Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 83


__ADS_3

Setelah mereka menyelesaikan sarapan, dan waktu bibik sudah terlalu lama keluar dari mansion PRAYITNO.


"Tuan, nyonya seperti nya saya harus pergi " ucap bibik.


"Bibik kenapa cepat sekali, ini masih terlalu awal " ucap Tiara.


"Bibik akan sering datang ke mari jika di izinkan " ucap bibik.


"Pintu mansion akan selalu terbuka untuk bibik " ucap Tiara lagi.


"Terima kasih nona " ucap bibik.


"Mari kami antar " ucap Amelia.


"Tuan, nyonya terima kasih atas jamuan nya " ucap bibik sebelum pamit.


"Jangan sungkan bibik, sering sering lah berkunjung ke mansion kami " ucap Amelia lagi.


"Bibik " Tiara langsung berhambur kepelukan bibik .


Setelah melepaskan pelukan nya, bibik pamit dari mansion tapi sebelum itu dia mengeluarkan sesuatu dari saku baju nya.


"Maaf tuan, ini mungkin memori anda tadi saya temukan di depan pintu " ucap bibik.


Dave yang mendengar ucapan bibik, sempat menautkan kedua alisnya bingung, tapi saat melihat kode dari mata bibik dia mengerti ada sesuatu di dalam nya.


"Terima kasih Bik, padahal aku sudah mencari di mana mana " ucap Dave lagi.


"Kalau begitu saya permisi tuan nyonya " pamit bibik.


"Hati-hati di jalan bik " ucap Tiara melambaikan tangan.


Setelah kepergian wanita paruh baya itu, Dave langsung menuju ruangan nya .


"Kakak mau ke mana " teriak Tiara.


"Kerja " ucap Dave


"Oh, ma ayo kita buat kue " ucap Tiara.


"Baik lah , sudah lama mama tidak buat kue " ucap Amelia.


Sedangkan Dave yang sudah berada di ruang kerja nya, dia langsung memasang memori nya di laptop.


"Vidio " ucap Dave.


Tak ada data lain di dalam memori nya hanya satu Vidio di sana, Karena tak ingin penarasan Dave langsung memutar Vidio tersebut.


Saat video berlangsung, tak ada yang aneh tapi saat salah satu pria keluar dari kamar tersenyum, pria yang di sana semangkin mendekat dan di luar dugaan.


"Sudah ku duga " ucap Dave.


Dia langsung menghubungi seseorang melalui ponsel nya, siapa lagi jika bukan asisten nya Rangga.


"Cari data medis tentang Alvin putra Prayitno " ucap Dave pada orang di sebarang sana.


Setelah menyelesaikan ucapannya, Dave langsung memutuskan sambungannya.


Sedangkan Rangga yang sedang sarapan di bersama istri nya, mengumpat kesal


"Sayang apa yang terjadi " ucap istri Rangga.


"Tidak, selalu saja tugas tugas " ucap Rangga.


"Ya jika tidak ingin mendapat tugas jangan bekerja, selesai bukan " ucap istri Rangga.


"Aku boleh tidak bekerja " ucap Rangga bahagia.


"Silahkan saja, maka siapa siap kau juga akan ku tendang dari mansion ini " ucap istri Rangga.


"Tida tidak, sayang jangan lakukan itu baik lah aku berangkat kerja dulu " ucap Rangga kemudian.

__ADS_1


Setelah kepergian suaminya, tinggal istri Rangga seorang diri di sana.


"Enak saja tidak mau bekerja, dia kira hidup tidak butuh biaya apa " kesal istri Rangga.


*****


Sedangkan di mansion PRAYITNO, mereka juga sedang sarapan bersama .


"Sayang apa masih terasa pusing " ucap Alvin cemas.


"Tidak mas, emm,,,, ngomong ngomong buah dari siapa yang ada di kamar kita " ucap Maya.


"Itu dari sahabat mu, siapa ya nama nya mas lupa " ucap Alvin lagi.


"Bagaimana ciri-ciri nya " ucap Maya.


"Pria, tinggi, berkulit putih, hidung nya mancung, dan bola mata nya warna abu-abu " ucap Alvin .


Deg .....


"Apa dia kembali, tidak itu tida mungkin jelas dia meninggalkan ku saat kedua orang tuanya tidak merestui hubungan kami " ucap Maya membatin.


"Sayang kenapa kau diam " ucap Riska.


"Sayang mommy bicara dengan mu " ucap Alvin menyadarkan istrinya yang melamun.


"Ha,,,,, iya mas " ucap Maya sadar dari lamunan nya.


"Mom bicara dengan mu sayang, apa yang kau pikirkan " ucap Alvin.


"Tidak tidak ada apa apa " ucap Maya.


"Maaf mom, bisa ulangi lagi " ucap Maya.


