
" Aku tidak akan pernah memaafkan dirimu kamu pantas ma ti, Karen!!!" bentak Daren dan bersiap kembali mengarahkan ke dua tangannya.
" Kak Daren, dengarkan ceritaku dulu dan jangan mencela apa yang nanti aku ceritakan dan setelah kamu dengarnya terserah padamu apa yang kamu lakukan padaku aku rela menerimanya walau nanti aku harus mati di tanganmu," pinta Karen sambil berdiri dan berdiri berhadapan dengan Daren.
Daren akhirnya diam dan menahan rasa amarahnya sambil menghembuskan nafasnya secara kasar.
Karen menceritakan dari awal pertemuan ketika keluar dari hotel sampai meminta pertolongan David karena Siska mengirim rekaman suara sampai akhirnya meminta agar Daren mau melupakan Karen dan menikah dengan Siska walau tidak semua diceritakan tentang David karena itu bersifat pribadi terlebih tidak mau terlalu menyakiti hati Daren karena bagaimanapun juga hubungan mereka sudah berjalan 2 tahun sedangkan Daren hanya diam dan mendengarkan semua apa yang dikatakan Karen.
" Jujur padaku, apakah kalian sudah bercinta?" tanya Daren penasaran.
" Tidak, kamukan tahu kalau aku ingin melakukan itu kalau sudah menikah jadi Daren aku mohon menikahlah dengan Siska?" pinta Karen
" Tapi aku tidak mencintainya, aku hanya mencintaimu," jawab Daren
" Belajarlah mencintainya dan kumohon lupakan aku apalagi kita kan masih bisa berteman," ucap Karen
" Rencana mu setelah ini apakah akan menikah dengan pria itu?" tanya Daren tanpa memperdulikan ucapan Karen.
" Aku belum memikirkan pernikahan, aku mau bekerja meneruskan usaha daddy, sekali lagi kumohon menikahlah dengan Siska dan lupakanlah aku," mohon Karen
( " Maafkan aku Daren kalau sebenarnya sebentar lagi aku akan menikah dengan David," sambung Karen dalam hati )
" Baiklah aku akan belajar untuk mencintai Siska dan maafkan aku karena kemarin aku menamparmu dan memanggilmu dengan sebutan wanita ja la*g karena saat itu pikiranku kalut dan marah melihatmu bermesraan dengan pria itu," ucap Daren.
" Tidak apa - apa Daren, semoga kamu selalu bahagia menikah dengan Siska," ucap Karen sambil tersenyum.
Daren menarik tangan Karen kemudian memeluk Karen dan tidak berapa lama air matanya keluar karena sungguh Daren begitu berat harus putus dengan Karen wanita yang sangat dicintainya.
Mereka berdua keluar dari gudang tersebut dan berjalan berdampingan dan ketika berjalan menuju ke arah parkiran tanpa sepengetahuan mereka ada seseorang yang mem foto mereka berdua.
Daren mengajak Karen untuk pulang bersama tapi Karen menolaknya karena bagaimanapun dia harus menjaga perasaan David kekasih barunya dan juga perasaan Siska dan akhirnya Daren pulang mengendarai mobil menuju ke rumahnya.
Kini tinggallah Karen seorang diri, Karen memesan ojek online untuk memesan mobil karena Karen ingin pulang ke apartemen dulu karena pakaiannya kotor setelah itu baru ke mansion milik orang tua David.
__ADS_1
Ketika Karen sedang menunggu ojek online tiba - tiba muncul Siska sambil menatap Karen dengan amarah kebencian.
Plak
Siska menampar Karen secara tiba - tiba membuat Karen tidak ada persiapan namun ketika tangannya bersiap menampar Karen kembali Karen langsung menahan tangan Siska.
" Kamu jahat Karen, katamu kamu mau melepaskan Daren tapi aku melihatmu jalan berdua dengan Daren sampai tertawa bersama. Mana janjimu Karen? kalau aku hamil bagaimana?" tanya Siska dengan nada satu oktaf.
" Siska kamu jangan salah paham, aku sudah jelaskan semua sama Daren tentangmu dan dia mau menikah denganmu. Kami jalan bersama dan tertawa bersama karena kami sekarang berteman tidak ada hubungan kekasih. Aku sudah merelakannya demi kamu karena kamu sahabatku," jawab Karen sambil melepaskan tangan Siska.
Grep
" Benarkah itu Karen? maafkan aku karena tadi aku pikir kalian masih saling mencintai," ucap Siska sambil memeluk Karen.
" Tidak apa - apa semoga kalian berdua bahagia, pulanglah nanti Daren akan menghubungimu untuk mengajakmu keluar menyiapkan segala keperluan kalian untuk menikah, oh ya pesanan mobilku sudah datang, bye," pamit Karen
" Bye," jawab Siska sambil menatap kepergian Karen dan tersenyum devil.
Di dalam mobil Karen merebahkan badannya di kursi belakang pengemudi menuju ke apartemennya dalam hatinya sudah berencana untuk kembali ke Indonesia dan menjalani hidup yang baru.
