Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 89


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Tiara langsung menuju salah satu universitas ternama yang ada di London.



"Hi ... " sapa seseorang yang berada di belang Tiara.


Tiara melihat sekitar, mungkin bukan dia yang di sapa wanita cantik yang ada di hadapan nya ini.


"Iya kamu " ucap nya lagi.


"Saya " ucap Tiara.


"Iya, siapa lagi tidak ada yang lain bukan " ucap wanita cantik uang sudah berada di sampingnya.


"Sepertinya kita sama mahasiswa baru di sini " ucap nya lagi.


"Jadi kau mahasiswa baru juga " ucap Tiara.


"Iya benar sekali, ayo kita masuk ke dalam " ajak nya.


"Siapa nama mu " ucap Tiara.


"Tata, dan kau siapa " ucap tata.


"Tiara " ucap Tiara.


"Ternyata nama awal huruf nam kita sama " ucap tata


"Ayo kita masuk ke dalam " ucap tata.


Setelah mendapat arahan mereka langsung masuk ke kelas masing-masing, dan tata juga berada satu kelas yang sama bersama Tiara.


Proses belajar mengajar langsung berlangsung, tapi saat dosen menjelaskan materinya tiba-tiba seorang pria langsung masuk begitu saja.


"Hi kau " ucap dosen tersebut.


"Saya " ucap pria tersebut.


"Kau tidak punya sopan santun, kenapa ku langsung masuk begitu saja " ucap dosen .


"Memang nya kenapa " ucap pria tersebut.


"Aku tidak menerima mahasiswa yang tidak mentaati peraturan yang sudah ku buat " ucap dosen tersebut.


"Baiklah " ucap pria itu langsung keluar dari kelas.


Mahasiswa lain yang melihat itu langsung shock, kenapa ada mahasiswa seperti itu.


"Sekarang fokus " ucap dosen lagi, setelah pria yang entah dia tak tau siapa nama nya keluar dari kelasnya.


****


Sedangkan Amelia yang mendapat telpon dari putrinya hatinya langsung tenang.


"Baru sehari dia pergi serasa sudah setaun saja " ucap Amelia memandang foto putrinya.


Sedangkan Karin yang baru saja sampai di rumah sakit, langsung menuju ke ruangan nya dan saat dia membuka pintu ruangannya Karin mengerutkan kening bingung.


"Bunga siapa ini " ucap Karin.


"Tidak ada nama pengirim nya " ucap Karin lagi.


"Tapi ini bunga mawar kesukaan ku " ucap Karin lagi langsung mencium bunga mawar hitam.


"Sepertinya pagi ini sudah di beri semangat oleh kekasih nya dokter " ucap wanita yang memakai jas Putin berada di ambang pintu ruangan Karin.


Karin yang mendengar ucapan seseorang langsung menyimpan bunga yang tidak tau siapa pengirimnya di tempat semula.


"Dokter sudah lama berada di sana " ucap Karin.


"Tidak, baru saja " ucap wanita cantik tersebut.


"Masuklah " ajak Karin.

__ADS_1


"Terima kasih atas tawaran nya, tapi saya harus cek pasien lanjutkan dokter " ucap nya langsung pergi.


"Apa yang di maksud lanjutkan " ucap Karin.


"Tapi siapa pengirim bunga ini " ucap Karin bingung.


****


Sedangkan pria yang sedang meninjau proyek pembangun cabang selanjutnya, tiba-tiba ponsel ny bergetar.


Sebuah pesan dari seseorang, dan tak ingin penasaran dia langsung membuka pesan tersebut dan seketika senyum terbit di wajah tampannya.


"Tuan " ucap seseorang.


"Iya " ucap Dave langsung menyimpan kembali ponsel di saku celananya.


"Bagaimana menurut tuan " ucap ketua proyek .


"Tidak ada salahnya, benar apa yang di ucapkan anda " ucap Dave.


"Syukurlah " ucap proyek tersebut.


Setelah menyelesaikan peninjauan proyek nya, Dave langsung kembali ke Jakarta, dan langsung menuju ke perusahaan.


"Tuan " ucap Rangga.


"Katakan " ucap Dave yang sudah berada di ruangan nya.


"Ini yang anda minta " ucap Rangga.


"Rumah sakit " ucap Dave saat melihat tulisan di amplop coklat yang di berikan asisten nya.


Dave langsung membuka amplop coklat tersebut, dan senyum mengembang terbit di wajah tampan nya.


"Sudah ku duga ini yang terjadi " ucap Dave lagi.


"Kerja bagus Rangga " ucap Dave lagi.


"Ya begitu lah " ucap Dave menyimpan kembali amplop coklat itu di dalam laci meja.


