Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 78


__ADS_3

Setelah makan siang sudah siap mereka akhir nya mereka sudah berada di meja makan, tapi mereka masih menunggu seseorang yang tak kunjung menunjukan batang hidung nya.


"Bik tolong panggilkan Putra saya " ucap Amelia.


"Bibik tunggu " ucap Tiara.


"Kenapa nona " ucap maid menghentikan langkah nya.


"Emmm, sepertinya masakan kita ada yang kurang deh " ucap Tiara.


"Oh iya,maaf nona nanti saya ambilkan " ucap maid saat menyadari ada yang tinggal.


"Tidak apa biar Tiara yang panggil Kaka " ucap Tiara .


"Baik nona " ucap maid.


Setelah kepergian maid dari sana, baru kah Tiara bangun dari duduk nya.


"Aduh " ucap Tiara.


"Tiara " panik mereka.


"Duduk lah nak, apa yang sakit " ucap Amelia panik.


"Karin tolong panggil kan putra ku " ucap Amelia.


"Baik ma " ucap Karin, langsung pergi menuju kamar Dave.


Setelah kepergian karin dari sana, Tiara langsung membenarkan pakaian .


"Nak " ucap Amelia bingung .


"Maaf ma, Tiara hanya bercanda " ucap Tiara tak enak.


"Ya Tuhan jantung mana rasa nya mau lepas " ucap Amelia mengusap dad* nya.


"Sorry ma, bukan nya mama menyukai sahabat Tiara, biar mereka semangkin dekat " ucap Tiara.


"Kau benar nak " ucap Amelia.


Maid yang mendengar apa yang di ucapkan majikan nya hanya bisa menggeleng kepala.


"Ada ada saja mereka " ucap maid tak habis pikir.


"Tapi nyonya sudah sering tersenyum saat nona muda sudah mengingat semua nya " ucap maid bahagia.


Sedangkan Karin yang berada di depan pintu kamar seseorang dan mengetuk pintu kamar yang sudah sedemikan rupa tapi masih juga tidak ada respon.


Tok Tok Tok


"Tuan and ada di dalam, tolong keluar lah Tiara tuan " ucap Karin panik, sambil mengetuk pintu kamar Dave.


"Ya Tuhan kemana perginya tuan Dave ini " ucap Karin .


"Tuan " ucap Karin lagi.


Dan tanpa sengaja pintu kamar Dave terbuka sedikit.


"Tidak di kunci " ucap Karin.


"Tuan anda ada di dalam " ucap Karin, saat memasukkan kepala nya.

__ADS_1


"Gelap " ucap Karin lagi.


Memberanikan diri Karin masuk kedalam kamar Dave, mencari cari saklar lampu yang ada di dinding.


Klek ....


Dan bertepatan dengan Dave yang keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang masih melilit di pinggang nya.


"Aaaarrrrggggg " teriak Karin, langsung membalikan badan nya.


"Ya Tuhan " kaget Dave sambil menyilangkan tangan nya.


"Kenapa kau ada di kamar ku " ucap Dave.


"Tuan cepat pakai pakaian mu, Tiara " ucap Karin.


Mendengar nama adik nya di sebutkan, Dave lagsung masuk kembali ke dalam kamar mandi dengan memakai pakaian dengan secepat kilat.


"Tiara ada apa dengan nya " ucap Dave panik.


"Tuan and sudah menggunakan pakai " ucap Karin yang masih menutup mata nya.


"Tentu saja, mangka nya buka mata mu " ucap Dave.


Dengan mengintip Karin melihat Dave la benar yang di ucapkan pria bertubuh kekar di sampingnya ini, dan syukur dia tidak bohong.


"Ada apa dengan Tiara " tuntut Dave.


"Tiara, dia sakit perut di bawah sana " ucap Karin.


"Ayo cepat tunggu apa lagi, ayo kita ke sana " ucap Dave tanpa sadar dia menarik tangan Karin menuju meja makan.


"Ma Ti,,,, Ara " Dave gak menyelesaikan ucapannya saat melihat mama dan adik nya duduk manis di kursi meja makan.


"Kalian tidak sedang menyebrang nak, ini mansion tidak akan ada kendaraan yang akan memisahkan kalian " ucap Amelia.


"Ya ampun mereka serasi sekali " ucap Tiara lagi.


"So sweet " ucap Tiara lagi.


Mereka langsung memandang tangan nya masing-masing, dan setelah menyadari nya Karin langsung menarik tangannya.


