Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 38


__ADS_3

"apa kau chef " ucap Karin dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"habiskan dulu makanan yang ada di mulut mu baru bicara " beritahu Hana.


"hehehe,,,, sorry baby habis ini enak banget " ucap Karin lagi.


"kalau kau suka habiskan lah " ucap Hana.


"kau memang yang terbaik " ucap Karin bahagia.


entah lah kenapa dia suka dengan masakan sahabat nya, mungkin dia terlalu lama hidup sendiri, jika kalian bertanya di mana kedua orang tuanya mereka sibuk dengan dunianya masing-masing.


"ah,,,,,,,,, jika mengingat itu dia jadi sedih " Karin menghentikan makan nya.


"hey karin, kenapa kau menghentikan makan mu " tanya Hana khawatir, karna melihat perubahan wajah sahabatnya.


"karin, apa kau mendengar ku " ucap hana, sambil melambaikan tangan di hadapan Karin, tapi masih sama tak ada jawaban dari sahabatnya.

__ADS_1


"Karin " ucap Hana pelan sambil menyentuh lengan sahabatnya.


"ha ,,,,,, iya hana apa kau bicara dengan ku " ucap Karin baru sadar dari lamunannya.


"apa kau baik baik saja Karin " tanya Hana lagi.


"Ti ,,,, tidak kok hana " ucap Karin terbata.


"Karin, jika kau ada masalah jngan sungkan untuk berbagi dengan ku bukan kah kita sahabat, lalu untuk apa kita main rahasia bukan kah semua rahasia ku ada pada mu " ucap Hana lembut.


"jujur aku rindu dengan ke dua orang tua ku " beritahu Karin.


"mereka sibuk dengan dunia mereka masing-masing Han, bahkan untuk menanya kabar ku saja mereka tak sempat apa lagi untuk masak makanan " ucap Karin.


"Karin mereka sibuk juga ingin biar kau hidup enak " ucap Hana.


"kalau aku boleh meminta aku ingin hidup sederhana saja tapi aku merasakan kasih sayang yang cukup Han, aku juga sudah sukses sekarang lalu apa lagi yang ingin mereka kejar bukan kah sudah saat nya aku yang berbakti pada mereka, membahagiakan mereka dengan apa yang ku punya tapi apa buktinya semua yang ku punya tak cukup bagi mereka, mereka bilang aku anak tak berguna " ucap Karin mengeluarkan unek-unek yang ada di hatinya.

__ADS_1


"karin, tapi kau harus bersyukur masih mempunyai orang tua yang lengkap sedangkan aku, aku hidup di panti asuhan dari kecil bahkan aku tidak tau siapa kedua orang tua miris bukan " ucap Hana tersenyum getir dengan nasib nya.


"han, maksud mu " ucap karin.


"ya benar apa yang mantan mertua ku ucapan kan, aku tak hanya udik kampungan dan berasal dari bobot bebet yang benar, seharusnya kau bersyukur masih mempunyai apa yang tak ku punya karin hidup mu sudah terjamin sedangkan aku boro-boro terjamin " ucap Hana .


"hana tak baik bicara begitu, kau bisa lebih sukses dari pada aku " ucap Karin.


"semoga saja doa mu terkabul kan karin " ucap Hana .


"lalu apa kau tak berniat untuk mencari kedua orang tua mu " tanya Karin .


"entah lah Karin, dulu aku sempat berpikir ingin mencari kedua orang tua ku tapi sayang Tuhan memang tak berpihak pada ku, tak ada petunjuk yang aku punya " beritahu hana.


"kan kau bisa tanya dengan ibu panti tempat kau tinggal " usul Karin.


"aku pernah mencobanya tapi ibu panti tak menjawab "

__ADS_1


maaf jika masih banyak kata yang typo, mohon masukan dan saran nya 🙏


__ADS_2