Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
Dua Hari Kemudian


__ADS_3

Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan kini Karen berangkat ke bandara Soekarno Hatta untuk kuliah di Australia, orang tua Karen dan kakaknya mengantarnya ke bandara.


"Karen, belajar yang rajin biar cepat lulus agar bisa membantu Daddy mengurus perusahaan," pinta daddynya


" Iya Dad," jawab Karen


" Sayang, belajar yang rajin ya kalau libur dan ada waktu main ke rumah Mommy sepi tanpa kamu," sambung mommynya


" Iya Mom," jawab Karen


" Dek, belajar yang benar dan jangan pacaran biar cepat selesai dan bantuin Kakak, kakak sampai pusing banyak kerjaan dan tidak ada yang bantuin karena perusahaan daddy terlalu banyak." sambung kakaknya


" Siap Kakakku yang ganteng dan tampan doain adikmu cepat lulus," ucap Karen sambil memberikan hormat pada kakaknya.


Ke dua orang tuanya dan kakaknya tertawa melihat sikap Karen dan tidak berapa lama terdengar suara panggilan dari operator bahwa pesawatnya sebentar lagi akan berangkat.


Karen langsung memeluk satu persatu ke dua orang tuanya dan kakaknya kemudian mencium tangan sambil menangis karena tidak pernah berpisah sampai lama.


Australia

__ADS_1


Singkat cerita kini Karen menuju ke apartemen milik daddynya, apartemen tersebut sudah ada mobil yang terparkir dengan rapih di garasi dan apartemennya juga sudah bersih karena setiap hari ada orang yang membersihkan tempat tersebut.


Setelah selesai memasukkan semua pakaiannya Karen mandi membersihkan tubuhnya yang lengket. Lima belas menit kemudian Karen sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai dan sudah memoles wajahnya dengan mengunakan bedak dan lipstick.


" Pertama - tama aku mendaftar kuliah dulu, ke dua membeli peralatan untuk kuliah dan yang ke tiga mencari makanan," ucap Karen


" Sebenarnya masih sebulan lagi untuk kuliah tapi aku ingin menikmati liburan dulu sambil menikmati keindahan Australia," sambung Karen


Karen pun pergi menuju ke sebuah restoran Indonesia karena Karen cinta Indonesia sedangkan di tempat yang berbeda tepatnya di perusahaan milik David.


POV David


Brak


"Breng s*k, cari ma ti itu orang, aku tidak sabar rasanya ingin menguliti dan ku cincang tubuhnya, tangkap orang itu ikat dan bawa ke markas. Kita berangkat sekarang Rey!!!" perintah David.


" Baik Tuan," jawab asisten Rey


Merekapun berangkat menuju ke bandara Soekarno Hatta kemudian berangkat dengan menggunakan pesawat pribadinya. Singkat cerita kini mereka sudah sampai di Australia David dan Rey langsung mengendarai mobil menuju ke arah markas.

__ADS_1


Sampai di markas ada tiga orang yang sudah diikat, Kepala Manager Keuangan, istri dan anak perempuan kepala manager keuangan, David berjalan dengan santai kemudian Rey memberikan kursi untuk David duduki di depan mereka.


" Breng s*k inikah balasannya orang yang aku percayai memegang keuangan malah korupsi!!!" Teriak David dengan suara menggelegar di ruangan tersebut


Mereka bertiga menunduk dan memohon minta diberi kesempatan lagi tapi bagi David tidak ada pengampunan karena David sangat membenci pengkhianatan.


Pisau lipat yang berukuran kecil dikeluarkan dari balik jasnya kemudian menyuruh bodyguardnya memegang tangan kanan kepala manager tersebut kemudian memotongnya.


Sreettttttttttt...


" Akhhhh..." teriak kepala manager kesakitan.


Mereka bertiga ikut menjerit karena mereka sangat ketakutan dengan apa yang dilihat dan didengarnya, setelah itu tangan kirinya di potong juga hingga terdengar suara jerit kesakitan kembali.


Suara jeritan kesakitan tidak ada orang yang berani membantunya karena mereka tahu akan sifat kejam David sedangkan dari luar markas tidak ada yang mendengar karena letaknya di tengah hutan dan jarang orang melewati daerah tersebut.


Setelah dua tangan di potong dilanjutkan ke istri dan anak kepala manager dikarenakan mereka juga turut andil dalam penggelapan uang untuk berfoya - foya, membeli yang tidak perlu dan menghamburkan uang dengan seenaknya tanpa memikirkan apa yang terjadi ke depannya. David menyuruh asisten Rey untuk menyiksa anak kepala manager sama seperti ayahnya.


Teriakan - teriakan yang menyayat hati tidak dipedulikan oleh David dan asisten Rey karena bagi David dan asisten Rey merupakan suara melodi yang sangat indah sedangkan bagi para anak buahnya sangat menakutkan dan tidak ingin mereka dengar.

__ADS_1


Setelah puas menyiksa asisten Rey menyuruh bodyguardnya untuk membuang mereka ke kandang buaya peliharaan David berikut potongan - potongan tangan.


David dan asisten Rey berjalan meninggalkan ruangan tersebut menuju ke kamar masing - masing untuk membersihkan tubuhnya yang terkena cipratan darah setelah lima belas menit kemudian mereka sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai, mereka pergi untuk mencari makanan karena hari sudah siang.


__ADS_2