Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
David dan Karen


__ADS_3

"Syukurlah dengan begitu kamu tidak merasa bersalah," ucap David.


"Tepat sekali dengan begini aku tidak lagi dihantui rasa bersalah," jawab Karen.


Tidak berapa lama ponsel milik Karen berdering membuat David bangun dari ranjangnya kemudian mengambil ponsel milik istrinya yang berada di meja dekat ranjang.


"Dokter Feng Yin," ucap David sambil memberikan ponselnya ke istrinya dengan wajah mulai menggelap karena cemburu.


"Sahabatku," jawab Karen yang melihat perubahan wajah suaminya sambil tersenyum menatap suaminya.


Karen menerima ponsel tersebut kemudian menggeser tombol warna hijau dan menempelkan di telinganya dengan menggunakan tangan kanan sedangkan tangan kirinya membelai wajah tampan suaminya membuat wajah gelap suaminya tersebut mulai berkurang.


Karen yang sedang bersandar di kepala ranjang membuat David dengan sengaja memeluk Karen sambil kepalanya bersandar di bahu istrinya agar mendengarkan percakapan di telepon.


("Hallo," panggil Karen).


("Aku hanya ingin memberi kabar seminggu lagi adikku akan menikah dengan Bagas, apakah kamu akan datang bersama suamimu?" tanya dokter Feng Yin penuh harap).


("Tentu saja kami datang," jawab Karen sambil tersenyum bahagia).


("Kami tunggu kedatangannya," jawab dokter Feng Yin).


("Ok," jawab Karen singkat).


("Bye," ucap dokter Feng Yin).


("Bye," jawab Karen).


Tut                        Tut                         Tut.


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Karen meletakkan ponselnya di meja dekat ranjangnya lalu bersandar di dada bidang suaminya sambil membuat pola abstrak.

__ADS_1


Grep


"Jangan melakukan itu," ucap David sambil menahan tangan istrinya.


"Memangnya kenapa?" tanya Karen dengan wajah polosnya.


"Nanti ada yang bangun," jawab David.


"Siapa yang bangun?" tanya Karen pura - pura tidak tahu.


Peletak


"Aduh," ucap Karen sambil mengusap keningnya.


"Maaf, habis kamu pura - pura tidak tahu," ucap David sambil mengusap kening istrinya yang habis di sentil kemudian meniupnya hingga tercium aroma mint yang menyegarkan.


"Kok honey tahu?" tanya Karen.


"Honey," panggil Karen dengan wajah memerah.


"Ada apa sayang?" tanya David.


"Aku ingin melakukan lagi seperti tadi?" ucap Karen sambil memejamkan matanya karena dirinya sangat malu.


"Melakukan lagi seperti apa?" tanya David pura - pura tidak tahu.


"Melakukan hubungan suami istri," jawab Karen sambil memeluk suaminya karena dirinya sangat malu meminta lebih dulu.


"Sayangku serius? Kenapa wajahnya disembunyikan?" tanya David sambil menahan tawa karena sangat gemas dengan istrinya.


"Serius honey dan mengenai kenapa wajahku disembunyikan karena aku malu," jawab Karen.

__ADS_1


"Pfftttt..."


Karen yang sangat kesal karena ditertawakan oleh suaminya membuat Karen melepaskan pelukan kemudian berbaring membelakangi suaminya sambil menutupi tubuh polosnya dengan selimut.


David yang melihatnya menarik selimutnya hingga terlihat tubuh polos mereka dan membuang secara asal selimut tersebut ke arah lantai.


"Honey." panggil Karen ketika melihat suaminya menaiki tubuh polosnya.


"Ya sayang," jawab David sambil menatap wajah cantik istrinya.


"Aku ingin memimpin," pinta Karen.


"Baiklah," jawab David sambil menggulingkan tubuhnya ke arah samping.


Karen tersenyum kemudian Karen menaiki tubuh suaminya dan merekapun melakukan hubungan suami istri hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar dari tombak sakti milik David.


Setelah beberapa saat David menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping lalu mengambil selimut yang tergeletak di di lantai dan menyelimuti tubuh polos mereka berdua.


****


"Tuan muda saya mendapatkan informasi kalau salah satu sahabat istrinya Mr. David akan menikah jadi kemungkinan besar mereka akan datang," ucap anak buahnya.


"Bagus, cari informasi kapan mereka sampai di bandara kalau penyerangan di bandara gagal kita bisa menculik istrinya dan menjadikannya sebagai tamengnya," ucap pemuda tampan tersebut.


"Baik tuan." jawab anak buahnya.


"Pergilah," usir pemuda tampan tersebut.


"Baik tuan," jawab anak buahnya lalu pergilah meninggalkan pemuda tampan tersebut.


"Mr. David tunggulah kehancuran mu," ucap pemuda tampan tersebut sambil tersenyum devil.

__ADS_1


__ADS_2