
"Aku dengar ada yang kehilangan uang " tanya Karin.
"Maaf karin, sumpah bukan aku yang ambil uang itu " ucap Hana cepat.
"Hana aku tidak menuduh mu, aku hanya bertanya apa benar yang aku dengar tadi " ucap Karin, Hana mengangguk kepala dan menunduk kepala takut.
"Angkat pandangan mu jika orang bicara dengan mu " ucap Karin, dengan mata yang berembun Hana menatap Karin sahabat sekaligus pemilik butik tempat dia bekerja.
"Han, aku tak menuduh mu aku hanya bertanya pada mu, tapi kenapa kau menangis " tanya Karin.
"Jujur bukan aku yang ambil karin, tapi selama aku bekerja di sini uang butik selalu hilang sedikit sedikit " ucap Hana.
"Kau tenang saja, di butik ini ada CCTV yang tak di ketahui oleh siapa pun, ayo kita cek saja siapa pelaku nya, kau siap " tanya Karin.
"SIAP " jawab Hana mantap.
"Ayo kita cek " Ucap Karin.
Karin langsung mengeluarkan ponsel genggam milik nya, yang kebetulan sudah dia sambungkan dengan CCTV butik, selama Vidio berlangsung tak ada yang mencurigakan tapi tak lama saat kepulangan Hana pintu ruangan terbuka oleh seseorang, dan betapa terkejutnya dia saat melihat siapa yang masuk di dalam ruangan tersebut.
Setelah melihat semua Vidio yang terjadi, Karin langsung mengambil tindakan, dia tak ingin ada pencuri berkeliaran di butiknya, tepat saat toko ingin tutup semua karyawan di kumpulkan oleh Karin di ruang yang memang di khususkan untuk ada pertemuan.
"Selamat malam semua " ucap Karin.
"Malam Bu " jawab mereka serempak.
"Baiklah, saya tidak ingin berbicara panjang lebar , sebelum saya memulai apa ada yang tau kenapa saya kumpulkan semua kalian di sini " tanya Karin.
__ADS_1
"Apa kau tau "
"Tidak tau aku kan tidak dekat dengan Bu Karin "
"Apa kita di pecat "
"Apa gaji kita di naikan "
Bisik bisik para karyawan yang jelas Karin dengar, sedangkan pelaku dari masalah hanya main ponsel genggam dengan santai.
"Baik lah, saya tak ingin terlalu lama karna jam kerja akan segera berakhir " Karin menjeda ucapannya.
"Butik kehilangan uang " ucap Karin.
"Bagaimana bisa "
"kalau aku tau siapa pasti akan ku ceblos kan ke penjara "
keadaan di ruang tersebut semangkin heboh, setelah tau apa maksud mereka di kumpulkan dan jelas wanita yang duduk di ujung Sasa yang tadinya fokus dengan ponsel di tangan nya langsung spontan pucat Pasih mendengar itu semua.
"Sebelum saya akan membawa ini ke jalur hukum, mungkin ada yang ingin mengakui perbuatannya " ucap Karin memberi negoisasi.
"Mungkin kalian kira saya berbohong dengan ucapan saya, ya memang uang yang di ambil tak seberapa tapi saya tidak ingin memelihara pencuri di butik saya, saya akan hitung mundur dalam hitungan tiga jika tak ada yang mengaku maka akan siapa menerima konsekuensi nya "
"Ayo kita mulai bersama "
"Tiga ,,,,,,,, Dua ,,,,,,,, Sa,,,,,,tu " sampai mereka selesai menghitung pun masih tak ada yang mengaku.
__ADS_1
"Besar juga nyalinya, bahkan dia tak merasa takut " Karin membatin.
"Baiklah, berhubung tidak ada yang mau mengaku saya akan melaporkan ini ke penjara " ucap Karin.
"Han, mulai " perintahnya, setelah mendapatkan perintah Karin langsung memulai vidio yang mereka salin tadi.
"Nia .... " jawab mereka bersamaan.
Saat melihat diri nya di vidio Nia langsung bersujud di kaki Karin.
"Ibu saya mohon, jangan bawa masalah ini ke polisi Bu " mohon Nia.
"Saya terpaksa melakukan itu Bu " mohon nya lagi.
"Saya sudah memberi kesempatan untuk kau mengaku tapi kau masih tidak mengaku, Nia kau karyawan lama di butik saya jelas kau tau sifat saya " ucap Karin.
"Ibu saya mohon sungguh saya tidak bermaksud melakukan itu, saya akan ganti uang hilang itu Bu, tapi saya mohon jangan bawa ini ke jalur hukum " mohon Nia lagi.
Karyawan butik yang melihat itu merasa kasian, tapi semua yang kita lakukan harus di pertanggung jawabkan.
"Maaf Nia, sekarang bukan masalah nominal tapi kejujuran " ucap Karin.
"IBU SAYA MOHON " mohon Nia.
"Pak ....."
Happy reading guys, maaf jika masih banyak kata yang typo mohon masukan nya 🙏
__ADS_1