Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 42


__ADS_3

"saya titip toko " pesan Karin saat dia melihat salah satu karyawan butiknya.


"baik Bu " ucap nya.


"ah iy,,,,, jangan lupa untuk selalu pantau karuan baru " pesan nya lagi.


"memang nya kenapa Bu " tanya nya penasaran, tak biasanya bos mereka berperan begitu.


"ya karna dia kurang sehat, jadi jika terjadi sesuatu jangan sungkan untuk hubungi saya, mengerti kan " ucap Karin.


"baik Bu " setelah mendengar jawaban dari karyawan nya, Hana langsung pergi menuju rumah sakit tempat dia bekerja.


setelah kepergian karin, Hana langsung berkutik dengan komputer yang ada di hadapan nya, sebelum dia memulai semua nya dia mempelajari terlebih dahulu biar tidak terjadi kesalahan yang fatal nanti.


****


setelah memakan waktu sekitar 40 menit di perjalanan akhirnya Karin sudah berada di rumah sakit tempat dia bekerja.


sebelum dia pergi ke ruangannya melakukan rutinitas rutin nya, dia langsung menuju sebuah ruangan di ujung rumah sakit.


Tok Tok


"masuk " intruksi dari dalam.

__ADS_1


"pagi docter " sapa Karin saat sudah berada di ruangan Seseorang yang sibuk berkutik dengan laptop nya.


"ah,,,, ya pagi docter karin, ada apa datang kemari apa kau memerlukan sesuatu " tanya pria yang duduk di kursi kebesaranya.


" duduk lah, sampai lupa mempersilahkan tamu duduk " ucap nya mencairkan suasana.


"begini docter bisa membantu saya " ucap Karin hati-hati.


"apa itu katakan, jika aku bisa membantu akan ku bantu " ucap nya, Karin langsung mengeluarkan sesuatu yang ada di dalam tas nya.


"ini " ucap Karin sambil menyerahkan sesuatu yang ada di tas nya.


"sampel darah " ucap nya bingung.


"memangnya apa yang terjadi, jujur aku tidak paham dengan maksud mu kali ini dan ini punya siapa" ucap nya bingung.


"ini sampel darah milik sahabatku " ucap nya.


"lalu yang menjanggal di pikiran docter Karin apa " ya dia perlu memastikan sesuatu, dia tak ingin orang lain menyalahkan kekuasaan yang di punya.


"sahabat saya selalu merasakan pusing yang teramat saat dia memaksakan untuk berpikir keras dan bahkan dia tidak mengingat keluarga nya bahkan wajah dari mommy nya saja dia tidak ingat langsung, dan saya sebagai docter merasakan sesuatu yang aneh dari ini " ucap Karin.


"apa sebelum nya dia pernah mengonsumsi obat rutin " tanya nya.

__ADS_1


"obat emb ,,,,,, " Karin menjeda ucapannya.


"kalau Masalah itu dia gak pernah bilang, hanya merasakan pusing teramat docter " ucap Karin lagi.


"baik lah aku akan membantumu tapi ini memerlukan proses yang lama, tapi dari kesimpulan yang telah kau ceritakan sepertinya dia AMNESIA, tapi itu hanya kesimpulan dari saya biar lebih pasti kita tunggu hasil nya" ucap docter yang bernama ragata.


"berapa lama proses nya docter " tanya Karin.


"jika kau punya kenalan di rumah sakit pusat maka kau bisa mendapatkan hasilnya kurang lebih dari dua Minggu itu sudah paling cepat, sedangkan kita hanya anak dari kesekian cabang aku tidak bisa memastikan itu docter karin " ucap nya.


"sayang sekali saya tidak mempunyai kenalan di kantor pusat" ucap Karin lemah.


"jadi docter yang sabar menunggunya, baik lah stempel ini aku simpan dan aku cek nanti saat waktu senggang, apa tidak apa " ucap ragata.


"tidak apa docter Terim kasih sudah mau membantuku "


"sama-sama docter karin, jangan sungkan "


"baik lah saya undur diri docter, sekali lagi terimakasih dan maaf sudah mengganggu aktivitas anda " ucap Karin sebelum pergi.


"it's okey "


maaf jika masih banyak kata yang typo , jangan lupa untuk mampir di karya saya yang lain 🙏

__ADS_1


__ADS_2