
Suasana di tempat pemotretan menjadi riuh, saat mendengar ucapan Lisa .
"Apa maksud mu " ucap Maya.
"Aku tidak membicarakan mu, kenapa kau perasaan sekali " ucap Lisa.
"Bagaimana aku tidak perasaan jika di sini hanya aku yang hamil, HAAA " ucap Maya meninggi.
"Bisa kau rendahkan suara mu, HAAA " Teriak Lisa balik.
"Kau yang selalu mencari masalah dengan ku " ucap Maya meninggi.
"Sudahlah Lisa, Maya kita satu tim kenapa kalian bertengkar " ucap Mia menengahi.
"Tapi dia duluan Mia " kesal Maya.
"Lisa kau sudah senior di sini, dan kita juga bukan anak kecil lagi sudah lah " ucap Mia lagi.
"Sudah lah malas bicara dengan pelacur " ucap Lisa.
"Pelacur apa maksud Lisa " ucap model yang lain.
"Apa mungkin bayi yang dia kandung bukan anak suaminya " ucap model yang lain.
"Ayo kita tanya Lisa saja " ucap model satunya.
"Hiks,,,,, hiks ,,,,, kenapa mereka jahat sekali " ucap Maya sedih.
"Sudah lah Maya, biarkan saja mereka jika itu memang tidak benar ada nya jangan di ambil pusing " ucap Mia menghibur.
Sedangkan Rangga yang kebetulan ingin keluar dari perusahaan, melihat semua itu hanya tersenyum miring.
"Sakit itu tak sebanding dengan apa yang nona muda rasakan " ucap Rangga.
Setelah itu Rangga langsung menganjurkan perjalan nya menuju pulang, sesuatu perjanjian setelah dia mengantarkan tuan muda dia akan kembali menuntaskan sesuatu yang sudah mulai mengeras di sarang nya.
Setelah kepergian asisten nya, Dave yang melihat CCTV dan bertepatan dengan kejadian Lisa dan Maya yang sedang adu mulut, melihat itu Dave tersenyum puas.
"Ini masih permulaan tapi kau sudah serapuh itu " ucap Dave lagi.
*****
Sedangkan Amelia dan Tiara setelah selesai membereskan semua barang Tiara untuk pindah di mansion, mereka langsung menuju mansion utama.
"Ma ini mansion siapa " ucap Tiara takjub.
"Ini mansion kita yang sekarang sayang, dan sekarang kita akan tinggal di sini mengenang peninggalan ayah mu " ucap Amelia.
"Ayah " ucap Tiara sedih.
"Sudah lah nak, iklas kan ayah mu biar dia tenang di alam baru nya " ucap Amelia.
Saat mobil sudah berhenti, semua maid dan bodyguard bersusun rapi menyambut kedatangan nona muda yang sudah lama hilang dan kini kembali lagi.
"Selamat datang nyonya, nona muda" ucap mereka serempak.
"Kalian semua pasti sudah tau siapa wanita cantik di samping ku " ucap Amelia.
"Pasti nona muda " ucap suster yang selalu merawat Amelia.
"Tepat sekali, dan mulai sekarang berlaku sopan lah dengan putri ku " ucap Amelia lagi.
"Baik nyonya " ucap Amelia.
__ADS_1
"Baiklah lanjutkan pekerjaan kalian, dan jangan lupa untuk siapkan makanan spesial malam ini " ucap Amelia lagi.
"Baik nyonya " ucap merek serempak.
"Ayo sayang kita masuk " ajak Amelia.
Tak banyak yang tau di dalam mansion keluarga SWITH yang begitu elegan dan sangat mewah, hiasan demi hiasan berasal dari hiasan antik.
"Mama harap kau menyukai mansion kita sekarang " ucap Amelia lagi.
"Tiara seakan mimpi dengan ini semua ma " ucap Tiara takjub.
"Sekarang ayo mom tunjukan di mana kamar mu " ucap Amelia, menaiki lantai atas.
"Ini kamar nya sayang " ucap Amelia lagi.
Tak cukup di lantai bawah, di lantai atas masih banyak kamar lain nya, Tiara yang menghitung kamar demi kamar terdiri dari 17 kamar lain nya.
"Mama harap kau menyukainya, atau tidak kita cari kamar yang cocok untuk selera mu, maaf jika mama tak tau selera mu tapi yang jelas mama sudah siapkan ini seperti keinginan mu di waktu kecil " ucap Amelia lagi.
"Ini kamar impian Tiara ma " ucap Tiara.
"Syukurlah jika kau menyukai nya " ucap Amelia.
*****
"Syukurlah jika dokter tidak jadi mundurkan diri " ucap suster yang membantu Karin.
