
"seperti nya " ucap nya tersenyum miring.
"kenapa senyum me begitu " ucap seseorang yang tanpa Sengahja melihat sahabat nya tersenyum mengerikan menurut nya.
"nanti kau akan tau juga " ucap nya santai.
"jangan melakukan hal yang macam-macam Nia, bisa-bisa kita di pecat di sini " ucap nya.
"bukan nya kau juga tak menyukai nya, jadi kita bisa bekerja sama untuk menyingkirkan nya dari sini " ucap nya berbisik.
"kita tidak akan ketauan seperti yang pernah aku lakukan sebelum nya, jika kau tak membuka mulut " ucap nya santai.
"terserah kau saja, nanti jika terjadi sesuatu jangan bawa-bawa diri ku " ucap nya takut.
"kau tenang saja, tapi aku perlu bantuan mu " ucap nya tersenyum misterius.
"apa itu, jangan aneh aneh "pesan nya.
"tidak, kau hanya perlu membuat nya tidak betah di sini dan sisa nya diri ku " ucap nya, seakan akan dia sudah menyiapkan semua nya.
*****
setelah delapan jam lama nya akhirnya jam pulang pun tiba, begitupun dengan Karin yang berada di perjalanan menuju butik nya.
__ADS_1
"selamat sore Bu Karin " sapa karyawan butiknya termasuk Nia , ya sekarang dia sudah berada di butik nya setelah menempuh perjalan sekitar 40 menit.
"sore, bagimana keadaan butik " tanya Karin.
"hari ini sangat ramai Bu, bahkan kami sampai kewalahan untung saja tadi Bu Hana ikut membantu " beritahunya.
"baik lah, lanjutkan pekerjaan kalian saya ingin menemui nya " ucap Karin.
"baik Bu " mereka langsung bubar, melanjutkan tugas nya masing-masing.
sedangkan Hana yang berada di ruangan membereskan kertas kertas habis dia mempelajari keuangan butik, sampai sampai tidak menyadari Seseorang yang sudah berada di ambang pintu.
"ehmmmm ........ " mendengar suara seseorang Hana langsung menghentikan kegiatannya.
"kapan ibu bos sampai " ucap Hana tak kalah gurau nya.
"oh my God, panggilan apa lagi itu " ucap Karin jengkel.
"jangan jutek gitu dong Bu bos, nanti cantik nya hilang " bukan nya berhenti malah semngkin jadi.
"oh kenapa kau menjengkelkan sekali " ucap karin.
"benar bukan jika kau bos ku " ucap Karin.
__ADS_1
"ya tapi aku tak suka di panggil ibu oleh mu, kita tak jauh beda ya walaupun aku lebih tua sedikit dari mu " ucap Karin mengakui jika dia tua berapa tahun.
"it's okey, tapi kau sangat cantik Bu bos " puji Hana.
"jika lama lama di sini bisa bisa aku semangkin naik darah oleh mu, ayo kita pulang " ajak karin, tapi saat dia ingin berbalik tanpa Sengahja dia menemukan paper bag yang berada tak jauh dari nya, ya dia sangat mengenali paper bag itu.
"apa kau membeli sesuatu di butik ku " tanya Karin penasaran.
seakan mengerti apa yang di ucapkan sahabat nya, Hana langsung mengambil paper bag yang dia simpan tak jauh dari nya.
"tidak, ini aku di kasih costumer, tapi aku sudah menolak nya dia tetap saja memaksa " beritahu Hana.
"hohoho, baru pertama kali bergabung di butik ku kau sudah dapat hadiah dari costumer " ucap Karin bangga.
"by the way, yang kasih pria apa wanita " kepo Karin lagi.
"jangan Ngada Ngada Karin, jelas dia wanita " ucap Hana.
"bagaimana bisa, apa kau mengenal nya sebelum nya " tanya Karin.
"aku tak mengenal nya, tapi dia pernah membantuku di saat pernikahan suami ah ralat mantan suami " ucap Hana lesu.
"Han ......."
__ADS_1
jangan lupa untuk terus dukung karya author yang lain 🙏 yang sudah setia menemani author sampai sekarang author sngat berterima kasih 😍🤗