
Selesai mengatakannya Dennis berjalan ke arah meja di mana di atas meja ada sebuah kotak ukuran besar yang berisi alat - alat untuk menyiksa para musuhnya.
Dennis melihat isi kotak tersebut hingga dirinya melihat suntikan bekas orang yang dulu pernah di siksa olehnya.
Dennis mengambil suntikan tersebut kemudian berjalan ke arah dokter cantik tersebut membuat tubuh dokter cantik tersebut gemetaran.
"Apa yang akan tuan lakukan?" tanya dokter cantik tersebut dengan wajah ketakutan.
''Kamu akan tahu nanti,'' jawab Dennis dengan nada dingin.
jleb
sretttt
"Akhhhhhhhh.... Sakit....!!!" teriak dokter cantik tersebut.
Dennis menyuntikkan ke pergelangan tangan dokter cantik tersebut kemudian menariknya dengan kasar membuat dokter cantik tersebut berteriak kesakitan.
"Bagaimana enak?" tanya Dennis sambil tersenyum menyeringai tanpa ada rasa empati sedikitpun.
"Aku mohon hentikan, sakit," mohon dokter cantik tersebut.
"Itu yang dirasakan oleh Dennisa jadi rasakan lah sakit nya," ucap Dennis sambil tersenyum devil kemudian menarik jarum suntik tersebut yang sudah agak bengkok sedikit membuat dokter cantik tersebut meringis.
__ADS_1
"Bukannya aku sudah minta maaf kalau aku tidak sengaja menyenggolnya?" tanya dokter cantik tersebut.
"Memang benar, tapi sayang sekali aku tahu kamu sengaja melakukannya," ucap Dennis sambil menatap tajam ke arah dokter cantik tersebut.
"Aku sangat menyesal, aku mohon berikan aku kesempatan ke dua," mohon dokter cantik tersebut.
"Demi persahabatan kakak ku, aku minta maaf karena gara - gara cemburu aku berbuat seperti itu," mohon dokter cantik tersebut dengan mata berkaca-kaca.
"Baik aku kasih kesempatan ke dua dan pergunakan sebaik - baiknya jika tidak maka aku tidak segan - segan untuk mem bu nuh dirimu walau kamu meminta ampun sekalipun," ucap Dennis.
Selesai mengatakan itu Dennis menjentikkan jarinya dan dua orang anak buahnya membebaskan dokter cantik tersebut.
"Kakak ku memanggil mu dengan sebutan nama tapi kenapa denganku memanggilmu dengan sebutan tuan? Kenapa tidak boleh memanggil dengan sebutan kakak?" tanya dokter cantik tersebut.
"Kalau tidak suka kenapa wanita itu boleh menyebut namamu tanpa menyebutkan tuan? Terlebih selama bertahun - tahun aku berkerja di rumah sakit milik tuan tapi tidak pernah di rawat di ruang perawatan. Kenapa wanita itu boleh?" tanya dokter cantik tersebut.
"Aku tidak tahu dan ingat jangan pernah menyakiti Dennisa karena kalau tidak maka aku tidak akan segan - segan akan menghukum dirimu," ancam Dennis.
"Baik," jawab dokter cantik tersebut sambil menahan amarahnya terhadap Dennisa.
Selesai mengatakan itu Dennis pergi meninggalkan wanita itu menuju ke rumah sakit.
Hari berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa usia kehamilan Dennisa menginjak usia tujuh bulan. Kini Dennisa dan Dennis berada di ruang dokter kandungan untuk memeriksa kandungan Dennisa.
__ADS_1
"Aku penasaran anaknya laki - laki atau perempuan dok?" tanya Dennis sambil tersenyum bahagia melihat ke dua bayi yang saling menendang di perut Dennisa di layar monitor
"Sebentar tuan," ucap dokter tersebut.
"Aduh," ucap Dennisa di kala tendangan nya lumayan keras sambil membelai perutnya yang membuncit.
"Kenapa?" tanya Dennis dengan nada kuatir.
"Tendangannya terasa banget," jawab Dennisa.
"Boleh aku pegang?" tanya Dennis penuh harap.
"Boleh," jawab Dennisa.
Dennis tersenyum kemudian mengarahkan tangannya ke perut Dennisa yang terkadang ada benjolan ketika ke dua bayinya menendang - nendang.
"Iya bayinya menendang - nendang," ucap Dennis sambil tersenyum bahagia ketika tangan Dennis menyentuh perut Dennisa.
Dennisa hanya tersenyum bahagia karena ke dua anaknya sangat aktif dan sehat walau dalam hati kecilnya berharap dirinya ingat akan masa lalunya.
("Seandainya saja aku ingat siapa aku tentunya aku sangat bahagia. Terlebih aku bisa tahu siapa ayah dari ke dua anakku karena aku ingin tahu apakah pria itu sayang padaku atau tidak," ucap Dennisa dalam hati).
("Selama aku mengenal Dennisa, aku melupakan dendam ku terhadap musuh lamaku. Aku tidak tahu jika wanita ini pergi apakah aku melanjutkan dendam ku atau tidak." ucap Dennis dalam hati).
__ADS_1
"Selamat tuan dan nyonya anaknya laki - laki dan perempuan," jawab dokter tersebut setelah Dennisa dan Dennis diam.