Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
David melihat Karen


__ADS_3

Kerinduan David akan Karen dilupakan sejenak dengan menyibukkan diri dengan pekerjaan yang menumpuk terlebih dirinya ingin segera pulang ke Indonesia.


" Rey, gimana kepala accounting manager apakah sudah disekap di markas?" tanya David


" Sudah tuan," jawab asisten Rey


" Bagus, nanti malam aku akan bersenang - senang," jawab David sambil tersenyum menyeringai.


Asisten Rey hanya diam dan tidak komentar karena tahu kondisi tuannya lagi emosi sehingga mencari sasaran untuk dijadikan luapan emosinya.


Waktu jam makan siang Rey memesan makanan tapi David tidak menyentuhnya hanya meminta dibuatkan kopi. Asisten Rey tidak bisa komentar karena pernah dipaksa yang ada malah mendapat luapan amarah David, asisten Rey hanya bisa pasrah dan menghembuskan nafas dengan kasar.


Begitu banyak pekerjaan yang menyita waktunya hingga tidak berasa waktu menunjukan pukul 8 malam, David dan asisten Rey pulang karena badannya sangat lelah, ruangan kantor sangat sepi karena semua karyawan sudah pada pulang kecuali sekuriti.


Sampai di parkiran asisten Rey membuka pintu mobil belakang dan David naik ke dalam mobil kemudian asisten Rey menutup pintu mobil tersebut lalu memutari mobilnya dan duduk di samping pengemudi kemudian sopir yang merangkap sebagai bodyguard melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke arah markas.


Sampai di markas sopir tersebut memberhentikan mobilnya kemudian asisten Rey turun dari mobil dan membukakan pintu belakang mobil dan David turun dari mobil.


David dan asisten Rey berjalan ke arah markas dengan tatapan dingin dan aura membunuh membuat para bodyguard menunduk takut hingga David dan asisten Rey melihat seorang pria yang sudah babak belur dan terikat dengan ikatan rantai membuatnya tidak bisa melarikan diri.


David berjalan menuju ke arah pria tersebut dan mengeluarkan pisau lipatnya dari dalam jasnya, pisau lipatnya itu sangat tajam, David tersenyum devil kemudian melukis di tubuh pria tersebut


" Akhhh... sakit..." teriak pria tersebut


" Itu akibatnya kalau orang diberi kepercayaan malah korupsi terimalah akibatnya ... hahahaha," ucap David kemudian tertawa dengan puas karena mendengarkan suara kesakitan.


Ketika David hendak menusuk ke perut pria tersebut tiba - tiba David melihat wajah pria tersebut berubah menjadi wajah Karen yang sedang berteriak kesakitan.


Deg                    Deg

__ADS_1


Cling


Jantung David berdetak kencang dan tanpa sadar melepaskan pisau lipat tersebut ke lantai kemudian David pergi keluar dari markas dan duduk di kursi pengemudi dengan mengusap wajahnya dengan kasar. Bayangan wajah Karen kesakitan teringat kembali membuat dirinya bersalah kemudian David pergi membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


Asisten Rey yang melihat David menghentikan menyiksa musuhnya dan keluar dari ruangan tersebut tiba - tiba mendengar suara mobil dan asisten Rey langsung memerintahkan bodyguardnya untuk memasukan pria tersebut ke dalam penjara kemudian asisten Rey menyusul David. Sampai di luar David dan mobilnya sudah tidak ada.


Asisten Rey meminta kunci ke bodyguardnya untuk menyusul David karena perasaan asisten Rey tidak enak karena itulah asisten Rey menyusul David dan menyuruh 10 anggota bodyguard untuk mengikuti dirinya.


David mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi rasa bersalah yang telah menyakiti Karen dan kerinduan secara bersamaan terhadap kekasihnya membuat dada David terasa sesak.


Sampai di tempat yang sepi David menghentikan mobilnya kemudian turun dari mobil lalu bersandar di mobilnya, David merentangkan ke dua tangannya lalu berteriak mengeluarkan semua rasa sesak di dadanya.


Tanpa sepengetahuan David banyak pasang mata memperhatikan David, mereka keluar dari mobil dan berjalan mengendap - endap menuju ke arah mobil David, David sangat terkejut ketika dirinya di kepung hingga terjadilah pertarungan yang tidak seimbang.


