Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 71


__ADS_3

Sedangkan Hana yang berada di kamar yang sangat luas, dia mengitari sekitar nya dan di sana juga ada foto bayi yang sangat lucu.


"Dia sangat lucu bukan " ucap Amelia yang datang dengan nampan di tangannya.


"Iya dia saat lucu, dia pasti putri nyonya " ucap Hana.


"Iya, dia putri saya " ucap Amelia sedih.


"Lalu sekarang dimana putri nyonya, apa dia sudah menikah atau dia sedang menganjurkan pendidikan di luar negeri " ucap Hana.


"Sekarang dia ada di hadapan ku " Amelia membatin.


"Nyonya "


"Sepertinya saya mengganggu " ucap Karin yang baru datang.


"Ah tidak sama sekali, sini kita makan kue nya sama-sama " ucap Amelia menunduk.


"Tante ... " ucap Karin.


"Kalian makan lah kue nya, mata mama kelilipan " ucap Amelia langsung pergi.


"Secepat aku harus membantu Hana mengingat semua nya " ucap Karin membatin.


Hati orang tua mana yang tak sedih saat putri yang kau rindu kan tidak mengingat mu sama sekali.


"Karin apa aku salah bicara "Ucap Hana .


"Tidak Hana, kau harus makan kue ini " ucap Karin.


Sedangkan Amelia yang berada di balik pintu, dia menekan hatinya yang sakit teramat.


"Nyonya ... " ucap suster yang menjaganya.


"Dia tak mengingat ku " ucap Amelia sedih.

__ADS_1


"Nyonya anda harus kuat, nona muda begitu karna dia tak mengingat apapun, yang perlu kita lakukan adalah mensuport dan membantunya mengingat semua nya " ucap suster menenangkan.


"Apa yang harus aku lakukan " ucap Amelia .


"Nyonya bagaimana jika kita bawa nona di tempat yang sangat dia sukai waktu kecil, walau peluang nya kecil tapi setidaknya kita sudah berusaha " ucap suster.


"Iya kau benar " Amelia langsung menghapus air matanya yang menetes di pipi nya, dan langsung bangkit dari duduk nya, setelah merapikan keadaan nya Amelia langsung masuk kembali kamar.


Ceklek ......


"Nyonya sini kita makan kue nya sama sama " ajak Hana.


"Kau menyukai kue nya nak " ucap Amelia.


"Iya Hana sangat menyukainya, ini kue favorit hana " ucap Hana sambil mengunyah.


"Jika kau suka, makan lah yang banyak " ucap Amelia.


"Jelas kau sangat suka, karna itu kir favorit mu " Amelia membatin.


*****


Sedangkan Dave yang berada di mansion utama, setelah dia menghubungi Amelia dan memberitahu hasil tes DNA mereka langsung memutuskan sambungan telepon karna Dave ingin istirahat tapi nyatanya tidak matanya tak bisa tidur dan akhir nya Dave memutuskan untuk kembali ke ruangannya.


"WINATA " ucap Dave.



"Jadi ini orang nya " ucap Dave tersenyum misterius.


Dave langsung mengambil ponselnya, dan menghubungi seseorang .


"Kau cari tau alamat keluarga WINATA, kutunggu 15 menit " ucap Dave pada seseorang di sebrang sana, setelah menyelesaikan ucapannya Dave langsung memutuskan nya secara sepihak tanpa menunggu jawaban orang di sebrang sana.


*****

__ADS_1


Sedangkan Rangga yang sedang tertidur dengan istri di samping nya, bahkan dia baru saja terlelap tapi ponsel nya berbunyi dengan nyaring.


"Sayang, ponsel mu berbunyi " ucap istri Rangga.


"Biarkan saja sayang, itu hanya orang tidak penting " ucap Rangga dengan mata yang masih terpejam.


"Sayang angkat saja dulu berisik " ucap istri nya.


"Menyusahkan sekali " ucap Rangga, mau tak mau Rangga mengangkat panggilan yang entah dia tak tau siapa tanpa melihat menekan tombol warna hijau.


"Cari alamat keluarga Winata ku tunggu dalam wktu 15 menit " perintah Dave.


Rangga yang mendengar suara tegas itu langsung bangun dari tidurnya.


"Tu..... " belum juga dia menjawab sambungan telepon sudah terputus.


"Sayang ada apa " tanya istri Rangga.


"Sayang lanjutkan tidur mu, aku harus mengerjakan sesuatu" Rangga langsung pergi dari kamarnya.


"Tapi ini sudah larut sayang " teriak istri nya.


"Aku di ruang kerja " teriak Rangga.


*****


Dan benar tak perlu menunggu waktu 15 menit, Dave sudah mendapat kan notifikasi, apalagi jika bukan alamat yang dia pinta.


"Mereka tinggal tak jauh dari perusahaan ayah dan menantunya juga model yang naik daun itu " ucap Dave .


"Baiklah sepertinya aku harus istirahat " ucap Dave.


Dia perlu menenangkan tubuh dan pikiran, sebelum semua nya terkuras .


Maaf masih belum bisa double up, tapi sebisa mungkin update setiap hari 🙏🏻 mohon pengertiannya karna tubuh author kurang mendukung 🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2