Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 72


__ADS_3

Setelah tidur semalaman tubuhnya merasa lebih segar dan lebih rileks, dan dia juga sudah siap dengan pakaian formal nya.


Selagi menunggu asistennya jemput, Dave memutuskan untuk sarapan pagi terlebih dahulu, sebelum menuju meja makan Dave melihat jam tangan nya pukul 07.00 pagi.


"Berati di sana 19.00 " ucap Dave. mohon maaf jika salah mohon koreksiannya 🙏.


"Selamat pagi tuan " sapa maid.


"Pagi ... " jawab Dave singkat.


"Tuan ingin minum kopi atau teh " tanya maid, saat Dave sudah duduk di kursi meja makan.


"Kopi saja " ucap Dave, langsung mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi seseorang.


*****


Sedangkan Amelia yang berada di ruang keluarga bersama putri dan sahabat sekaligus dokter yang membantu putri nya kembali mengingat ingatan yang hilang, tiba-tiba ponsel nya berdering...


Drrrrrr Drrrrr


"Hello nak " jawab Amelia, pada orang di sebrang sana.


"Hello ma, apa Dave ganggu " ucap Dave.


"Tidak mama juga nonton televisi, apa kau istirahat dengan baik hati ini " tanya Amelia.


"Tentu ma, bahkan Dave sangat baik untuk memulai bekerja " ucap Dave semangat.


"Apa ada yang kau sembunyikan dari mama nak " tanya Amelia.


"Tidak, Dave hanya tak sabar saja untuk memulai nya " ucap Dave.


"Memulai nya " ulang Amelia curiga.


"Ma Dave tutup telpon nya, Rangga sudah sampai dan ingat mama harus jaga kesehatan di sana dan cepat kembali " ucap Dave mengakhiri.


"Baiklah, kau juga " ucap Amelia setelah itu baru dia menutup panggilannya.


"Siapa Tante " ucap Karin.


"Siapa lagi jika bukan Dave " ucap Amelia, Karin hanya mengangguk saja.


Sedangkan Hana masih mengitari mansion yang terasa sangat familiar dengan tempat ini, Karin dan Amelia saling pandang.


"Hana are you okey " tanya Karin.


"Ha,,,,, okey " jawab Hana saat sadar dari lamunannya.


"Nak jika kau tidak suka dengan flim yang kita tonton, biar mama ganti " ucap Amelia.


"Tidak, tidak Hana suka bahkan sangat suka " ucap Hana cepat.


"Lalu kenapa kau banyak diam " tanya Karin penasaran.


"Aku merasa tempat ini familiar " ucap Hana.


"Kau mengingat nya nak " ucap Amelia bahagia.


"Entah lah " ucap Hana.

__ADS_1


"Jangan di paksakan Hana, pelan-pelan saja nanti kau juga akan mengingat nya " ucap Karin.


"Iya Karin benar nak, ayo di makan kue nya kan ini kue kesukaan mu " ucap Amelia.


"Baik lah " ucap Hana.


*****


Sedangkan Dave yang berada di meja makan, langsung mengakhiri telpon nya saat asisten nya sudah berada di dekat nya.


"Selamat pagi tuan " sapa Rangga.


"Ma Dave tutup telpon nya, Rangga sudah sampai dan ingat mama harus jaga kesehatan di sana dan cepat kembali " ucap Dave mengakhiri.


"Kau sudah sarapan " tanya Dave , saat menghirup kopi nya.


"Sudah tuan " ucap Rangga.


"Duduk lah, aku akan menghabiskan sarapan ku lebih dahulu " ucap Dave.


"Terima kasih tuan " ucap Rangga saat mendudukkan bokongnya di kursi meja makan.


"Ayo kita berangkat " ucap Dave saat sudah menyelesaikan sarapan nya.


"Baik tuan " ucap Rangga.


Saat mereka sudah memasuki mobil yang sudah di siapkan Rangga sebelum nya, dan langsung menuju perusahaan.


"Kau sudah menyiapakan semua nya kan " ucap Dave.


"Sudah tuan, mereka sudah berada di perusahaan " ucap Rangga.