"Lalu bagaimana dengan keluarga nya " tanya Dave kemudian.


"Mereka masih baik-baik saja tuan, tapi sepertinya tuan Winata sudah mulai berhalusinasi " ucap Rangga.


"Lalu bagaimana dengan istri nya " ucap Dave lagi.


"Akhir-akhir ini dia sering merasakan pusing yang teramat dan dia selalu meminum obat pencegah sakit kepala " ucap Rangga.


"Apa itu resep dari dokter " ucap Dave lagi.


"Sayang sekali, tidak tuan " ucap Rangga lagi.


"Bagus " ucap Dave.


****


Sedangkan di mansion PRAYITNO, wanita paruh baya yang sedang duduk di ruang keluarga dengan majalah di tangan nya.


"Mom sedang apa " tanya Maya yang baru saja turun dari lantai atas.


"Sedang baca majalah, sini sayang " ajak Riska.


"Mom, apa mom sakit " ucap Maya.


"Tidak, kenapa memangnya " ucap Riska.


"Akhir akhir ini Maya perhatikan mommy pucat " ucap Maya.


"Mungkin karna mommy tidak menggunakan lipstik yang biasa mom pakai kali, jadi seperti pucat " ucap Riska lagi.


"Mungkin saja " ucap Maya.


"Sayang ponsel mu " ucap Riska, saat ponsel menantunya bergetar .

__ADS_1


Maya langsung mengambil ponselnya, yang dia simpan di atas meja.


"Nomor siapa ini " ucap Maya membatin.


Isi pesan :


sabar lah sedikit lagi, maka kita akan berkumpul bersama kembali .


Deg


Jantung Maya seakan ingin lepas dari tempatnya, walau ini hanya sebuah pesan tapi dia merasa akan terjadi sesuatu.


"Tidak mungkin itu dia bukan " ucap Maya membatin.


"Are you okey baby " ucap Riska.


"Maya " ucap Riska lagi.


"Ha,,,,iya mom " ucap Maya yang baru sadar dari lamunannya.


"Apa terjadi sesuatu " ucap Riska .


"Tidak tidak " ucap Maya , langsung menyembunyikan ponselnya .


"Kau yakin tidak menyembunyikan apa pun dari mommy " ucap Riska lagi.


"Tentu saja mom " ucap Maya.


"Jika terjadi sesuatu jangan sungkan untuk beri tahu mommy " ucap Riska.


"Tentu saja mom " ucap Maya.


"Aku merasa ada yang di sembunyikan oleh menantuku, tapi apa itu " Riska membatin.


Satu jam berlalu, tiba-tiba Maya ingin pergi ke kamar kecil.


"Mom, Maya pergi ke kamar kecil sebenar " ucap Maya langsung berjalan cepat.


"Hati-hati sayang " pesan Riksa.


Setelah kepergian menantunya, tanpa sengaja dia melihat ponsel menantunya, karna penasaran dengan perubahan wajah menantunya Riska langsung mengambil ponsel menantunya dan seperti memang Tuhan berpihak padanya, ponsel menantunya masih belum terkunci.


"Apa maksud dari pesan ini " ucap Riska saat membaca sebuah dari nomor baru.


"Mom sedang apa " ucap Maya yang sudah selesai dengan urusannya.


"Tidak " ucap Riska.


"Kenapa ponselku, ada di dekat mommy apa dia membaca pesan tersebut " Maya membatin saat dia melihat ponselnya berada tak jauh dari mommy nya duduk.


"Mom, kenapa ponsel Maya ada di sana " ucap Maya.


"Ah,,,,ini tadi ada panggilan dari suami mu dan mommy menjawab nya " bohong Riska.


"Benar kah " ucap Maya.


"Lalu apa kata mas Alvin " ucap Maya.


"Dia menanyakan mu dan mom bilang kau sedang di kamar mandi " bohong Riska.


"Mommy pergi ke kamar tiba-tiba kepala mommy pusing " ucap Riska.


"Mau Maya antar " ucap Maya menawarkan.


"Tidak perlu sayang " tolak Riska.


Setelah kepergian mertua nya, Maya langsung cek panggilan masuk dan ya dia tidak menemukan riwayat panggilan masuk di ponselnya.


"Kurang ajar, seperti nya mommy sudah mulai curiga dengan ku " ucap Maya.


"Lihat saja, jika benar dia kembali aku akan meninggalkan kalian " ucap Maya tersenyum jahat.


Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain 🙏 dan jangan lupa untuk di jadikan favorit biar tidak ketinggalan dengan cerita cerita author yang baru 🤗💞

__ADS_1


__ADS_2