berangkat, tinggal lah Amelia dan para maid yang ada di mansion saat Amelia sedang menonton televisi tiba-tiba ponselnya bergetar , Amelia melihat id si penelpon ,Putriku 💞 dengan cepat dia menjawab panggilan putrinya.


"Hello sayang, bagaimana apa di menyenangkan atau jika tidak kau kuliah di sini saja " ucap Amelia.


"Hello ma, pertanyaan mana yang harus Tiara jawab terlebih dahulu " ucap Tiara di sebrang sana.


"Ah,, sudah lupakan sayang apa kau sudah sarapan " ucap Amelia.


"Ini Tiara baru saja sarapan ma " ucap Tiara.


"Sarapan dengan apa sayang " ucap Amelia.


"Tiara hanya ingin sarapan sereal saja " ucap Tiara.


"Nanti jangan lupa makan ya sayang " ucap Amelia.


"Tentu saja ma " ucap Tiara.


"Hari ini sudah masuk kuliah kan sayang " ucap Amelia.


"Iya benar ma, nanti jam 7 sudah harus ada di sana " ucap Tiara.


"Hati-hati, jika terjadi sesuatu jangan lupa hubungi mama atau kakak mu " ucap Amelia.


"Siap komandan " ucap Tiara.


"Sudah lanjutkan sarapan mu sayang " ucap Amelia.


"By,,,, ma " ucap Tiara sebelum menutup telepon nya.


Setelah mendengar suara putrinya, Amelia baru sedikit tenang.


Sedangkan Tiara di sana menyelesaikan sarapan nya dan menyiapakan keperluannya untuk masuk pertama .


"Serasa masih muda lagi " ucap Tiara.


Tak pernah terbayangkan oleh nya jika dia di beri kebahagian seperti ini, dan detik ini dia akan merubah diri nya dia akan membuktikan jika dia bukan wanita kampung, udik seperti apa yang di ucapan nenek lampir itu.

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain 🙏 dan jangan lupa di jadikan favorit ♥️


__ADS_2