*****


Di tempat yang berbeda Karen dan Sandra bersiap untuk pulang dari restoran karena banyaknya konsumen yang makan di restoran milik keluarga Sandra hingga tidak terasa hari sudah malam.


" Aku juga nebeng, bolehkah?" tanya pegawai lainnya yang berkerja sebagai koki.


" Boleh saja, silahkan," jawab Sandra dan Karen serempak


Mereka berempat pulang dan menaiki mobil, mereka bergantian bercerita sambil tertawa bersama untuk mengurangi rasa ngantuk. Di tengah jalanan yang sepi Karen yang sedang mengemudi melihat dari kejauhan seorang pria yang sudah tidak berdaya di keroyok.


" Sandra, lihat orang itu kasihan di keroyok kita bantu ya?" ucap Karen sambil memperlambat laju mobilnya dan menunjuk jari kirinya ke orang yang dikeroyok.


Sandra dan ke dua gadis tersebut menatap ke arah depan yang di tunjuk oleh Karen sahabatnya dan Sandra melihat kejadian tersebut ingin membantunya begitu pula dengan ke dua gadis tersebut yang tidak tega melihat pria tersebut di keroyok.


" Tapi Ren, orangnya banyak banget apakah kita bisa? yang ada kita ma ti lagi kayaknya mereka bisa beladiri!!" ucap Sandra setelah melihat pria yang tidak berdaya tersebut dikelilingi banyak pria sangar dan kekar yang sesekali memukul David

__ADS_1


" Aku bisa berkelahi tapi kalau melawan mereka aku tidak sanggup yang ada nanti kita babak belur," ucap gadis pertama.


" Betul sekali, aku juga bisa berkelahi tapi aku tidak sanggup melawan sebanyak itu," sambung gadis ke dua


Sandra dan ke dua gadis itu ingin sekali membantunya karena tidak tega melihat pria itu menjadi bulan - bulanan oleh mereka tapi ketika melihat banyaknya para penjahat membuat mereka berpikir kembali untuk membantunya.


" Kalau kalian tidak mau biar aku saja, hanya saja aku minta salah satu dari kalian hubungi polisi agar membantu menangkap mereka dan kalau seandainya aku nanti mati  di tangan mereka mungkin sudah takdirku karena yang penting aku sudah berusaha menolong orang itu," ucap Karen sambil membuka pintu mobil dan turun dari mobil kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah pria malang tersebut.


" Tidak Ren, aku ikut kamu untuk melawan mereka," ucap Sandra yang tidak tega jika Karen ma ti di tangan mereka.


" Aku juga ikut kak," jawab ke dua gadis tersebut.


" Ayo, kita turun," ajak Sandra sambil membuka pintu mobil dan turun dari mobil kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah pria malang tersebut.


" Ayo kak," jawab mereka serempak sambil ikut membuka pintu.


Tubuh pria itu mulai melemas dan ambruk ke jalanan aspal karena pukulan demi pukulan yang diterimanya terlebih darah yang mengalir dari hidung, mulut dan perutnya yang terluka membuat pria itu hanya pasrah mungkin sudah takdirnya jika mati di tangan mereka.


" Sayang aku mencintaimu maafkan aku," ucap David lirih sambil memejamkan matanya dan membayangkan wajah Karen.


Ya pria yang akan di tolong oleh Karen, Sandra dan ke dua gadis itu adalah David, Karen tidak tahu kalau pria yang ditolongnya adalah kekasihnya karena David di keliling banyak pria dengan tinggi yang sama terlebih suasana tempat tersebut hanya diterangi lampu jalan sehingga suasananya agak gelap.


" BERHENTI KALIAN!!! DASAR BANCI BERANINYA MAIN KEROYOK!!!! teriak Karen dengan nada dua oktaf.


deg


deg


deg

__ADS_1


David sangat terkejut dengan suara yang sangat familiar, suara yang sangat dirindukan membuat David membuka mata dan mengangkat kepalanya. David melihat Karen bersama ke tiga gadis yang tidak tahu siapa namanya membulatkan matanya dengan sempurna sambil berusaha bangun tapi karena lemas David hanya bisa menyuruhnya pergi.


" Sayang pergilah jangan pedulikan aku." ucap David dengan nada lirih.


__ADS_2