Sampai di apartemen Karen masuk dan membersihkan diri setelah lima belas menit kemudian Karen sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai.
Karen membuka laci dekat tempat tidur dan mengoles cream bekas cekikan Daren dan tamparan Siska yang terasa perih. Selesai mengobati Karen memesan makanan lewat online karena badannya terasa letih sehingga tidak memasak.
Suara bel berbunyi membuat Karen turun ke lantai satu dan membuka pintu apartemen ternyata ojek online yang mengantar pesanan makanannya, Karen membayar pesanannya namun ketika hendak menutup pintu muncullah David.
Karen sangat senang kemudian meminta David untuk masuk. Sampai di dalam Karen langsung masuk ke dapur untuk menaruh makanannya diikuti oleh David dengan kilatan amarah tapi Karen tidak menyadari kalau dirinya dalam bahaya.
Setelah meletakkan makanan di atas meja Karen membalikkan badannya dan langsung memeluk David tapi David langsung mendorong dengan keras hingga Karen jatuh.
Bruk
" Honey kenapa?" Tanya Karen sambil bangun dan berdiri berhadapan dengan David dengan tatapan bingung.
__ADS_1
" Apa maksud dari foto ini Karen? tanya David dengan nada naik satu oktaf sambil melempar dua foto ke muka Karen membuat karen mengambil dua lembar foto tersebut.
" Mungkin benar apa yang laki - laki itu katakan kalau kamu memang wanita ja la*g," sambung David
Karen sangat terkejut ketika melihat foto pertama di mana dirinya berpelukan dengan Daren dan foto ke dua di mana dirinya berjalan bersama dengan Daren waktu di kampus tadi siang.
Hati Karen sangat sedih ketika kekasihnya mengatakan kata yang sangat melukai hatinya berbeda ketika Daren mengatakan hal itu hatinya tidak sesakit ini.
Karen melihat David mengeluarkan pisau kecil kemudian maju ke hadapan Karen lalu langsung menusukkan ke perut Karen. Karen membiarkan apa yang dilakukan oleh David dan yang hanya dilakukan oleh Karen hanya tersenyum menahan rasa sakit hingga darah segar keluar dari perut Karen hingga membasahi tangan David.
Setelah itu David menarik pisau lipat tersebut hingga darah keluar mengenai pakaian David kemudian menusuk perut Karen kembali dan membiarkan pisau lipat lipat tersebut tertancap di perut Karen kemudian David men ce kik leher Karen menggunakan tangan satunya dan tangan satunya memegang dua tangan Karen yang mungil itu agar tidak memberontak.
Karen hanya tersenyum sambil menatap wajah tampan David dengan tatapan sendu, laki - laki yang sangat dicintainya serta yang membuat dirinya sangat nyaman namun kini dirinya akan ma ti di tangannya.
" Kamu tahu aku paling benci pengkhianat, aku benci wanita ja la*g ma ti lah kamu ja la*g!!!" desis David
" Sss...sa...yang... a...ku... ss... sang... at... men....cin...taimu.. " ucap Karen dengan nada terputus - putus sambil tersenyum dan tidak berapa lama Karen menutup matanya.
Tubuh Karen lemas selain kekurangan darah juga kurangnya pasokan oksigen membuat Karen tidak sadarkan diri namun karena ke dua tangannya di pegang oleh David dan lehernya di ce kik membuat tubuh Karen tidak ambruk di lantai.
David langsung tersadar dan melepaskan cekikan di leher Karen kemudian menarik pisau lipat tersebut dan membuangnya secara asal lalu memeluk tubuh mungil Karen sambil memanggil namanya tapi Karen tidak bangun.
David mengecek nadi dan hidung membuat David bernafas lega lalu David langsung menggendong Karen ala bridal keluar dari apartemen menuju parkiran mobil.
Asisten Rey yang sedang duduk bersantai melihat di dalam mobil sangat terkejut karena melihat David menggendong Karen dengan jalan terburu - buru membuat asisten Rey membuka pintu belakang mobil agar David langsung masuk ke dalam mobil.
Asisten Rey melajukan mobilnya dengan kencang agar sampai di rumah sakit, di dalam mobil David memeluk dan memanggil nama Karen sambil menangis.
Dirinya sangat menyesali karena tidak bisa menahan emosinya hingga air matanya keluar jatuh ke pipi Karen.
Karen merasakan ada air jatuh ke pipinya membuat Karen memaksakan untuk membuka matanya dan melihat David menangis.
" Ho...ney... a...ku me...ngi...rim... vi...deo.. ke ....e..mail.....ho...ney... ber....jan..ji..lah..... pa... da..ku ji...ka... a...ku... ti...ada ho...ney ja...ngan mem...bu..nuh o...rang, ta...han e...mo...si.. ho...ney ... I...lo...ve....you," ucap Karen dengan nada terputus - putus tersenyum.
__ADS_1