Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 65


__ADS_3

Drrrrrr Drrrrr


Sebelum Dave menjawab panggilan Dave melihat id penelepon.


"Hello " ucap Dave di sebrang sana.


"Maaf tuan jika saya mengganggu waktu anda, tapi ini masalah nona muda " ucap Rangga di sebrang sana.


"Kau yakin tidak ada yang tertinggal sedikitpun " ucap Dave.


"Yakin tuan " ucap Rangga mantap.


"Okey jika begitu, kau harus ke rumah sakit pusat sekarang " perintah Dave.


"Apa yang harus saya lakukan di sana tuan " tanya Rangga lagi.


"Kami melakukan tes DNA dan docter bilang jika hasil tes nya akan cepat keluar jika di kantor pusat, dan kau mengerti apa maksud ku sekarang " ucap Dave panjang lebar.


"mengerti tuan, akan saya laksanakan " ucap Rangga.


"Aku tunggu di mansion utama " setelah itu Dave langsung memutuskan sambungan telepon nya.


****


Sedangkan Amelia dan Karin yang berada di ruang inap Hana menunggu dengan sabar saat Hana siuman.


"Apa ada yang masuk saat mama keluar " tanya Dave pada bodyguard yang menjaga pintu.


"Tidak ada tuan " ucap salah satu bodyguard.


"Bagus " setelah itu Dave langsung masuk ke dalam ruangan inap Hana.


"Ma ..... " sapa Dave saat sudah memasuki ruangan Hana.


"Nak, dari mana saja kau lama " tanya Amelia.


"Emmm, ada sedikit pekerjaan yang harus Dave selesai " ucap Dave.


"Bagaimana apa dia masih belum siuman " ucap Dave.

__ADS_1


"Belum nak " ucap Amelia sedih.


"nyonya sabar lah, saya yakin Hana pasti kuat melewati ini " hibur Karin.


"Apa kau sahabat baik Tiara nak " tanya Amelia.


"Emmmm, bisa bisa di bilang begitu nyonya " ucap Karin.


"Tante saja, tidak perlu menggunakan nyonya segala " ucap Amelia lagi.


"Baik lah " ucap Karin.


"Suster, pulang lah biar kami di sini " ucap Dave.


"Baik tuan, nyonya saya izin pulang " pamit suster.


"Baik, hati-hati ya sus " ucap Amelia.


"Maaf doctor Karin boleh saya bertanya sesuatu " ucap Amelia.


"Tentu Tante, apa itu jika saya boleh tau " ucap Karin.


"Maaf Tante saya tidak tau pasti, tapi selama saya mengenal Hana dia wanita yang baik dan sangat lembut dan masalah dia bahagia atau tidak Hana terlalu pintar menyembunyikan sesuatu dia selalu tersenyum bahkan dia selalu diam saat di caci dan di rendahkan oleh nenek lampir itu " ucap Karin marah mengingat pertemuan nya dengan Riska.


"Siapa yang kau maksud nenek lampir itu " tanya Dave.


"Apa Tante dan tuan sebelum nya melihat Vidio itu " tanya Karin balik, mereka mengangguk.


"Saya juga tidak tau nama nya, tapi yang jelas wanita itu yang selalu mencaci maki Hana dan ya suami kurang ajar nya " ucap Karin marah.


"Suami " ucap mereka bersamaan.


"Jadi dia sudah menikah " ucap Amelia sedih, terlalu banyak yang dia lewatkan bersama putri nya.


"Iya benar Tante, tapi sayang pernikahan nya tak bertahan lama karna dia tak memiliki keturunan sampai sekarang, bahkan suaminya dengan tega talak 3 dengan sepucuk surat dan 1 kartu ATM yang tak tau berapa nilai nya dan saat itu juga Hana drop bahkan masuk rumah sakit, mulai saat itu Hana bertingkah aneh, selalu diam dan saat tidur dia selalu mimpi yang aneh dan pusing yang teramat seperti sekarang " ucap Karin panjang lebar.


"Hiks,,,,,, Hiks,,,,,,, "


"KURANG AJAR " marah Dave.

__ADS_1


"Maaf jika benar Tante dan tuan keluarga Hana, saya berharap Hana tak merasakan penderitaan lagi " harap Karin.


"Akan ku pastikan itu " ucap Dave mantap.


Karin sedikit lega mendengar nya, setidak nya sahabatnya ada yang menjaga da melindungi.


"Tante jangan bersedih bayangkan jika Hana melihat Tante sedih dia juga akan sedih Tan " ucap Karin menenangkan.


"Karin benar ma, tenangkan diri mama " ucap Dave.


"Ta,,,, tapi Tiara hidup menderita selama ini nak, hiks ,,,,, Hiks " ucap Amelia sedih.


"Sekarang kita akan pastikan bahwa sakit ini terakhir yang akan di rasakan Tiara " ucap Dave mantap.


"Mama tenang lah, jika Tiara pulih dan dia tak mengingat apapun kita akan kembali ke Amerika " ucap Dave.


"Amerika " ucap Karin.


"Ya, selama ini kami tinggal di Amerika dan jika tes DNA nya sudah keluar dan benar dia Tiara maka kami akan membawa nya kembali ke Amerika demi kebaikan nya " ucap Dave


"Tapi kita baru kembali nak " ucap Amelia lagi.


"Mama ingin Tiara mengingat kita " Amelia mengangguk.


"A,,,,, Air " ucap Hana lemah, Amelia yang mendengar suara lemah Hana langsung berlari mendekati kasur tempat Hana berbaring.


"Sayang kau sudah sadar " ucap Amelia sedih.


Karin langsung memeriksa keadaan Hana saat melihat Hana sadarkan diri.


"Apa yang kau inginkan nak " ucap Amelia.


"A,,, air " ucap Hana lemah.


"Kau ingin air nak " ulang Amelia, sebagai jawaban Hana hanya mengerjakan mata.


"Ini air nya nak" dengan sigap Amelia membantu Hana untuk minum.


"Apa yang kau rasakan Hana "

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain cinta 🥰 terima kasih yang sudah bertahan sampai sekarang 😉 semoga suka sama cerita nya 😍


__ADS_2