Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 55


__ADS_3

"Pak ..... " panggil Karin.


"Saya Bu " ucap security yang memang sudah ada di balik pintu.


"Bawa dia keluar dari butik ini " usir Karin.


"Baik Bu " ucap nya patuh.


"Tidak ,,,,,, Ibu saya mohon " mohon Nia.


"Tidak ...... " teriak Nia, saat security menyeret nya dengan paksa.


"Ayo ....." ucap nya garang, pas saat tepat di samping Hana Nia menghentikan langkahnya.


"Ini semua gara gara kamu, lihat saja aku tak akan tinggal diam akan ku pastikan kau menderita " bisik Nia.


"Ayo cepat " seret security, setelah kepergian Nia dari ruangan tinggal mereka yang diam tak berani berbicara.


"Mungkin saya terlalu baik selama ini, sampai-sampai kalian meremehkan saya sebagai pemilik butik ini "Ucap Karin.

__ADS_1


"Dan ingat saya tidak main-main dengan ucapan saya, bahkan jika di antara kalian anak direktur atau presiden pun saya tidak pernah takut untuk menuntut kalian, jadikan pelajaran dari semua ini " pesan Karin.


"Dan asal kalian tau siapa wanita yang ada di samping saya, Hana " ucap Karin, Hana yang merasa nama nya di sebut langsung mengangkat pandangan.


"Dia sahabat saya, yang sudah saya anggap seperti adik saya sendiri, jadi jika kalian mengusik nya maka sama saja kalian mengusik saya, mengerti " ucap Karin.


"Mengerti Bu " jawab mereka serempak.


"Bagus, saya harap kejadian ini tak terulang lagi dan pertemuan selesai, terima kasih atas waktunya maaf jika mengambil waktu kalian saya anggap ini semua lembur dan semua nya boleh bubar " ucap Karin.


"Ayo Han kita pulang " ajak Karin.


"Sumpah aku takut dengan kemarahan ibu Karin, ini pertama kali aku melihat ibu Karin semarah ini " ucap karyawan, setelah kepergian karin.


"Iya kau benar, walau ibu Karin tidak bicara dengan suara meninggi tapi setiap kata yang dia ucapakan seakan akan menusuk orang yang mendengar " ucap nya menimpali.


"Iya kau benar, kasian ya Nia dia di pecat dari butik ini "


"Itu juga salah nya, itu sebabnya kita tidak boleh melakukan kecurangan bahkan dengan cepat di ketahui ibu Karin" Lia menimpali.

__ADS_1


"Iya kau benar, bahkan aku sampai takut untuk mendekat dengan Hana "


"Mendekat boleh, tapi jangan sampai melukai nya, jelas terlihat dari mata ibu Karin jika dia sangat menyayangi Hana " ucap nya.


"Oh iya kau pulang naik apa " tanya Lia, saat sudah berada di luar, saking asik nya mereka bicara sampai tak menyadari jika merasa sudah di luar.


Sedangkan mobil sport yang di naiki oleh dua orang wanita seakan akan tak ada orang di dalam nya karna begitu sunyi tak ada yang memulai bicara.


"Karin, apa semua yang tadi kau lakukan tak berlebihan " ucap Hana, akhirnya Hana tak tahan dengan kesunyian yang berlangsung.


"Hana orang sepertinya tidak di biarkan, ibarat kata pepatah di beri hati minta jantung " ucap Karin lagi.


"Tapi kan orang bisa berubah Karin, kita bisa tanya dia dengan baik-baik kenapa dia melakukan itu " ucap Hana lagi, Karin langsung menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan dengan perlahan bahkan dia sampai menepikan mobilnya.


"Hana bisa kah kau jadi wanita jangan terlalu baik, tak semua orang bisa berubah bahkan sebelum kau masuk di butik pun dia sudah pernah mencuri uang butik hanya saja aku diam, dan kau lihat ini aku diam dia semangkin menjadi " ucap Karin panjang lebar.


"Haaa, maksud mu ini bukan yang pertama kali nya dia mencuri uang butik " ucap Hana terkejut.


"Yups benar sekali kawan, ah sudah lah jangan bahas dia, lebih baik kau pikir kan menu apa untuk besok " ucap Karin geli, langsung melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


"Giliran makanan aja cepat " ucap Hana tak habis pikir.


Jangan lupa untuk dukung terus karya Lili Anti, dan terima kasih yang sudah setia menemani author sampai sekarang 🤗 💞


__ADS_2