Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
Pertemuan Pertama Asisten Rey Dengan Sandra


__ADS_3

Walau suara David lirih namun Karen sangat hapal dengan suara yang sangat familiar di telinganya membuat Karen menatap ke arah David dan melihat David dengan wajah sangat terkejut dan tidak menyangka dirinya bisa bertemu kembali.


Karen sangat terluka dan marah melihat David pria yang dicintainya terluka. Sedangkan para penjahat langsung menghentikan aksinya ketika mendengar teriakan Karen kemudian tertawa terbahak - bahak.


" Hahahaha.... malam yang dingin ada empat gadis cantik yang bisa menemani kita, mari sayang hahaha..."  ucap pria ke satu


" Iya beruntungnya kita hahahaha..." ucap pria ke dua


Mereka pun memegang tangan Karen, Sandra dan ke dua gadis tersebut tapi belum sampai tangan orang tersebut langsung di tangkap kemudian di pelintir oleh Karen, Sandra dan ke dua gadis tersebut.


Krek                        Krek                        Krek                        Krek


" Akhhhhh..." teriak mereka berteriak kesakitan


Mendengar suara teriakan ke empat temannya membuat mereka semua langsung menyerang Karen, Sandra dan ke dua gadis tersebut secara bersamaan. Pukulan dan tendangan dilayangkan tapi Karen, Sandra dan ke dua gadis tersebut bisa menghindar dan langsung membalas dengan mematahkan tangan atau kaki para penjahat tersebut.


Para penjahat sangat terkejut betapa sulitnya melumpuhkan ke empat gadis tersebut dan menyuruh orang yang bisa bela diri untuk meringkus empat gadis tersebut begitu pula dengan David tidak menyangka kalau kekasihnya ternyata bisa bela diri.


Karen melirik ada seorang yang akan membunuh David dengan pisau membuat Karen langsung menendang pria tersebut. Karen melindungi David agar tidak ada orang yang melukainya. Karen, Sandra dan ke dua gadis tersebut hampir terdesak membuat David berusaha untuk bangun tapi badannya sangat sulit digerakkan seperti tidak bertulang.


" Sayang pergilah,'' mohon David


" Tidak honey, aku tidak sanggup meninggalkan orang yang aku cintai," jawab Karen sambil berusaha menghindar dan memukul balik.


" Mereka sangat banyak, jangan pedulikan aku," ucap David dengan nada masih lirih


" Aku tidak perduli, jika aku pergi maka orang yang aku cintai juga pergi," jawab Karen.


Karen bicara sambil berusaha menghindar dan memukul balik karena dua orang yang bisa bela diri tersebut sangat sulit ditaklukan dalam kondisi terdesak muncullah asisten Rey beserta para bodyguard dan merekapun membantu Karen, Sandra dan ke dua gadis tersebut. Asisten Rey sangat terkejut melihat Karen dan lebih terkejutnya lagi melihat tuan David yang sedang terluka parah tergeletak di pinggir jalan.


" Nona Karen pergilah bawa tuan David ke rumah sakit nanti saya akan menyusul," ucap asisten Rey.


" Baik kak Rey, Sandra, Angel dan Debora tolong bantu Kak Rey nanti kita ketemu di rumah sakit," ucap Karen


" Ok," jawab ke tiga nya dengan serempak.

__ADS_1


Karen pun membawa David dengan memapahnya dibantu oleh bodyguard dan merebahkan di kursi belakang mobil milik David. Karen duduk di kursi belakang sambil menaruh kepala David ke pangkuannya sedangkan bodyguard duduk di kursi depan.


Di dalam mobil Karen mengeluarkan air mata antara senang bisa bertemu kembali dengan kekasih yang sangat dirindukan sekaligus sedih secara bersamaan karena kekasihnya terluka membuat Karen membelai rambut David sambil mencium kening David.


Hatinya sangat sakit melihat pria yang dicintainya terlihat kurus, mata panda terlebih luka lebam dan darah yang keluar dari perutnya membuat Karen menyobek dress untuk menahan darah agar tidak terlalu banyak keluar.


" Honey, bangunlah aku sangat merindukanmu," ucap Karen dengan nada lirih.


Karen menangis dan tidak berhenti mencium kening, pipi dan bibir sambil membelai rambut David membuat David membuka matanya dan melihat Karen dengan tatapan sayu dan tersenyum bahagia karena bisa bertemu kembali dengan Karen wanita yang sangat dicintainya.


" Sayang aku sangat merindukanmu, aku mohon jangan tinggalkan aku dan aku harap ini nyata bukan mimpi," ucap David penuh harap


David berusaha menggerakkan tangannya ke arah wajah Karen membuat Karen langsung memegang tangan David dan diarahkan ke pipi Karen.


