Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
Sandra dan Asisten Rey


__ADS_3

"Silahkan," jawab asisten Rey.


"Aku mau ambil koperku dulu," ucap Sandra.


"Kamu mandi saja dulu, aku yang akan ambil pakaianmu," ucap asisten Rey sambil berjalan ke arah pintu.


"Ok," jawab Sandra singkat.


"Di kamar mandi ada lemari kecil ambillah handuk atau jubah handuk untuk mengeringkan badanmu," ucap asisten Rey sambil membuka pintu kamarnya.


"Ok," jawab Sandra singkat lagi.


Sandra masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuhnya yang lengket hingga lima belas menit kemudian Sandra sudah selesai mandi dan memakai jubah handuk.


Ceklek


Sandra membuka pintu kamar mandi dan melihat asisten Rey sedang duduk di sofa sambil mengutak atik ponselnya kemudian Sandra berjalan ke arah koper yang diletakkan di sisi ranjang kemudian berlutut untuk membuka koper tersebut.


Setelah mengambil satu stell pakaian santai Sandra berdiri kemudian membalikkan badannya namun Sandra sangat terkejut pasalnya asisten Rey berdiri tepat dihadapannya membuat Sandra nyaris terjungkal ke belakang.


"Astoge, kak Rey bikin aku kaget saja," ucap Sandra sambil mengusap dada Sandra berulang kali.


Grep


"Kenapa kaget?" tanya asisten Rey polos.


"Bagaimana tidak kaget kak Rey berada tepat di depanku," ucap Sandra yang masih mengusap dadanya.


Asisten Rey tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Sandra membuat Sandra memejamkan matanya karena mengira dirinya akan di cium.


"Kamu wangi dan sangat cantik," bisik asisten Rey kemudian menjauhkan wajahnya.


Sandra membuka matanya dengan wajah kecewa lagi membuat asisten Rey menatap Sandra dengan tatapan bingung.


"Kenapa wajahmu berubah?" tanya asisten Rey dengan wajah polosnya.


Sandra hanya diam namun kedua tangannya diarahkan ke leher asisten Rey membuat asisten Rey diam dan membiarkan apa yang dilakukan oleh Sandra kemudian Sandra menarik leher asisten Rey agar menunduk dan asisten Rey langsung mengerti.


Cup


"Aku tahu kamu ingin di cium kan?" tebak asisten Rey kemudian mengecup bibir Sandra.

__ADS_1


Sandra hanya tersenyum dan menunduk dengan wajah memerah menahan malu membuat asisten Rey tersenyum melihat kekasihnya malu - malu.


"Mau di lanjut?" tanya asisten Rey.


"Maksudnya?" tanya Sandra tidak mengerti.


Krucuk            Krucuk                 Krucuk


Ketika asisten Rey ingin mengatakan sesuatu tiba - tiba perutnya berbunyi nyaring maklum kemarin dirinya malas makan malam karena memikirkan kekasihnya siapa lagi kalau bukan Sandra.


"Sepertinya ada yang lapar," goda Sandra.


"Iya kemarin kakak hanya makan siang karena itu perutnya lapar," jawab asisten Rey tersenyum malu.


"Kenapa malamnya tidak makan? Kalau kak Rey sakit bagaimana?" tanya Sandra sambil meletakkan pakaiannya di ranjang.


"Kak Rey sudah terbiasa tidak makan malam jadi tidak mungkin sakit," jawab asisten Rey sambil tersenyum karena baru kali ini dirinya diperhatikan oleh seorang gadis terlebih gadis itu adalah gadis yang sangat dicintainya.


"Mulai hari ini dan seterusnya aku ingin kak Rey makan dengan teratur kalau tidak..." ucap Sandra menggantungkan kalimatnya sambil berjalan ke arah pintu kamar asisten Rey.


"Kalau tidak apa? Kamu mau kemana?" tanya asisten Rey.


"Aku akan marah sama kak Rey, aku mau masak dulu," ucap Sandra.


"Bisa, hanya masak air dan merebus telur," jawab Sandra berbohong sambil membuka pintu kamar asisten Rey.


"Kalau itu aku juga bisa," jawab asisten Rey.


"Hehehe..."


