
"APA " Teriak mereka bersamaan.
"Ya, 300 triliun " ulang Maya.
"Gila, itu pemerasan nama nya" ucap Winata tak habis pikir.
"Tapi itu memang aturan nya, gaji yang mereka berikan juga begitu pantastis " ucap Maya lagi.
"Memangnya berapa gaji nya " Riska penasaran.
" 100 juta " ucap Maya.
"Oh my God, besar sekali " ucap mereka takjub.
*****
Tak terasa hari demi hari sudah terlewati, sudah seminggu lama nya Dave berada di Amerika, besok pagi dia akan kembali ke Jakarta.
Dan di sinilah dia, khusus nya Dave yang berada di taman belakang mansion, dengan laptop di pangkuan nya langsung mengalihkan pandangan saat mendengar suara seseorang.
"Istirahat lah nak, kau pasti lelah " ucap Amelia.
"Eh ma, duduk lah " ucap Dave.
"Berapa lama kau di sini " tanya Amelia.
"Hanya sebentar ma " ucap Dave.
"Kenapa hanya sebentar " ucap Amelia.
"Dave ke sini hanya pergi membawakan obat untuk Tiara " ucap Dave.
"Tapi semua itukan bisa kau kirim pada bodyguard kita " ucap Amelia.
"Ini menyangkut Tiara, mana mungkin Dave begitu mudah percaya dengan bodyguard, biar pun mereka pekerja kita tapi mencari orang yang jujur sangatlah sulit " ucap Dave.
"Tapi tubuh mu yang akan lelah sayang " ucap Amelia.
"Ma, Dave langsung menggenggam tangan Amelia , percayalah lelah ini akan hilang saat kita sudah berkumpul " ucap Dave.
"Terima kasih " Amelia langsung berhambur kepelukan putra sulung nya.
"Ini sudah tugas Dave, untuk menjaga mama dan Tiara " ucap Dave.
Mereka yang berada di taman tak menyadari wanita yang berada di atas balkon kamar, dengan sebuah buku diary di tangan nya, memandang dengan tatapan kerinduan yang teramat.
"Mama, kakak " ucap Hana berkaca-kaca.
Mendengar suara seseorang, Dave dan Amelia langsung mencari asal suara seseorang.
"Tiara " ucap Amelia.
Hana yang berada di atas balkon langsung berlari menuju taman belakang .
"Mama, kakak, Tiara rindu " ucap Hana langsung berlari berhambur di dalam pelukan Amelia.
"Sayang kami sangat merindukan mu " ucap Amelia sedih.
Cup Cup Cup
"Kau sudah mengingat semua nya " ucap Dave ragu.
"Kakak, Hana mengingat semua nya " ucap Hana sedih bercampur bahagia.
__ADS_1
Dave yang mendengar itu ikut bergabung memeluk adik perempuan dengan rasa bahagia.
"Terima kasih Tuhan, kau sudah mendengarkan doa ku " ucap Amelia bahagia.
"Sudah saat nya kau bahagia Hana, setelah ini tak ada lagi sakit yang akan kau rasakan " ucap Karin yang melihat itu .
"Karin " ucap Amelia.
Amelia yang melihat Karin berada tak jauh dari nya, mengurangi pelukan nya .
"Maaf jika Karin mengganggu " ucap Karin.
"Tidak sama sekali, kemari lah nak " ucap Amelia.
"Karin " Hana langsung berhambur kepelukan sahabat nya.
"Terima kasih kau sudah membantu ku " ucap Hana sedih.
"Aku hanya membantu semampu ku, sisa nya diri mu sendiri yang berjuang mengingat semua nya " ucap Karin bahagia.
"Terima kasih " ucap Hana.
"Aku harap kau tidak berubah Hana " ucap Karin.
"Tentu sajak tidak, eh nama ku Tiara bukan Hana ckckck " ucap Hana bercanda.
"Maaf nona Tiara " ucap Karin .
"Aku tidak suka di panggil seperti itu " protes Hana.
"Tapi kau harus membiasakan itu wahai adik ku " ucap Dave .
Mereka semua nya duduk di taman belakang.
"Buku diary, apa jangan-jangan " Amelia tak menyelesaikan ucapannya.
"Iya buku diary, karna ini juga lah aku bisa mengingat semua nya " ucap Hana.
"Apa itu punya mu " ucap Karin penasaran.
