Luka Yang Terdalam

Luka Yang Terdalam
Episode 90


__ADS_3

1 bulan kemudian.


Tak terasa sudah 1 bulan lama nya Tiara berada di London, dan sekarang mereka berada di cafe depan kampus, saat mereka sedang asik menikmati makanan nya tiba-tiba ponsel Tiara bergetar.


"Sebentar "Ucap Tiara.


"Iya " ucap tata.


"Hello ma " ucap Tiara pada orang di sebrang sana.


"Hello sayang, apa mama mengganggu mu " ucap Amelia.


"Tidak sama sekali ma, mama sedang apa " ucap Tiara.


"Mama sedang buat kue bersama Karin " ucap Amelia di sebrang sana.


"Karin ada di sana ma " ucap Tiara.


"Iya sayang, apa kau ingin bicara dengan nya " ucap Amelia.


"Boleh ma " ucap Tiara.


"Tiara ingin bicara dengan mu nak " ucap Amelia, dan itu terdengar oleh Tiara yang berada di sebrang sana.


"Hello Tiara, bagaimana kabar mu kapan kau pulang aku sudah merindukan mu " ucap Karin.


"Karin pertanyaan mana yang harus ku jawab terlebih dahulu " ucap Tiara lagi.


"Hehe,,,, terserah kau saja " ucap Karin .


"Aku baik-baik saja Karin, kalau pulang aku tidak bisa pastikan kapan tapi jika aku punya waktu senggang aku akan kembali " ucap Tiara.


"Padahal aku sudah rindu dengan mu " ucap Karin.


"Datang lah kemari, bersama mama dan kakak Dave " ucap Tiara.


"Akan aku pikirkan " ucap Karin.


"Hey " ucap seseorang .


Karin yang mendengar ucapan seorang pria di sebrang sana .


"Hey " sapa tata kembali.


"Kau sedang di luar ya Tiara " ucap Karin.


"Iya Karin, kami sedang makan kebetulan kami tidak ada mata kuliah lagi " ucap Tiara.


"Sepertinya kami mengganggu mu, kau ingin bicara dengan mama " ucap Karin.


"Boleh " ucap Tiara.


"Hello sayang " ucap Amelia.


"Helloa, Maaf ma Tiara sedang di luar bagaimana jika kita lanjut telpon nya nanti saat Tiara sedang di apartemen " ucap Tiara.


"Baiklah, jaga diri baik-baik di sana " ucap Amelia.


"Baik ma, mama juga " ucap Tiara sebelum menutup telepon ny.


"Boleh aku bergabung " ucap pria yang masih setia berdiri di samping dekat mereka.

__ADS_1


"Silahkan " ucap tata.


"Nama ku Rio " ucap nya memperkenalkan diri.


"Nama ku Tata dan dia sahabatku Tiara " ucap Tata.


"Kalian hanya berdua " ucap Rio basa basi.


"Seperti yang kau lihat, bisa kau to the point saja " ucap Tata.


"Tata " tegur Tiara.


"Maaf aku hanya ingin berkenalan dengan mu " ucap Rio pada Tiara.


"Kau sudah mengetahui nama nya bukan, jadi silahkan kembali pada habitat mu " usir tata lagi.


"Ini kartu nama mu, jika kau perlu bantuan kau bisa menghubungi ku " ucap Rio lagi.


"Ya ampun ada apa dengannya " ucap tata kesal.


"Sudah lah tata, ayo kita pulang " ajak Tiara yang sudah menghabiskan makanan nya.


"Ayo " ucap tata lagi.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, akhirnya Tiara sampai di apartemen nya dan benar dia langsung menghubungi mama nya kembali.


****


Sedangkan pria paruh baya yang berada di ruangan nya, dengan berkas-berkas yang tiada henti dia kerjakan tiba-tiba seseorang berbicara.


"Perlu bantuan " ucap seseorang.


"Kau yakin sahabat ku " ucap nya lagi,.