Dave tak lagi menjawab ucapan Rangga, dia langsung mengeluarkan ponsel nya untuk mengecek pekerjaan yang di kirim melalui email oleh orang kepercayaan.


Di sana, semua staf karyawan perusahaan sudah berjajar rapi menyambut kedatanganya.


Dave langsung menyimpan kembali ponselnya di saku jas nya, saat Rangga membukakan pintu mobil untuk nya.


"Selamat datang tuan muda " sambut seluruh karyawan perusahaan.


"Tunggu " Dave langsung menghentikan langkahnya.


"Jika masih ingin bekerja di sini, ganti baju mu atau kau akan tau akibatnya " ucap Dave pada wanita di sampingnya.


"Ma,,,,,maaf tuan " ucap nya takut.


"Tunggu apa lagi 15 menit dari sekarang, ku tunggu di ruangan ku " ucap Dave tajam, wanita yang memakai baju kekurangan bahan itu langsung berlari mengganti baju nya.


Setelah kepergian Dave, wanita yang dapat teguran langsung berlari melakukan apa yang di perintahkan Dave.


"Tampan sekali dia " ucap karyawan satu.


"Tapi sayang selera nya bukan seperti mu " ucap wanita lainnya.


"Oh my God, aku tak bisa bernafas " ucap wanita lain.


"Dia lebih tegas dari tuan besar " ucap wanita satu.


Bisik-bisik semua Karyaman perusahaan membicarakan Dave.

__ADS_1


"Kalian semua ingin menjadi pengangguran " ucap tegas Rangga yang kebetulan ingin mengambil sesuatu di mobil.


"Maaf tuan " semua wanita yang tadi nya bergosip langsung berlari menuju ruangan nya masing-masing.


"Mau jadi apa mereka semua " kesal Rangga.


****


Sedangkan Dave yang sudah berada di ruangannya, mengitari ruangan yang masih sama seperti terakhir kali dia datang ke sini.


"Masih sama seperti terakhir kali aku sampai " ucap Dave membatin.


Tok Tok Tok


"Masuk " ucap Dave.


"Tuan ini laptop ny " ucap Rangga menyerahkan laptop yang tertinggal di mobil.


"Simpan saja di atas meja " ucap Dave tanpa melihat lawan bicaranya, dia masih mengamati foto ayah nya.


Tok Tok Tok


"Selamat pagi tuan " ucap seorang wanita.


Meraka langsung memandang asal suara.


"Tepat waktu, sudah lanjutkan sana pekerjaan mu " ucap Dave , saat melihat wanita yang berada di ambang pintu.


"Terima kasih tuan, saya permisi " pamit wanita nya .


"Tuan, bukan nya banyak wanita yang memakai pakaian seksi di sini, lalu kenapa hanya dia yang mendapat teguran " ucap Rangga.


"Karena dia tak biasa menggunakan pakaian seperti itu " ucap Dave.


"Maksud tuan " ucap Rangga bingung.


"Lupakan, di mana orang itu " ucap Dave .


"Maaf tuan, akan saya panggilkan " ucap Rangga langsung pamit menemukan seseorang yang sudah membuat janji.


Sedangkan seorang wanita yang sudah menunggu di ruangan Rangga sejak 30 menit yang lalu, dengan sabar kedatangan seseorang.


"Bisa-bisa aku akan menjadi es di rungan dingin ini " ucap nya kesal.


"Selamat pagi nona, maaf membuat anda menunggu " ucap Dave tak enak.


Wanita yang duduk di sofa ruangan langsung memandang asal suara, dan secara refleks dia berdiri.


"Selamat lagi Tuan muda " sapa nya .


"Ayo kita temui tuan muda " ucap Rangga.


"Jadi dia bukan tuan muda " ucap nya membatin.


"Apa mungkin dia asistennya, wow ,,,, asistennya saja bisa setampan ini lalu bagaimana dengan bos nya " ucap nya takjub.


"Jangan suka bicara sendiri nona, nanti anda di kira gila " ucap Rangga.


"Oh my God, apa dia peramal " ucap nya bergidik ngeri.

__ADS_1


"Tuan, ini orang yang anda cari "


Saya harap ini masih nyambung dengan cerita nya, semoga kita selalu di beri kesehatan dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain 🙏


__ADS_2