"Tidak, itu tidak penting sudah lupakan saja " ucap Riska lagi.


"Bibik, tambah air minum ku " ucap Winata.


"Mom, dad tidak biasa nya tambah air minum, mom dan dad baik baik saja kan " ucap Alvin khawatir.


"Entahlah, mom merasa selalu ke hausan, padahal mom tidak melakukan hal yang berat berat " ucap Riska.


"Kalau Daddy " ucap Alvin.


"Sama seperti apa yang mom ucapkan " ucap Winata kemudian.


*****


Sedangkan di dapur mansion keluarge SWITH, dua orang wanita yang berbeda usia sedang tertawa bahagia dan entah apa yang mereka tertawa .


"Asik sekali sepertinya " ucap pria yang sudah rapi dengan pakaian formal nya.


"Kaka sini, deh coba Cicipi kue buatan Tiara " ucap Tiara.


"Seperti nya enak, dari bentuk nya saja sudah mengunggah selera " ucap Dave .



"Bagaimana " tanya Tiara.


Saat melihat kakak nya yang mengunggah kue hasil buatan dengan pelan.


"Wow, ini luar biasa " ucap Dave saat sudah mencicipi kue hasil buatan adik nya.


"Benarkah " ucap Tiara bahagia.


"Mama bilang apa, ini luar biasa tapi adik mu selalu bilang dia pasti mom bohong " ucap Amelia lagi.


"Mom ingin nambah " ucap Amelia.


"Ambil lah, ini masih banyak jika ada Karin di sini pasti dia senang " ucap Tiara.

__ADS_1


"Dave kau mau berangkat kerja kan, sekalian saja biar kau antar ke tempat dia bekerja, dia pasti sibuk habis menemani kita di Amerika " ucap Amelia.


"Dave sib..." belum juga Dave menyelesaikan ucapannya, sudah di potong oleh seseorang.


"Kakak selama Tiara tidak bertemu dengan mama dan kakak Karin lah yang selalu ada buat Tiara, Tiara banyak hutang Budi dengan nya " ucap Tiara.


"Bungkusan kue nya, biar Kaka antar kue nya " ucap Dave final.


"Okey tunggu sebentar " ucap Tiara semangat .


"Pilihan yang tepat " ucap Amelia tersenyum lembut.


"Ini kue nya KK, dan iya Karin bilang dia sudah pindah di rumah sakit pusat " ucap Tiara, sambil menyerahkan kotak bekal kue.


"Kantor pusat " ucap Amelia.


"Iya ma, dia bilang karna berhasil membantu Tiara dan pihak rumah sakit memberikan apresiasi pada nya "Ucap Tiara panjang lebar.


"Dia lantas mendapatkan itu " ucap Dave.


"Kakak jangan bilang ini campur tangan kakak " tebak Tiara lagi.


"Tidak, itu murni dari usahanya nya " ucap Dave lagi.


"Yah,,,, Tiara kita karna kakak " ucap Tiara lemah.


"Sudahlah, nanti kau terlambat nak " ucap Amelia lagi.


"Baiklah, jika begitu Dave berangkat dulu " pamit Dave lagi.


"Hati-hati di jalan " ucap merek bersama.


*****


Sedangkan di rungan yang mewah, wanita cantik yang sedang sibuk mempelajari data pasien nya tiba-tiba menghentikan kegiatannya saat ponselnya bergetar.


"Nomor siapa ini " ucap Karin saat mendapat pesan dari nomor yang tidak di kenal.


"Turun lah, aku ada di depan " isi pesan nya .


Dan tak selang lama, nomor lain juga mengirimkan pesan pada nya.


"Apa kakak ku sudah sampai di sana " isi pesan dari Tiara.


"Apa benar ini nomor kakak mu " ucap Karin, setelah mengirim screenshot pesan yang dia terima .


"Benar sekali, turunlah nanti keburu kuah nya dingin " ucap Tiara.


"Sekarang aku sedang di jalan " bala Karin.


Saat dia sudah berada di parkiran, Karin melihat sekitar .


"Di mana dia " ucap Karin.


Titttttt,,,


Karin langsung menghampiri Mobil yang membunyikan klakson nya.


Tok Tok Tok...


"Ini titipan dari Tiara " ucap Dave, sambil membuka kaca mobil nya.


"Terima kasih tuan, maaf jika merepotkan " ucap Karin tak enak.


"Kalau begitu aku pergi dahulu " pamit Dave.


"Terima kasih sekali lagi " ucap Karin.


Dave tak menjawab dia langsung menjalan kan mobil nya, karna dia tidak tahan dengan sesuatu yang berdetak tidak karuan.


"Sepertinya jantung ku sedang bermasalah "

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir di karya terbaru author yang berjudul Lady Queen dan yang sudah mampir Terim kasih banyak 🙏🏻🙏🏻💞💞


__ADS_2