"Memangnya kenapa jika aku mundurkan diri " ucap Karin.
"Seperti yang dokter tau, anda sangat populer di sini bahkan saya dengar dokter akan di tugaskan di rumah sakit pusat " ucap suster.
Karin yang sibuk mempelajari data pasien nya, langsung menghentikan kegiatan nya saat mendengar ucapan suster.
"Coba suster ulangi, mungkin saya salah dengar " ucap Karin tak percaya.
"Dokter tidak salah dengar, dan mungkin kepala pemilik rumah sakit sendiri yang akan memberikan surat pindah dokter " ucap suster lagi.
"Bagaimana bisa, bukan nya rumah sakit di sana memilih dokter yang profesional aku tak termasuk dari kriteria nya " ucap Karin tak percaya.
"Tapi buktinya dokter berhasil " ucap suster lagi.
Saat mereka asik berbincang berdua pintu ruangan Karin di ketuk seseorang.
"Masuk " ucap Karin.
"Maaf dokter di suruh ke ruangan kepala rumah sakit " ucap suster.
"Terima kasih " ucap Karin.
"Baru saja di bicarakan panjang umur sekali kan dokter" ucap suster bahagia.
"Sudah lah, aku ke sana dulu titip ruangan ku " ucap Karin.
"Good luck dokter " ucap suster, Karin hanya tersenyum menanggapi ucapan dari fatner kerja nya.
Sedangkan di ruangan kepala rumah sakit, sudah ada orang pria paruh baya yang menunggu kedatangan seseorang, dan tak lama pintu ruangan di ketuk.
__ADS_1
Tok Tok Tok
"Masuk " ucap nya.
"Permisi dokter " ucap Karin.
"Duduk lah, akhir nya kau sampai juga " ucap pria paruh baya.
"Maaf jika boleh tau ada apa ya dokter, apa saya melakukan kesalahan " ucap dokter cantik.
"Tentu saja tidak, kau dokter teladan di sini dan tapi sayang kami harus kehilangan mu " ucap kepala rumah sakit.
"Maksud nya, saya di pecat" ucap dokter Karin.
"Ah,,, dokter Karin pasti mendengar isu-isu tentang dokter Karin " ucap dokter
"Tapi sepertinya saya tidak yakin, karna yang saya tau tak mudah memasuki rumah sakit pusat " ucap Karin.
"Percaya atau tidak tapi ini buktinya " ucap kepala rumah sakit.
Sambil menyerahkan amplop coklat yang sudah bisa di tebak isi nya.
"Selamat atas kepindahan nya dokter Karin " ucap kepala rumah sakit.
"Terima kasih dokter " ucap Karin.
*****
Sedangkan Dave yang masih di ruangan nya, pintunya di ketuk oleh seseorang.
"Masuk " ucap Dave.
"Permisi tuan ini minum nya " ucap wanita cantik.
"Kau model baru di sini " tanya Dave pura-pura.
"Benar tuan " ucap Maya.
"Kau sedang hamil " ucap Dave lagi.
"Iya memasuki 3 bulan " ucap Maya.
"Oh, lanjutkan bersih bersihnya " ucap Dave .
"Kenapa kau keberatan " ucap Dave.
Saat Maya masih dengan posisi yang sama.
"Maaf tuan jika saya lancang, bukan nya saya di sini model bukan cleaning servis tapi kenapa saya di perlakukan seperti cleaning servis " ucap Maya .
"Sebelum kau menanda tangani kontrak menjadi model di sini, seharusnya kau baca semua peraturan masuk di Duni model di sini, ingat isi surat perjanjian paling akhir, selama 3 bulan masih masa training dan itu semua tanpa gaji, INGAT TANPA GAJI " ucap Dave penuh penekan .
Jangan di tanya reaksi wajah Maya shock , kesal, Ingan marah tapi sayang dia tak bisa mengungkapkan semua isi hatinya.
"Kenapa kau tidak terima, tinggal bayar denda yang di tentukan " ucap Dave.
"Maaf tuan, saya akan melakukan masa training ini dengan baik, saya permisi " pamit Maya lagi.
"Bagus jika kau mengerti " ucap Dave tersenyum miring.
Setelah kepergian Maya dari ruangan, ponsel Dave bergetar mendapat notivikasi dari mommy nya, dan tak butuh waktu lama dia langsung membuka nya dan dia langsung murka.
"KURANG AJAR "
Jangan lupa untuk mampir di karya terbaru author 🙏🏻 yang sudah mampir Terima kasih semoga kita semua selalu dlam lindungan Allah SWT 🙏
__ADS_1