Asisten Rey hanya tersenyum mendengar tawa Sandra hingga Sandra tidak terlihat lagi membuat asisten Rey melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Hingga satu jam akhirnya dirinya sudah menyelesaikan pekerjaan kantor bersamaan pintu kamarnya di buka seseorang dan dirinya tahu siapa yang melakukannya siapa lagi kalau bukan Sandra.


"Kak Rey, ayo kita makan," ajak Sandra.


"Makanannya mana?" tanya asisten Rey sambil memalingkan wajahnya ke arah Sandra.


"Ada di meja makan," jawab Sandra.


"Masak apa?" tanya asisten Rey sambil berdiri dan berjalan ke arah Sandra.

__ADS_1


"Seperti yang aku bilang masak air sama rebus telur," jawab Sandra sambil tersenyum.


"Kakak tidak kenyang kalau makan itu, kakak pesan makanan dulu," ucap asisten Rey sambil tersenyum kemudian mengambil ponselnya yang diletakkan di meja dekat ranjang.


"Aku bikin telurnya sekilo masa tidak kenyang?" tanya Sandra dengan wajah pura - pura sedih.


"Kak Rey menyesal ya pacaran denganku?" tanya Sandra lagi sebelum asisten Rey ingin menjawab pertanyaan Sandra.


"Kenapa menyesal?" tanya asisten Rey sambil meletakkan kembali ponselnya.


"Karena aku tidak bisa memasak," ucap Sandra dengan mata berkaca - kaca.


Grep


"Aku tidak masalah kamu bisa masak atau tidak karena aku menyukaimu apa adanya jadi ayo kita makan," ajak asisten Rey sambil memeluk Sandra dari arah samping.


("Biarlah siang ini aku makan telur doang karena aku tidak tega melihat wajah sedih kekasihku nanti malam baru aku masak karena kalau masak sekarang nanti kekasihku sedih karena masakannya tidak di makan," ucap asisten Rey dalam hati sambil berjalan keluar dari kamarnya menuju ke arah tangga bersama Sandra di sampingnya).


("Tapikan Sandra berteman dengan nyonya David dan aku pernah beberapa kali melihat Sandra dan nyonya David di dapur terlebih yang aku ingat bukannya keluarganya mempunyai bisnis restoran masa sih tidak bisa masak? Sudahlah aku mencintai Sandra apa adanya bisa masak atau tidak aku tidak perduli karena aku mencintai Sandra apa adanya," sambung asisten Rey dalam hati sambil berjalan menuruni anak tangga bersama Sandra tanpa melepaskan pelukannya).


Sampai di ruang makan asisten Rey membulatkan matanya dengan sempurna karena melihat berbagai macam makanan yang di buat oleh Sandra membuat asisten Rey menatap ke arah Sandra yang tersenyum manis karena berhasil membohongi dirinya.


"Oh ya katanya kak Rey mau mesan makanan lewat online, apakah tetap memesan makanan?" tanya Sandra dengan usil.


"Kamu ini, bohongi kakak," ucap asisten Rey sambil mengacak rambut Sandra.


"Aish, berantakan tahu," ucap Sandra sambil merapikan rambutnya yang berantakan.


"Biarin," jawab asisten Rey singkat sambil duduk di kursi makan.


Sandra ikut duduk di kursi makan di samping asisten Rey kemudian mengambil makanan untuk asisten Rey.


"Mau makan yang mana?" tanya Sandra.


"Apa saja aku suka," ucap asisten Rey.


"Ok, jangan kecewa ya kalau masakannya keasinan atau kak Rey mau mesan makanan?" tanya Sandra.


"Kakak tidak mungkin kecewa, walau keasinan kakak akan tetap makan," jawab asisten Rey.


"Baiklah," jawab Sandra sambil mengambil makanan untuk asisten Rey.

__ADS_1


Setelah selesai barulah Sandra mengambil makanan untuk dirinya sedangkan asisten Rey langsung memakan tanpa berdoa terlebih dahulu. Asisten Rey merasa tidak enak hati melihat Sandra berdoa terlebih dahulu selesai berdoa Sandra baru makan, mereka makan tanpa banyak bicara sedikitpun.


Asisten Rey yang baru pertama kali merasakan masakan Sandra sangat bahagia karena dirinya diperhatikan oleh seorang gadis yang sangat dicintainya dan asisten Rey akan melakukan segala cara agar Sandra menjadi miliknya walau dengan cara licik ataupun kejam sekalipun.


__ADS_2