
Ceklek .....
"Ada apa ini " tanya Hana lembut, saat sudah membuka pintu.
Mendengar pintu dan suara lembut itu Amelia langsung membalikan badan bahkan mata nya sampai berkaca-kaca melihat mata yang sudah lama dia rindukan.
"Tiara " Amelia langsung berlari memeluk tubuh hana dengan tiba-tiba.
Tubuh Hana bahkan sampai terhenyak ke belakang, saat mendapat serangan yang tiba-tiba.
"Ma,,,,maaf nyonya saya ke kecek " ucap Hana dengan susah payah.
"Siapa wanita cantik itu "
"Bukan kah dia wanita model itu "
"Iya kau benar, dia wanita yang di televisi itu " bisik bisik para costumer.
..." AMELIA "...
"maaf maaf sayang mommy tidak Sengahja " ucap Amelia dengan tidak rela dia melepaskan pelukan nya.
"Maaf mba, nyonya ini ingin masuk ke ruangan mba " ucap Lia menjelaskan.
"Sayang ini mommy nak " ucap Amelia sambil mengusap wajah Hana.
Jujur Hana merasakan pelukan yang sangat ternyaman yang pernah dia rasakan tapi dia masih tak bisa menjawab ucapan wanita paruh baya di hadapan nya.
"Sayang kenapa kau diam nak, ini mommy nak " ucap Amelia sedih.
__ADS_1
"Nyonya masuk lah " ucap Hana mempersilahkan masuk, dengan senang hati Amelia masuk keruangan tempat Hana.
"Maaf boleh nona menunggu di luar " ucap Hana pada wanita yang ingin ikut masuk ke ruangan nya.
"Tapi .... " ucap suster terpotong oleh seseorang.
"Kalian bisa tunggu saya di luar " perintah Amelia.
"Baik nyonya " ucap mereka serempak, dengan berat hati mereka menunggu di luar.
Dan salah satu dari mereka langsung mengeluarkan ponsel nya.
"Nyonya duduk lah " ucap Hana mempersilahkan.
"Terima kasih nak " ucap Amelia sambil mengelilingi ruangan Hana.
"Nak kau ingin ke mana lagi " ucap Amelia saat Hana ingin melangkah.
"Di minum nyonya, maaf saya hanya ada air mineral " ucap Hana tak enak.
" Sayang apa kau tak ingat mommy nak " ucap Amelia sedih.
"Maaf siapa yang nyonya maksud " ucap Hana bingung.
Tes .....
Runtuh sudah air matanya, putri yang sangat dia rindu kan tak mengenali diri nya.
"Ini mommy nak "
****
__ADS_1
Sedangkan pria yang berada di kota terpencil, untuk sampai di sini mereka harus memakan waktu 3 jam lama nya dan di sini lah mereka di depan rumah yang sudah tak layak di huni, panti asuhan kasih.
"Kau yakin ini tempat nya " tanya Dave.
"Ya tuan, ini tempat nya " ucap asistennya.
"Tapi ini seperti gubuk yang sudah tak layak pakai " ucap dave.
"Tuan di sana ada anak kecil " tunjuk asisten nya, Dave langsung melihat arah yang di tunjukan asisten nya.
Ya benar, di sana ada seorang anak kecil yang mengintip nya di balik pintu.
"Ayo kita ke sana " ajak Dave, tapi saat dia ingin melangkah ponsel nya bergetar.
"Kau duluan saja " ucap Dave.
" Baik tuan " asisten nya yang bernama Rangga.
Setelah kepergian Rangga asisten nya, Dave langsung membuka pesan yang di kirim oleh bodyguard yang mengawal mommy nya.
Tuan kami sedang berada di salah satu butik terkenal yang ada di mall, dan nyonya sempat histeris saat memanggil seseorang yang di kira nya nona muda.
"Mommy " ucap Dave panik.
"Mana kunci mobil " ucap Dave bodyguard nya.
"Ini tuan " ucap bodyguard sambil menyerahkan kunci mobil.
"Selesaikan, jangan sampai ada yang tertinggal " perintah nya, dan Dave langsung menancap gas menuju mall.
"Kirim alamat mall nya " ucap Dave pada orang di sebrang sana, setelah di beritahu Dave langsung memutuskan Sabungan telpon.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir di karya receh author, dan jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain 🙏