
"Benar ya tuan, sahabatku masih menjaga kehormatannya soalnya," ucap Sandra.
David hanya mengangguk dan tersenyum tapi dalam hati tidak janji sedangkan Sandra dan asistenĀ Rey pulang ke rumah Sandra mengambil barang - barangnya, asisten Rey pun ikut membantu membawa barang - barang milik Karen.
"Sandra, apakah kamu sudah punya kekasih?" tanya asisten Rey
"Belum, kenapa? jangan bilang mau daftar menjadi kekasihku?" tebak Sandra.
"Hehehe... tebakan mu tepat," jawab asisten Rey sambil tertawa dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sandra langsung terdiam sambil menatap asisten Rey seakan tidak percaya dengan apa yang didengarkan sedangkan asisten Rey mengerti akhirnya berbicara.
"Sudahlah lupakan saja apa yang tadi aku katakan, aku tahu kamu pasti tidak menyukaiku dan aku sadar diri karena dari dulu aku selalu dihina dan dicela oleh teman - temanku karena aku orang miskin. Aku sangat bersyukur mempunyai bos yang sangat baik padaku karena tuan David mengajakku menjadi asistennya." ucap asisten Rey, asisten Rey pun berusaha untuk tegar dan berjalan melewati Sandra.
greb
" Saya mau kak Rey, untuk menjadi kekasih kak Rey tapi aku minta jaga perasaanku dan cintai aku sepenuh hati kak Rey," ucap Sandra sambil memeluk asisten Rey dan kepalanya bersandar di punggung asisten Rey.
Asisten Rey sangat terkejut dan sangat senang cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, asisten Rey pun memutar tubuhnya dan memeluk Sandra.
" Terima kasih sudah mau menjadi kekasihku," ucap asisten Rey dengan tulus.
" Sama - sama kak Rey, kak Rey kalau boleh tahu sejak kapan menyukaiku?" tanya Sandra penasaran.
" Sejak melihat pertama kali jantungku berdebar - debar dan juga ketika kamu menarik tanganku ketika waktu ada orang yang ingin membunuhku disaat itu aku mulai yakin menyukaimu mungkin ini terlalu cepat tapi itulah yang terjadi," jawab asisten Rey dengan jujur.
" Aku sebenarnya juga ketika pertama kali melihat kak Rey, aku mulai menyukai kak Rey," ucap Sandra dengan jujur dan wajah merah merona.
Asisten Rey melepaskan pelukannya kemudian memandangi mata, hidung kemudian bibir kemudian asisten Rey mendekatkan bibirnya ke bibir Sandra dan Sandra pun memejamkan mata.
cup
Asisten Rey mencium bibir kenyal milik Sandra untuk pertama kalinya begitu pula dengan Sandra karena tidak ada penolakan asisten Rey pun menciumnya kembali kemudian meluma*nya setelah beberapa saat barulah dilepaskan karena Sandra kehabisan oksigen.
"Manis," ucap asisten Rey sambil menjilati bibirnya.
__ADS_1
Bugh
"Ciuman pertamaku," pekik Sandra sambil memukul bahu asisten Rey.
"Sama aku juga ciuman pertamaku," jawab asisten Rey sambil tersenyum dan dirinya tidak marah ketika Sandra memukulnya.
Mereka pun tertawa dan bahagia bersama karena telah memberikan ciuman pertama mereka.
"Pantas saja tuan sering melakukan dan sangat senang sekali berciuman karena ternyata enak,"ucap asisten Rey.
"Tuan David sering ciuman, sama siapa? Apa jangan - jangan Kak Rey nanti gitu juga lagi pas jauh dariku?"tanya Sandra dengan nada cemburu.
Cup
"Tidak sayang ciumanku dan semua yang ada di diriku semua milikmu," ucap asisten Rey.
"Gombal," jawab Sandra dengan wajah tersipu malu.
"Benar sayang, i love you,"bisik asisten Rey.
"Sayang?" tanya ulang Sandra
" I Love You," ucap asisten Rey mengulangi perkataannya.
" I Love You Too," jawab Sandra dengan wajah merona,
Asisten Rey memeluk Sandra kemudian mendekatkan wajahnya dan mereka pun berciuman kembali sampai kehabisan oksigen barulah dilepas.
"Oh ya katanya tuan David sering berciuman sama siapa? kasihan sahabatku Karen," ucap Sandra sambil bersandar di dada bidang asisten Rey.
"Sama siapa lagi kalau bukan sama nona Karen, hatinya sudah terkunci jadi tidak ada wanita lain selain nona Karen," jawab asisten Rey sambil membelai rambut Sandra.
"Romantis sekali," ucap Sandra sambil menikmati sentuhan kekasihnya.
"Aku juga sama, hatiku terkunci dan hanya kamu pemilik kuncinya tak ada lain selain kamu," ucap asisten Rey.
__ADS_1
"Oh so sweet, sudah ah berangkat sekarang karena tidak kuat dengar rayuan kak Rey," ucap Sandra.
" Aku serius sayang, kok panggil aku kak Rey? Honey," pinta asisten Rey.
" Honey," ucap Sandra dengan wajah merona.
" Nah gitu dong, ayo kita berangkat," ajak asisten Rey.
" Ayuk," ajak Sandra.
Di jalan Sandra merebahkan kepalanya di pundak asisten Rey sedangkan asisten Rey memeluk dari arah samping sedangkan sopir dan sebelah sopir bodyguardnya pura - pura tidak melihat keromantisan bosnya, mereka mengobrol dan sekali - kali mereka tertawa dan jari - jarinya saling bertautan seakan dunia milik mereka berdua.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di bandara, asisten Rey memeluk dan mengecup kening Sandra begitu pula sebaliknya setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya.
Sandra masuk ke dalam bandara menuju ke arah pesawat sedangkan asisten Rey melanjutkan perjalanan menuju ke rumah sakit. Di tempat yang berbeda David duduk di ranjang memperhatikan Karen yang masih berbaring.
"Sayang bangunlah, kakak kangen sudah lama kita bertemu denganmu? apakah kamu tidak merindukanku?" gumam David.
cup
cup
cup
cup
David mencium kening, pipi kanan dan kiri dan terakhir bibir Karen yang sudah menjadi candunya, jari jemari Karen dan David saling bertautan, mencium punggung tangan kekasihnya dan tidak terasa David mengeluarkan air mata berharap agar kekasihnya terbangun.
Tetesan air mata David jatuh mengenai tangan Karen bersamaan tangan Karen meremas tangan David tapi David belum menyadarinya karena pikirannya melayang jauh mengingat awal pertemuan dengan Karen.
Karen perlahan mulai membuka matanya dengan tatapan sayu melihat David sedang memejamkan matanya sambil menempelkan tangan Karen dan David yang disatukan.
" Honey," panggil Karen dengan lirih.
Hening
__ADS_1
Hening
"Honey," panggil Karen ulang sambil menggenggam tangan David dengan erat.