" Tidak honey, honey tidak bermimpi ini benar - benar aku kekasih honey, maafkan aku honey yang tidak memberi kabar," jawab Karen sambil mencium bibir David dan memeluknya.


" Sayang, aku sangat senang bisa bertemu denganmu? maafkan kakak dan kakak mohon agar sayangku berjanji untuk tidak lagi meninggalkan kakak karena kakak tidak sanggup," ucap David dan membalas pelukan Karen sambil menahan rasa sakit pada sekujur tubuhnya.


" Baik honey, aku janji," jawab Karen


Selesai berteriak bodyguard tersebut membuka pintu belakang pengemudi dan menggendong David yang lumayan berat bersamaan perawat datang sambil membawa brangkar kemudian bodyguard dibantu Karen meletakkan tubuh David di brangkar dan mengikuti perawat menuju ke ruangan ugd. Sampai di UGD Karen dan bodyguard menunggu di ruang UGD sambil berharap David segera sadar dan cepat sembuh.


****


Asisten Rey, Sandra, dua gadis dan para bodyguard sudah berhasil mengalahkan mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah sakit. Sandra dan asisten Rey duduk di kursi belakang sedangkan 2 orang bodyguard duduk di depan pengemudi dan di samping pengemudi yang lainnya naik mobil dibelakangnya. Sedangkan ke dua pegawai Sandra di antar salah satu bodyguard asisten Rey mengingat hari sudah menjelang malam


" Maaf dengan nona siapa?" tanya asisten Rey


" Saya Sandra sahabat Karen panggil saja Sandra jangan pakai nama nona," jawab Sandra sambil merebahkan kepalanya di sandaran kursi mobil.


" Ok, oh ya kalau boleh tahu bagaimana bisa bertemu dengan tuan David?" tanya asisten Rey penasaran


" Tadi kami berempat pulang dari restoran karena banyaknya pengunjung datang sampai malam dan dalam perjalanan kami melihat tuan David dikeroyok dan kami membantunya, untung tuan datang tepat waktu kalau tidak mungkin kami juga dibunuh oleh mereka," jawab Sandra


" Terima kasih sudah menolong tuan kami, sebutkan nomer rekening mu," ucap asisten Rey sambil mengeluarkan ponselnya.

__ADS_1


" Maksud tuan?" tanya Sandra sambil mengerutkan keningnya


" Panggil saja Rey," jawab asisten Rey


" Gimana kalau kak Rey?" tanya Sandra


" Terserah, karena anda sudah membantu tuan saya maka saya ingin memberikan uang sebagai ungkapan terima kasih," ucap asisten Rey menjelaskan.


" Maaf Kak Rey, kami berempat tidak bisa menerima karena sebagai sesama manusia harus saling membantu," ucap Sandra yang menolak pemberian uang.


( " Jarang ada gadis yang dikasih uang langsung menolak biasanya malah langsung menerima terkadang minta ditambahin, sifatnya hampir sama seperti Nona Karen," ucap asisten Rey dalam hati )


" Tapi kalau Kak Rey memaksa...  hehehe... tidak akan menolaknya," sambung Sandra sambil tersenyum


(  " Hadeuh... Baru juga dipuji,😒 tuhkan benar semua gadis matre kecuali nona Karen," ucap asisten Rey dalam hati )


" Nomer rekeningnya?" tanya asisten Rey yang tidak jadi menyimpan ponselnya dari saku jasnya.


" Maaf maksudku, uangnya disumbangkan saja ke panti asuhan atau ke orang yang tidak mampu," jawab Sandra sambil tersenyum


deg


deg


deg


( " Senyumnya cantik secantik orangnya ternyata aku salah dia memang bukan gadis matre, kok jantungku berdebar apa aku mulai kena penyakit jantung?" tanya asisten Rey dalam hati )


" Baik, nanti uangnya saya kirim ke panti asuhan," jawab asisten Rey.


" Terima kasih," jawab Sandra sambil masih tersenyum


Asisten Rey pun membalas senyuman Sandra membuat Sandra terpana melihat senyuman asisten Rey karena selama ini asisten Rey tidak pernah tersenyum baru kali ini dirinya tersenyum.


Hingga tidak terasa mereka sudah sampai di rumah sakit dan mereka pun turun dari mobil dan berjalan menuju ke ruangan ugd. Asisten Rey dan Sandra melihat perawat masuk ke ruangan UGD sambil membawa dua kantong darah dan tidak berapa lama Karen keluar dari ruangan berbeda.

__ADS_1


__ADS_2