Winata langsung sadar saat di dalam ruangannya, hanya ada dia seorang tapi siapa yang bicara.


"Tidak kau sudah mati " teriak Winata.


"Daddy " ucap Alvin yang kebetulan ingin menemui Daddy nya, saat mendengar terikan daddy nya Alvin langsung berlari.


"Dad are you okey " Ucap Alvin .


"Usir dia dari ruangan Daddy " teriak Winata.


"Dad, tidak ada siapapun di sini selain kita berdua " ucap Alvin bingung .


Mendengar ucapan putranya, Winata langsung mengangkat pandangan nya dan ya dia tidak menemukan siapapun sekarang.


"Dad, sepertinya dad kurang sehat lebih baik dad Alvin antar pulang saja " ucap Alvin, Winata tak merespon dia hanya mengikut apa yang di katakan putranya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit akhir nya mereka sampai di mansion nya, dan labil langsung membantu Winata .


"Hati-hati dad " ucap Alvin.


"Apa yang terjadi " ucap Riska.


"Dad istirahat lah " ucap Alvin.


Semangkin hari Winata semangkin aneh, di saat mereka mengusulkan ingin periksa ke dokter dia selalu menolak dan mengatakan sedang baik baik saja.


Setelah Winata istirahat mereka langsung menuju balkon kamar Riska.

__ADS_1


"Apa yang terjadi nak " ucap Riska


"Alvin tak tau pasti mom, tapi Daddy selalu berteriak " ucap Alvin .


"Apa tidak sebaiknya kita panggil dokter saja " ucap Riska


"Kita lihat saja untuk sementara mom, dad akan marah seperti kemarin saat kita memanggil dokter " ucap Alvin lagi.


"Iya kau benar nak, padahal kita hanya ingin memastikan saja " ucap Riska lagi.


"Mom sedang tidak enak badan " ucap Alvin lagi .


"Tidak mom sehat sehat saja kenapa" ucap Riska.


"Tapi Alvin perhatikan mom pucat akhir akhir ini " ucap Alvin.


"Ah mana ada itu hanya perasaan mu saja nak " ucap Riska


"Ah iya mungkin saja ya mom " ucap Alvin.


"Di mana Maya, apa mom melihat nya " ucap Alvin.


"Bukanya dia sedang di ruang tamu " ucap Riska


" Tidak, Alvin tidak melihatnya apa dia sedang di kamarnya " ucap Alvin.


"Coba kau lihat " ucap Riska.


"Alvin tinggal dulu " ucap Alvin.


Saat alvin sudah berada di kamarnya dia malah tak menemukan siapa-siapa di kamarnya.


"Maya " panggilnya.


"Kau sedang di kamar mandi sayang " ucap Alvin lagi.


"Di mana dia " ucap alvin.


"Bagaimana, apa istrimu ada di dalam " ucap Riska yang menunggu di depan pintu.


"Tidak ada " ucap Alvin.


"Apa jangan-jangan dia menemui orang yang mengirim pesan pada nya " ucap Riska.


"Siapa ma, pria atau wanita " ucap Alvin.


"Mom tak tau itu, tapi saat mom lihat itu nomor batu " ucap Riska.


Sedangkan Maya yang berada di cafe tak jauh dari mansion nya, sudah menunggu sekitar 30 menit yang lalu tapi orang yang membuat janji padanya tidak kunjung melihatkan batang hidung nya.


drrrr drrrr


isi pesan.


Maaf aku tidak bisa datang sekarang, aku ada pekerjaan mendadak kembalilah dan jangan membuat mertua dan suamimu curiga pada mu


"Siapa sebenarnya dia, apa dia kembali untuk menjemputmu " ucap Maya.


"Sudahlah, aku harus kembali biar mereka tidak curiga " ucap Maya lagi.


Jangan lupa untuk mampir di karya terbaru author dan jangan lupa untuk jadikan favorit ♥️

__ADS_1


__ADS_2