Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 84


__ADS_3

"Sepertinya jantung ku sedang bermasalah " ucap Dave membatin.


Sedangkan karing yang masih berada di parkiran memandang mobil yang di kendarai Dave tidak terlihat lagi baru dia masuk kembali ke dalam rumah sakit.


"Dasar kulkas berjalan, kaku sekali dia " ucap Karin mengomel.


"Hati-hati di bilang gila jika kau di lihat bicara sendiri " ucap seseorang.


Karin langsung memandang asal suara, siapa tau mahluk gaib kan, dan ternyata ...


"Saputra " ucap Karin.


"Kenapa kau kaget begitu " ucap Saputra.


"Tidak, bukannya kau sedang di ruangan mu tadi kenapa tiba-tiba kau sudah ada di sini, atau jangan-jangan kau punya ilmu hitam lagi " ucap Karin.


"Ada-ada saja kau ini, sudah lah aku harus pergi titip rumah sakit " ucap Saputra .


"Kenapa dia buru-buru sekali, apa dia sedang di kejar rentenir " ucap Karin sendiri.


"Ah masa iya, ayah nya saja pemilik rumah sakit ini, sudah lah lebih baik aku kembali ke ruangan ku mencicipi kue buatan Hana, eh Tiara maksud ku " ucap nya sendiri.


*****


Sedangkan di mansion yang megah, wanita paruh baya selalu memaksa wanita cantik yang dari tadi menolak ajakan nya.


"Ayolah sayang, mulai sekarang ayo ubah penampilan mu " ucap Amelia memaksa yang entah kesekian kalinya.


"Mama, Tiara sudah nyaman seperti ini memangnya ingin seperti bagaimana lagi " ucap Tiara.


"Sayang kan sebentar lagi kau akan kuliah, jadi penampilan mu harus beda dan wow begitu " ucap Amelia lagi.


"Ma Tiara ke sana juga pergi belajar bukan jadi model ma" ucap Tiara lagi.


"Mama tidak mau tau sekarang ayo kita pergi, mama tidak menerima penolakan dari mu sayang " ucap Amelia langsung pergi dari kamar putrinya.


"Mama sudah seperti anak kecil yang tidak di beri mainan saja " ucap Tiara .


Mau tak mau Tiara mulai bersiap-siap sebelum mama nya kesal karna mendapat penolakan.


Sedangkan Amelia yang menunggu di ruang tamu sambil memainkan ponsel nya.


"Ma jadi pergi " ucap Tiara yang sudah siap dengan pakaian nya.



"Jadi dong " ucap Amelia tanpa melihat putrinya, tapi saat dia sudah menyelesaikan main ponsel nya Amelia langsung memandang putrinya .


"Oh my God, putri mama cantik sekali " ucap Amelia takjub.


"Perasaan Tiara biasa saja " ucap Tiara.


"Sudah lah ayo kita pergi " ucap Amelia lagi.


Mereka memutuskan akan pergi belanja sebelum putrinya berangkat ke London melanjutkan pendidikan.


****


Sedangkan wanita paruh baya dan putra nya yang menemaninya dari tadi dengan wajah yang masam membuatnya geli.

__ADS_1


"Apa putra mommy tidak senang menemani mom " ucap Tasa.


"Mom bukan Saputra tidak senang, hanya saja mom bilang tadi pusing dan sekarang malah di mall come on mom, Saputra sedang sibuk " ucap Saputra .


Bagaimana tidak saat dia sibuk dengan pekerjaan nya, mommy nya bilang dia pusing dengan buru-buru Saputra menyetir tapi buktinya mommy nya sibuk dengan ponsel nya.


"Sorry sayang, tapi jika bukan dengan cara begitu kau pasti tidak akan mau menemani mommy " ucap Tasa lagi


"Lain kali jangan lakukan hal sepeti ini mom, ingat ucapan adalah doa " ucap Saputra lagi.


"Baik sayang " ucap Tasa.


"Mom lihat siapa, apa mom sudah buat janji " ucap Saputra saat melihat mommy nya melihat ke arah pintu masuk restauran.


"Kau tunggu saja " ucap Tasa lagi.


"Baiklah " ucap Saputra pasrah.


Selagi menunggu Saputra memutuskan untuk memainkan ponsel nya, dan dalam hitungan detik dia sudah larut dalam pekerjaan nya.


