
"Will you marry me Tiara delisha " ucap Michel lagi.
"Lalu bagaimana dengan kuliah ku " ucap Tiara.
"Aku akan menunggumu sampai selesai " ucap Michel mantap.
"Tapi pasti memerlukan waktu yang sangat lama " ucap Tiara.
"Tidak akan lama , jika di jalani dengan senang hati " ucap Michel lagi.
"Jadi " ucap Michel lagi.
"Yes l will " ucap Tiara pelan.
"Apa, aku tidak mendengarnya " ucap Michel, dan Michel langsung aktifkan speaker .
"yes l Will " ucap Tiara.
"Alhamdulillah " ucap mereka bersamaan.
"Tunggu aku di sana " ucap Michel kemudian.
Kenapa Tiara dengan begitu mudah menerima lamaran dadakan ini, baginya datang dan meminta izin dengan orang tuanya sudah cukup membuktikan keseriusan seorang pria.
****
Keesokan harinya, setelah acara lamaran dadakan dan untung saja di terima, Michel langsung kembali ke London.
"Sering sering berkunjung di mansion kami " ucap Amelia yang ikut mengantar kepergian sahabatnya.
"Jangan hanya kami saja kau datang la ke mansion kami " ucap missya.
"Aku akan ke sana jika putra dan calon menantuku libur " ucap Amelia.
"Aku tunggu ke datangan mu " ucap missya.
"Kami pergi dulu " ucap Michel.
"Tolong jaga adik ku, jika kau berubah pikiran kembalikan dia pada kami " ucap Dave.
"Itu tidak akan terjadi " ucap Michel.
"Ku tunggu undangan mu " ucap Michel.
Setelah memastikan sahabat sekaligus calon besan mereka pergi mereka langsung menuju mansion.
"Sepertinya hati mu baik pagi ini nak " ucap Amelia.
"Ah,,, iya mama lupa ternyata sudah ada nama seseorang di sana " ucap Amelia.
"Ah mama, Dave jadi malu " ucap Dave
"Jangan terlalu lama pacaran, wanita perlu kepastian " ucap Amelia.
"Ma kan baru kemarin menyatakan cintanya nya " ucap Dave.
"Iya, tapi jika hati sudah yakin kenapa menunda-nunda untuk halal " ucap Amelia.
"Terima kasih sudah mengantar mama " ucap Amelia, saat mereka sudah sampai di mansion kembali.
"Sudah seharusnya, Dave berangkat dulu " pamit Dave.
__ADS_1
"Ini masih pagi " ucap Amelia bingung
"Ya, Dave ,,,, " Dave ragu melanjutkan ucapannya.
"Mama mengerti, jaga calon menantu mama " ucap Amelia.
"Dave pergi " pamit Dave
"Hati-hati " ucap Amelia.
Sedangkan Karin yang berada di apartemen Nye, setelah selesai sarapan Karin mengecek butik nya, tiba-tiba bel pintu berbunyi.
Ting Tong
"Siapa pagi-pagi sudah datang " ucap Karin.
"Sebentar " teriak Karin.
"Kenapa dia tidak sabaran sekali " ucap Karin kesal, karna seseorang menekan bel pintu tanpa henti.
Ceklek
"Selamat pagi " sapa Dave, dengan sebuket bunga mawar .
"Kenapa, apa aku mengganggu mu " ucap Dave , karna kekasih nya tak menjawab sapaan nya.
"Sampai kapan aku berdiri di sini, apa aku tidak di suruh masuk " ucap Dave lagi.
"Ah,,,iya maaf masuk lah " ucap Karin.
"Apa kau tidak ingin menerima bunga ini " ucak Dave.
"Tentu saja, untuk siapa lagi " ucap Dave.
"Terima kasih " ucap Karin sambil mencium bunga mawar yang di berikan kekasihnya.
"Rapi " ucap Dave saat memasuki apartemen Karin.
"Duduk lah, ingin minum apa biar aku buat kan " Ucap Karin.
"Tidak, aku sudah minum di mansion, lanjut kan saja pekerjaan mu seperti nya kau sibuk " ucap Dave lagi.
"Benar tidak ingin minum, sedikit" ucap Karin.
"Sini aku bantu " ucap Dave, langsung mengecek kertas yang berserakan.
"Terima kasih " ucap Karin.
"Kau bersiap siap lah, biar aku yang selesai kan " ucap Dave.
"Baiklah, aku tinggal sebentar " ucap Karin.
Walaupun sedikit kaku, tapi Karin tersentuh dengan kejutan yang Dave berikan padanya.
****
Sedangkan di salah satu universitas ternama yang ada di London, wanita cantik yang berada di taman, tiba-tiba terdengar pengumuman.
Pengumuman
__ADS_1
Bagi nama yang di sebutkan untuk datang ke ruangan dekan, untuk nona Tiara Delisha untuk segera datang di ruang dekan.
"Aku " ucap Tiara sendiri.
"Tiara kenapa kau di panggil " ucap tata.
"Entahlah, aku rasa aku tidak melakukan kesalahan tapi sudah lah, aku ke sana sekarang " ucap Tiara.
"Hati-hati, fitting " ucap tata.
Setelah Tiara menemukan ruangan dekan, dia langsung mengetuk pintu.
"Masuk " ucap seseorang.
Mendengar suara seseorang, Tiara langsung membuka pintu dengan pelan.
"Permisi pak " ucap Tiara, di sana tak hanya dekan saja ada pria lain yang membelakangi nya.
"Dia " ucap Tiara membatin, saat pria yang berapa hari yang lalu melamar nya sekarang berada di hadapan nya sekarang.
"Tuan muda , saya permisi " pamit dekan.
Setelah kepergian dekan dk ruangan nya, baru Michel mendekat.
"Hi, kenapa dengan wajah mu " ucap Michel.
"Ini benar kau " ucap Tiara tak percaya.
"Tentu saja, memangnya aku setan mana ada setan setampan diri ku " ucap Michel lagi.
"Bukannya masih di Jakarta " ucap Tiara.
"Aku baru saja sampai " ucap Michel .
Dan di luar dugaan, Michel langsung berjongkok di hadapan Tiara dengan sebuah cincin berlian di tangannya.
"Tiara Delisha, Will you marry me " ucap Michel lagi.
"Bukan nya aku sudah menjawabnya kemarin " ucap Tiara.
"Sekarang di hadapan mama mu, dan sekarang baru di hadapan mu " ucap Michel.
"Yes l Will " ucap Tiara mantap.
Michel langsung menyematkan cincin berlian itu, di jari masih Tiara sebagai bukti kepemilikan nya.
Prok prok prok
Di sana para dosen dan mahasiswa lain menyaksikan lamaran yang di lakukan Michel pada Tiara.
"Beruntung sekali dia "
"Kapan aku bis seperti nya "
"So sweet "
"Aku ingin laki-laki seperti dia "
"Sudah tampan, kaya dan cocok dengan nya yang cantik "
Dan masih banyak lagi, bisikan bisikan para mahasiswa yang iri dengan keberuntungan Tiara.
__ADS_1
Semoga halu kali ini masih nyambung dengan part sebelumnya, karna author sedikit pusing jadi mohon memaklumi 🙏🏻