
Kini Dennis berada di markas dan melihat dua wanita yang sangat dibencinya sedang menatap Dennis dengan kebencian dan dendam karena harta berharga yang selama ini di jaga di rampas paksa oleh para anak buahnya Dennis.
"Bagaimana rasanya enak?" tanya Dennis dengan sinis.
"Aku sangat membencimu," ucap ke dua wanita itu dengan serempak.
"Oh ya, bukannya kamu dulu sangat mencintaiku?" tanya Dennis sambil tersenyum menyeringai.
" Memang benar tapi setelah tahu ternyata kamu pria yang sangat kejam aku sangat membencimu dan aku harap Dennisa tidak selamat agar kamu merasakan sakit kehilangan untuk ke dua kalinya," ucap wanita itu dengan tatapan mem bu nuh yang tidak lagi memanggil dengan sebutan tuan.
Plak
Dennis menampar wanita itu dengan keras membuat wanita itu memalingkan wajahnya ke arah samping hingga sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah segar. Dennis mengangkat dagu wanita tersebut kemudian menatapnya dengan penuh kebencian.
"Katakan kamu ada sangkut pautnya kematian mantan kekasihku?" tanya Dennis.
Hening
"JAWAB!!!" teriak Dennis dengan suara menggelegar.
"Benar, aku yang mendorong kekasihmu ke jalan raya ketika kami berada di dalam mobil bersamaan kedatangan sebuah mobil milik sahabatmu yang tidak sengaja menabrak kekasihmu dan langsung membawanya ke rumah sakit.'' ucap wanita tersebut.
"Waktu kejadian kamu mendorong kekasihku lalu siapa yang mengendarai mobil?" tanya Dennis sambil menahan amarahnya.
"Adikku, ketika kejadian itu berlangsung adikku langsung mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi ketika kekasihmu di tabrak oleh sahabatmu," jawab wanita itu.
Dennis menjentikkan jarinya dan dua bodyguard berjalan ke arah Dennis.
__ADS_1
"Kubur ke dua wanita ini dan sisakan hanya kepalanya saja hingga mereka akhirnya nanti dengan tersiksa," ucap Dennis sambil membalikkan badannya meninggalkan mereka.
"Lebih baik kamu bu nuh kami saja!!!" teriak ke dua wanita itu serempak agar Dennis dapat mendengarnya.
"Terlalu enak buat kalian jika langsung ma ti jadi terimalah penderitaan kalian," ucap Dennis yang tidak punya rasa empati sedikitpun tanpa memperdulikan teriakan ke dua wanita itu.
***
Kini Dennis berada di ruang perawatan dan melihat Dennisa sedang berbaring di ranjang sambil menatap ke arah Dennis.
"Dennisa, apa kamu tidak ada keinginan untuk menikah denganku?" tanya Dennis penuh harap.
"Maaf, bukannya aku tidak tahu berterima kasih tapi jujur aku hanya menganggap mu sebagai adik tidak lebih terlebih kamu dan aku lebih tua aku umurnya," jawab Dennisa.
"Bukankah banyak pasangan yang lebih tua istrinya dari pada suaminya?" tanya Dennis.
"Baiklah, aku tidak akan memaksa," jawab Dennis.
"Terima kasih atas pengertiannya," jawab Dennisa.
"Oh ya siapa nama ke dua keponakanku?" tanya Dennis mengalihkan pembicaraan.
"Anak pertama aku kasih nama Daka dan yang ke dua aku ingin kamu yang memberikan namanya," ucap Dennisa.
Dennis mengambil bayi tampan anak pertama Dennisa kemudian diberikan ke Dennisa dan Dennisa menerimanya. Lalu Dennis menggendong bayi perempuan anak ke dua Dennisa.
"Bagaimana kalau aku kasih nama Dennisa sama seperti nama Ibunya. Siapa tahu tidak dapat Ibu nya aku bisa dapat putrinya," ucap Dennis bercanda.
__ADS_1
"Kamu bisa saja," jawab Dennisa sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Kalau itu terjadi apakah kamu marah?" tanya Dennis.
"Jodoh kita tidak pernah tahu kalau memang kamu berjodoh dengan putriku kenapa aku mesti marah? Hanya saja aku minta satu hal darimu," ucap Dennisa.
"Biar aku tebak, pasti meminta seluruh harta kekayaanku di berikan untuk putrimu dan jawabanku tentu saja boleh," jawab Dennis.
Bugh
"Oooweeee..."
Dennis yang mendengar ucapan Dennis memukul bahu Dennis namun Dennisa kecil langsung menangis.
"Sini biar aku yang gendong," ucap Dennisa
"Tidak usah, biar aku coba yang menenangkan nya," ucap Dennis menolaknya.
"Anak cantik jangan menangis ya," ucap Dennis dengan nada lembut.
Cup
Selesai mengatakan nya Dennis mencium pipi tembemnya membuat bayi itu berhenti menangis dan tersenyum.
"Berarti, kamu jangan memukul ku karena ada yang marah," ucap Dennis.
"Siapa yang marah?" tanya Dennisa.
__ADS_1
"Kekasih kecilku," jawab Dennis sambil memperlihatkan bayi Dennisa.