"Maaf aku tidak Sengahja " ucap Dave.


"Tidak apa-apa tuan " ucap Karin salah tingkah.


"Tiara bukan nya kau sakit perut tadi " ucap Karin curiga.


"Tadi nya iya, untung mama sudah mengobati nya jadi sudah hilang deh " ucap Tiara cepat.


"Sepertinya aku punya bakat acting ini " Tiara membatin.


"Benar kah " ucap Dave ragu.


"Benar Kaka, untuk apa Tiara bohong " ucap Tiara membenarkan.


"Benarkah ma, kalian tidak sedang menipu kami kan " ucap Dave .


"Tentu saja tidak " ucap Amelia .


Tapi Dave tak mudah percaya, Dave lagsung mendekati adik nakal nya, dia ingat betul sifat adik perempuan .

__ADS_1


"Kaka ada apa " ucap Tiara panik, saat Dave melangkah mendekatinya.


Dan di luar dugaan mereka, Dave langsung memasukan tangan nya di dalam baju Tiara, hanya satu detik setelah itu Dave mengeluarkan kembali tangannya nya.


"Kaka rasa obat nya sangat mahal " ucap Dave, saat mencium tangan yang tak menemukan bau apa pun .


"Selamat kalian berhasil " bisik Dave.


"Sudah lah ayo kita makan " ucap Dave .


"Masih sama seperti dulu, gak mudah mengelabuhi DAVE PUTRA SWITH " ucap Tiara membatin.


"Putra ku memang cerdik " Amelia membatin.


"Benar ayo kita makan nanti makan nya keburu dingin " ucap Amelia lagi.


"Tunggu Tunggu " ucap Tiara menghentikan langkah Karin yang ingin mengitari meja makan.


"Ada apa " tanya Karin.


"Itu kursi Tiara mulai sekarang, jadi sahabat ku duduk lah di sini " ucap Tiara, mempersilahkan Karin duduk di samping kakak laki-laki nya.


"Tapi aku bisa di samping mu " ucap Karin keberatan.


"Di samping ku, akan ada Yang menempati " ucap Tiara lagi.


"Sudah lah duduk saja di samping ku, atau kau sedang menjaga hati seseorang " ucap Dave ambil bicara.


"Tidak tuan " ucap Karin, mau tak mau Karin duduk di samping Dave .


Setelah sahabat nya duduk di samping kakak laki-laki nya, Tiara senyum penuh kemenangan, sedangkan Amelia hanya bisa menggeleng dengan sifat putri bungsu nya yang memang tak pernah berubah dari kecil.


Tapi dia bersyukur dengan kembalinya putri sulung SWITH, mansion kembali bewarna saat kembali nya dia dan ini dengan kembalinya ingatan putri nya.


Itu sudah sangat cukup, tapi jika boleh meminta dia ingin kembalinya suami tercinta nya, biar tak hanya dia yang bisa melihat tumbuh kembang putra putri mereka.


"Sudah ayo kita mulai " ucap Amelia.


"Karin kakak jika akan sekali mama yang ambilkan, berhubung kau yang dekat tolong gantikan tugas mama " ucap Tiara lagi.


"Baiklah " ucap Karin pasrah.


"Sini piring anda tuan " pinta Karin, setelah Dave memberikan piring nya dengan sigap Tiara ucapan masakan apa yang di inginkan kakak nya.


Amelia hanya bisa menggeleng kepala melihat semangat nya putri nya kali ini.


Malam siang berlangsung dengan sunyi dan hikmat hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang mengisi kekosongan acara makan siang nya.


"Tiara akan ke kamar dulu, untuk membereskan barang-barang Tiara " ucap Tiara, setelah menyelesaikan acara makan siangnya dan di sinilah mereka berkumpul di ruang keluarga


"Baik lah, mama juga ingin istirahat " ucap Amelia.


Tinggal lab mereka berdua yang ada di sana, dengan kediaman masing-masing.


"Kau tidak ikut membereskan barang mu " ucap Dave, akhir nya dia buka suara.


"Semua barang ku sudah berada di kopet tuan, jadi tidak ada yang perlu aku siap kan lagi " ucap Karin.


"Oh " ucap Dave, setelah itu mereka diam kembali tak ada yang memulai bicara.


"Ya ampun kenapa Kaka tidak pernah berubah, kaku sekali "

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain, bisa langsung klik profil author biar bisa melihat cerita karya author 🤗 😍


__ADS_2