****


Sedangkan Amelia dan Tiara baru saja sampai di restauran yang sudah mereka janjikan.


"Ma untuk apa kita datang di restauran ini " ucap Tiara.


"Untuk bertemu dengan teman lama mama, dan habis ini baru kita pergi ke butik " ucap Amelia.


"Bapak bisa pergi minum atau makan di mana saja yang bapak mau, nanti jika kami sudah selesai akan saya hubungi dan iya ini uang untuk minum " ucap Amelia menyerahkan uang warna merah, entah berapa jumlahnya itu.


"Kebanyakan nyonya, satu gembar saja sudah cukup " ucap supir lagi.


"Tidak apa-apa pak, anggap saja ini bonus untuk bapak " ucap Amelia lagi.


"Amin, kalau begitu kami masuk dulu pak " pamit Amelia.


"Mari pak " ucap Tiara ramah.


"Hati-hati nyonya, nona " ucap supir.


Saat Amelia sudah menemukan restauran yang mereka janjikan, tanpa pikir panjang Amelia langsung masuk dan melihat sekitar.


"Di sini " ucap rasa melambaikan tangan.


"Ayo sayang kita ke sana " ajak Amelia, Tiara hanya mengikut saja.


"Lama sekali kita tidak bertemu, bagaimana kabar mu " ucap Amelia, sambil cepika-cepiki.


"Baik, bagaimana dengan mu " tanya balik Tasa.


"Sangat baik, setelah aku menemukan putri ku " ucap Amelia.


"Perkenalkan dia putri ku, Tiara Delisha putri "Ucap Amelia.


"Tante " ucap Tiara.


"Kau, ya tuhan lama sekali kita tidak bertemu " ucap Tasa langsung memeluk Tiara.


Jangan di tanya reaksi Amelia, dia bingung dan begitupun Saputra yang duduk dengan diam mengingat wanita yang di peluk mommy nya.

__ADS_1


"Kalian saling mengenal " ucap Amelia.


"Tidak terlalu, tapi sempat berapa kali bertemu " ucap Tasa lagi.


"Dan ini putra ku " ucap Tasa kemudian.


"Saputra Tante " ucap Saputra ramah.


"Si cengeng " ucap Saputra.


"Auuuu,,,, mommy kenapa cubit putra " protes Saputra.


"Kalian saling mengenal nak " tanya ameli.


"Tidak, tapi dia pernah menemani Tiara saat Tiara sakit " ucap Tiara jujur.


"Bukan sakit Tante, tapi lebih tepat nya menangis " ucap Saputra lagi.


"Putra jaga ucapan mu " ucap Tasa.


"Bagaimana benarkan, si cengeng " ucap Saputra lagi, tanpa memperdulikan apa yang di ucapkan mommy nya.


"Benar sekali " ucap Tiara.


"Sudah lupakan saja, bagaimana jika kita pesan makanan saja " ucap Tasa.


"Iya tidak ada salah nya " ucap Amelia lagi .


******


Sedangkan pria tampan yang berada di ruangan nya dengan berkas di tangannya, tiba-tiba pintu ruangan di ketuk oleh seseorang.


Tok Tok Tok


"Masuk " ucap Dave.


Ya, pria tampan yang duduk di kursi kebesarannya itu adalah Dave, si pria dingin yang tak peka dengan sekitar nya .


"Tuan, ini yang anda minta " ucap Rangga menyerahkan hasil kesehatan pasien.


"Kau sudah melihat hasil nya " tanya Dave.


"Maaf tidak tuan, karna hasil nya baru saja keluar " ucap Rangga lagi.


"Baiklah, kau boleh lanjutkan pekerjaan mu " ucap Dave.


"Baik saya permisi tuan " ucap Rangga.


Tapi hanya berapa langkah saja, seseorang langsung menghentikan langkahnya.


"Tunggu " ucap Dave


"Saya tuan, maaf anda membutuhkan sesuatu " ucap Rangga lagi.


"Tidak jadi, pergilah " ucap Dave ragu.


"Baiklah " ucap Rangga lagi, tapi lagi dan lagi batu saja berapa langkah di di hentikan lagi.


"Tuan sebenarnya apa yang terjadi " ucap Rangga kesal.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya jatuh cinta "


Jangan lupa untuk mampir di karya terbaru author yang berjudul Lady Queen, yang sudh mampir author ucapkan terima kasih 🙏🏻💞


__ADS_2