Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 98


__ADS_3

Setelah kejadian lamaran dadakan di kampus Tiara, mereka semangkin dekat dengan masing-masing.


Dan sekarang di sinilah mereka, di restoran ternama yang ada di London.


"Duduk lah " ucap Michel, dengan sigap dia membantu memundurkan kursi untuk Tiara.


"Terima kasih " Ucap Tiara.


"Yes baby " ucap Michel.


"Ha ,,,,,, " ucap Tiara.


"Ya baby, kita akan menikah tapi kenapa masih aku kamu, tidak romantis " ucap Michel.


"Lalu harus menggunakan apa " ucap Tiara.


"Baby, honey, sayang, sweet " ucap Michel.


"Tidak, tidak, aku tidak terbiasa mengucapkan itu " ucap Tiara.


"Mari kita biasakan mulai sekarang, latihan dari sekarang " ucap Michel.


"Sayang " ucap Michel.


Ah, wajah Tiara sudah memanas mendengar ucapan Michel padanya .


"Sayang kenapa wajah mu merah " ucap Michel.


"Tidak, aku ingin ke toilet " ucap Tiara langsung pergi.


"Kenapa dia menggemaskan sekali " ucap Michel.


Saat kepergian Tiara, Michel langsung memesan makanan dan untung saja dia sudah cari tau makan apa yang di sukai nya.


"Maaf aku lama " ucap Tiara.


"Maaf sayang " ucap Michel memperbaiki.


"Katakan sayang " ucap Michel.


"Maaf sayang " ucap Tiara.


"Good sweet " ucap Michel.


"Untung saja aku sudah latihan di toilet tadi " ucap Tiara membatin.


Makan siang berjalan dengan hikmat, walau sedikit canggung tapi mereka harus membiasakan.


*****


Sedangkan di sana seorang pria menunggu di dlam mobilnya, saat melihat wanita nya dia langsung membunyikan klakson mobil nya.


"Maaf jika lama " ucap Karin setelah masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Deg


"Sini aku pasangkan sabuk pengaman nya " ucap Dave, Hampir saja wajah mereka bertemu.


"Kenapa kau tegang begitu " ucap Dave.


"Tidak tidak " ucap Karin.


Setelah selesai memasang sabuk pengaman, baru Dave menjalan kan mobilnya.


"Karin " panggil Dave.


"Iya " ucap Karin.


"Aku tidak pernah melihat kedua orang tua mu selama ini" ucap Dave hati-hati.


"Mereka sedang di luar negeri " ucap Karin.


"Apa mereka bekerja " ucap Dave.


"Ya " ucap Karin .


"Sampai melupakan kewajiban nya, karna di sini putri nya memerlukan kasih sayang " Karin membatin.


"Di mana di tinggal, dan kapan kau ingin memperkenalkan diri ku pada mereka " ucap Dave.


"Akan aku pikirkan " ucap Karin.


"Tidak ada " ucap Karin, tapi Dave melihat mata kekasihnya memerah menahan tangis.


"Maafkan aku " ucap Dave langsung meminggirkan mobil nya dan langsung memeluk kekasihnya yang sudah menangis.


"Maaf jika aku membuat mu bersedih " ucap Dave tulus.


"Mereka jahat, merek membiarkan ku sendiri, aku juga ingin seperti yang lain, bisa berkumpul dengan keluarga nya, aku benci mereka, kenapa mereka meninggalkan ku hanya demi harta, aku putri aku rela bekerja keras untuk membuat mereka berhenti bekerja dan tinggal bersama ku, tapi ternyata apa yang ku punya tidak cukup bagi mereka, mereka jahat ,,, Hiks " tangis Karin pecah.


Deg


Pukulan demi pukulan Karin berikan pada tubuh Dave, tapi itu tidak sesakit dengan apa yang di rasakan wanita di pelukan nya.


Wanita yang terlihat cuek, menyebalkan, dan selalu tersenyum pada adik dan mama nya ternyata dia rapuh .


"Jangan merasa sendiri ada aku di sini " ucap Dave.


"Mereka jahat Dave " ucap Karin sedih.


"Tidak ada orang tua yang jahat pada anak nya " ucap Dave


"Tidak aku tidak percaya itu " ucap Karin.


"Aku tidak minta harta nya, cukup berada di sisi ku biar aku yang bekerja aku juga ingin merasakan sarapan bersama keluarga ku, memasak bersama, cerita dengan nya, bagaimana hari hari yang aku lewati " ucap Karin.


Dave diam membiarkan kekasihnya mengeluarkan semua nya yang ada di hatinya, dan dia pernah membaca jika wanita banyak bicara, wanita hanya perlu di dengarkan bukan di salahkan dan yang lain, dan benar saja setelah semua Karin keluarkan dia langsung diam dan ternyata dia terlelap.

__ADS_1


"Kau wanita kuat " ucap Dave .


Cup


Setelah itu dia langsung melanjutkan jalan nya, menuju mansion mereka, mana mungkin dia membawa kekasihnya di apartemen milik Karin.


Setelah memakan waktu sekitar 15 menit akhirnya mereka sampai di mansion utama SWITH, Dave langsung mengendong Karin yang masih terlelap.


"Selamat datang tuan " ucap maid yang membuka kan pintu.


Shuutttt


Maid langsung dia saat Dave memberi isyarat untuk diam, dan begitupun dengan Amelia yang ingin membuka suara.


Amelia langsung menuju kamar tamu, dan membuka pintu untuk Dave .


"pelan pelan " ucap Amelia.


"Ada apa dengan nya Dave " ucap Amelia saat Karin sudah mereka letakan di kasur .


"Dia habis nangis " ucap Amelia saat melihat mata Karin yang sembab.


"Ma, ayo kita keluar biarkan Karin istirahat " ucap Dave.


"Sayang cepat lah, bangun jangan membuat mama khawatir " ucap Amelia sebelum pergi.


Cup


Setelah kepergian Amelia di kamar tamu, air mata Karin semangkin deras, ya Karin tersadar saat mendengar sambutan maid tapi karna dia lelah dia masih menutup matanya.


"Andai mommy sepertinya " ucap Karin.


"Mom, dad Karin rindu " ucap Karin.


Sedangkan Amelia dan Dave yang sudah di ruang tamu, akhirnya Amelia membuka suara.


"Nak apa yang terjadi sebenarnya " ucap Amelia.


"Tadi saat Dave menjemput Karin di rumah sakit semua baik-baik saja, tapi saat Dave bertanya di mana ke dua orang tua nya, Karin langsunh berubah " ucap Dave menghentikan ucapan nya.


"Ada apa dengan orang tua nya " ucap Amelia.


"Karin yang kita lihat selalu tersenyum, bahagia ternyata rapuh dia kesepian, kedua orang tua nya sibuk dengan dunia masing-masing, dan tanpa sadar bahwa putrinya memerlukan perhatian, dan hati Dave sakit saat dia mengucapkan jika dia ingin sarapan bersama keluarga nya " ucap Dave .


Tes


Amelia sampai meneteskan air mata, dia memiliki seorang putri.


"Nak jaga Karin bahagia kan dia " ucap Amelia


"Dave akan menjaga nya seperti Dave menjaga diri Dave sendiri " ucap Dave yakin.


Jangan lupa untuk mampir di karya author yang lain dan jangan lupa untuk jadikan favorit ♥️

__ADS_1


__ADS_2