"Mama " ucap Hana .
"Di sini setiap hari mama menuliskan apa yang telah aku lakukan, dari aku belajar berjalan dan semua kegiatan ku " ucap Hana sedih.
"Hana kenapa kau sedih " ucap Karin.
"Aku bahagia bisa berkumpul lagi dengan keluarga ku " ucap Hana lagi.
"Sudah, sudah jangan menangis lagi sayang ini hari bahagia kita, bagaimana jika kita rayakan hari bahagia kita ini " ucap Amelia.
"Mama benar, bila perlu kita mengumumkan kembalinya putri SWITH " ucap Dave.
"Kau benar " ucap Amelia.
"Tidak perlu ma " ucap Hana.
"Kenapa " ucap mereka.
"Biarkan seperti ini ma, Hana sudah nyaman seperti ini " ucap Hana.
"Tiara, mulai sekarang mulai bisa kan menyebut nama Tiara " ucap Amelia .
"Maaf jika saya ikut campur, tapi ada benar juga apa yang di katakan Hana, tuan bukan orang sembarangan dan pasti banyak yang iri dengan keluarga SWITH dan musuh tuan akan mencari kelemahan untuk menjatuhkan lawan nya tapi seperti yang saya lihat di media dunia politik lebih kejam dari pada dunia mafia " ucap Karin.
__ADS_1
"Nak Karin ada benar nya nak, mama tak mau kehilangan putri kecil mama untuk yang kedua kali nya " ucap Amelia.
"Baiklah, nanti jika sudah saat nya baru kita umumkan " ucap Dave.
"Itu lebih baik " ucap Amelia.
"Jadi apa kita bisa kembali ke Jakarta " ucap Hana lagi.
"Kenapa, apa Tiara suka tinggal di sini " ucap Amelia.
"Tidak bukan begitu, tapi Hana " belum selesai Hana bicara sudah di potong oleh Amelia.
"Tiara nak " ucap Amelia membenarkan.
"Hehe, iya Tiara maksud Hana ma maaf " ucap Hana .
"Tidak apa-apa, nak lanjutkan kenapa Tiara ingin kembali ke Jakarta " ucap Amelia.
"Tiara, rindu dengan rumah Tiara " ucap Tiara lagi.
"Rumah " ulang mereka .
"Iya benar, Tiara tinggal di rumah minimalis yang berada tak jauh dari butik Karin " ucap Tiara lagi.
"Mulai sekarang, Tiara akan tinggal di mansion utama " ucap Dave.
"Tapi .... "
"Benar, tinggal sendiri tidak aman sayang memang nya Tiara tega membiarkan mama seorang diri " ucap Amelia sedih.
"Tidak ma, bukan begitu maksud Tiara, baik lah Tiara kan ikut tinggal di mansion SWITH tapi jika kembali ke Jakarta izinkan Tiara tinggal di sana satu hari untuk membawa semua barang Tiara " ucap Tiara .
"Baiklah, mama akan ikut sekali menginap di sana " ucap Amelia.
"Jadi Dave sendiri yang akan di mansion, ya tuhan " keluh Dave.
"Mangka nya cepat cari istri dan beri mama calon cucu, kau sudah tua nanti tidak ada yang mau iya kan nak Karin " ucap Amelia tersenyum .
"Saya " ucap Karin bingung.
"Iya mama bertanya sayang " ucap amelia.
"sudah lah Dave, ada wanita di depan mata langsung saja " ucap Amelia.
Dave langsung menatap Karin dengan tatapan elang nya, sedangkan Karin yang di tatap demikian langsung memalingkan wajah.
"Iya Tiara saja sudah pernah menikah walau pun gagal " ucap Tiara sedih.
"Sudah lupakan semua itu sayang " ucap Amelia.
"Tapi aku tidak akan pernah lupa mereka memperlakukan adik ku seperti ini " Dave membatin.
"Ya ampun kenapa dia menatap ku begitu, jantung ku " ucap Karin membatin, dengan reflek dia menyentuh jantung nya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Kau membuat takut calon menantu mama, sudah ayo kita pergi " ajak Amelia.
"Kakak aku akan membantu mu " bisik Tiara.
"Mama tunggu " ucap Tiara yang sudah tertingal jauh.
"Cantik " ucap Dave tersenyum sendiri.
Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain, dan selamat Imlek bagi yang merayakan 🤗💞
__ADS_1