
ceklek
Pintu ruangan ICU di buka membuat Denis turun dari kursi dan berjalan ke arah pintu ICU bersamaan dokter keluar dari ruangan ICU.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Dennis.
"Pasien mengalami amnesia jadi tidak ingat siapa dirinya jadi kami minta jangan memaksanya untuk mengingat masa lalu lakukan secara perlahan dan pergi ke tempat yang sering dikunjunginya," ucap dokter tersebut.
"Apa kah ada yang lainnya?" tanya Dennis sambil menghembuskan nafasnya secara perlahan karena dokter tersebut bicara tidak sekaligus.
"Jika pasien sedang berusaha mengingat dan menimbulkan rasa sakit pada kepalanya usahakan untuk berhenti mengingatnya dan atur pernapasan agar rasa sakit di kepalanya berkurang," jawab dokter tersebut.
"Selain itu?" tanya Dennis.
"Pasien sedang hamil makanlah yang bergizi untuk janin dan Ibu nya," ucap dokter tersebut.
"Ada lagi?" tanya Dennis.
"Tidak ada," jawab dokter tersebut yang sejak tadi tersenyum namun Dennis tidak memperdulikannya.
"Aku ingin melihatnya," ucap Dennis dengan wajah masih sama datar dan dingin.
"Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan, " jawab dokter tersebut.
"Ruang perawatan vvip, " ucap Dennis.
"Bukankah itu ruang perawatan khusus untuk tuan?" tanya dokter tersebut dengan nada kesal.
"Apa hakmu untuk melarangku? ruangan itu khusus punya ku dan digunakan oleh siapapun bukan hakmu," ucap Dennis dengan nada kesal.
"Tapi ..." ucapan dokter tersebut terpotong oleh Dennis.
__ADS_1
"Apa kamu mau ditugaskan di Afrika?" tanya Dennis sambil menatap tajam ke arah dokter tersebut.
Glek
Dokter tersebut menelan saliva nya dengan kasar kemudian pergi meninggalkan Dennis sambil menahan amarahnya.
("Selama bertahun - tahun aku bekerja dengan tuan Dennis jika aku sakit tidak pernah di rawat di ruang perawatan vvip sedangkan dengan gadis yang baru di kenalnya langsung di rawat di ruang perawatan vvip," ucap dokter tersebut dalam hati).
Kini Dennis sedang duduk di kursi dekat ranjang di mana wanita cantik tersebut sambil menatap perut buncit wanita tersebut.
"Biasanya aku tidak perduli dengan orang lain tapi kenapa sekarang aku perduli? Bahkan ruang perawatan vvip ini tidak aku izinkan untuk merawat orang lain tapi kenapa aku malah mengizinkan wanita ini memakainya," ucap Dennis dengan suara pelan.
Tidak berapa lama wanita tersebut menggerakkan jari jemari nya yang lentik bersamaan sepasang matanya yang lentik perlahan membuka matanya.
"Aku di mana?" tanya wanita itu.
"Masih di rumah sakit," jawab Dennis.
"Jujur aku tidak tahu," jawab Dennis.
Wanita cantik tersebut menghembuskan nafasnya perlahan sambil kembali mengingat nya namun yang ada kepalanya semakin bertambah sakit.
"Ssttt... Jangan di paksa untuk mengingatnya apa lagi ada anakmu," ucap Dennis yang melihat wanita itu mulai meringis menahan rasa sakit.
"Anak?" tanya wanita tersebut.
"Ya, dirimu lagi hamil," jawab Dennis.
"Aku hamil?" tanya wanita cantik tersebut sambil menyentuh perutnya yang mulai membuncit.
"Apa yang harus aku lakukan?Aku tidak ingat siapa diriku di tambah aku lagi hamil?" Ucap wanita cantik tersebut sambil memukul kepalanya.
__ADS_1
Grep
"Jangan memukul kepala karena itu tidak baik," ucap Dennis sambil menahan tangan wanita cantik itu.
"Tapi aku tidak ingat siapa diriku? mungkin dengan memukul kepalaku bisa membuat aku ingat akan semuanya," jawab wanita cantik tersebut.
"Dari pada kamu pusing, bagaimana aku kasih nama Denisa," usul Dennis.
"Denisa, bagus juga aku suka," jawab Denisa.
Krucuk krucuk krucuk
Denisa menutup ke dua matanya dengan menggunakan ke dua matanya dengan menggunakan ke dua tangannya dengan wajah memerah menahan malu.
"Lapar?" tanya Dennis sambil tersenyum untuk pertama kalinya sambil memegang tangan Denisa untuk membuka mata indahnya.
"Iya, aku sangat lapar," jawab Denisa sambil tersenyum.
"Kenapa wajahmu me merah malu?" tanya Dennis sambil mengambil mangkuk yang berisi bubur.
Denisa hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Dennis mulai mensuapi bubur ke mulut Denisa.
"Biar aku makan sendiri," ucap Denisa.
"Tidak apa - apa santai saja," jawab Dennis.
Untuk pertama kalinya Dennis mulai menyuapi seorang wanita bersamaan pintu ruang perawatan terbuka tampak dokter dan perawat datang dan berjalan ke arah mereka berdua.
Mata mereka membulat sempurna karena untuk pertama kalinya Dennis menyuapi seorang wanita terlebih wanita yang tidak dikenalnya.
("Si*l selama aku sakit Dennis tidak pernah perduli padaku tapi sama wanita yang tidak di kenalnya bahkan wanita itu hamil dan amnesia malah perduli. Aku juga sangat cantik dan seksi tapi kenapa Dennis tidak perduli? Awas akan aku kerjain kamu wanita murah*n karena berani merebut orang yang aku cintai," ucap dokter cantik tersebut dalam hati).
__ADS_1