Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
Dennis dan Dennisa


__ADS_3

"Terima kasih," jawab Dennisa setelah dirinya selesai di suapi oleh Dennis.


"Sama-sama, jawab Dennis


"Oh ya setelah sembuh, apa rencana mu selanjutnya?" tanya Dennis tanpa memperdulikan dokter yang sedang berdiri di belakangnya bersama seorang perawat.


"Sebentar," ucap Dennisa.


"Siang dokter," sapa Dennisa sambil tersenyum.


"Siang," jawab dokter tersebut sambil menahan kesal.


Dokter cantik itu pun mulai memeriksa keadaan Dennisa hingga dokter tersebut dengan sengaja menyenggol jarum infus yang ada di pergelangan tangan kiri Dennisa dan tanpa sepengetahuannya kalau Dennis melihatnya.


"Aduh .... Sakit," ucap Dennisa sambil tangan kanannya memegang tangan kirinya di mana darah segar keluar dari pergelangannya.


"Maaf aku tidak ada sengaja," ucap dokter cantik tersebut.


"Suster perbaiki infusnya Dennisa dan kamu mulai sekarang kamu aku pecat dan tidak boleh berkerja di rumah sakit ini," perintah Dennis.


"Baik tuan," jawab perawat tersebut dengan wajah takut.

__ADS_1


"Kenapa aku di pecat?" tanya dokter cantik itu sambil menahan amarahnya.


"Pikirkan apa yang telah tadi kamu lakukan," ucap Dennis dengan nada dingin sambil menjentikkan jarinya.


Seorang pria berpakaian serba hitam yang sedang berdiri di pojokan tiba-tiba berjalan dan langsung membawa dokter cantik tersebut.


"Bukankah dokter itu tidak sengaja dan sudah meminta maaf? Tapi kenapa di pecat dan di tangkap?" tanya Dennisa sambil meringis menahan rasa sakit.


"Dia sengaja melakukannya karena itulah aku pecat," jawab Dennis.


"Kenapa dokter itu jahat padaku? Apa salahku?" tanya Dennisa.


Dennis memberikan kode ke arah perawat untuk pergi setelah selesai memperbaiki jarum infus. Perawat itupun dengan patuh pergi meninggalkan mereka berdua.


Tanpa sepengetahuan Dennisa kalau Dennis adalah seorang ketua mafia dan siapa saja yang sengaja menyakiti Dennis atau menyakiti anggota keluarganya tidak perduli orang itu sahabat baiknya akan berakhir dengan tragis baik itu pria atau pun wanita.


"Kamu pemilik rumah sakit ini?" tanya Dennisa tidak percaya.


"Benar sekali," jawab Dennis.


"Oh ya apa rencana selanjutnya jika sudah sembuh?" tanya ulang Dennis.

__ADS_1


"Aku tidak tahu tapi yang pasti setelah keluar dari rumah sakit aku akan meminjam uangmu," ucap Dennis.


"Pinjam uangku?" tanya ulang Dennis.


"Benar, dengan uang itu aku akan menyewa rumah kemudian mencari pekerjaan nanti setelah mendapatkan gaji aku akan membayar hutangku baik hutang di rumah sakit dan juga hutang yang aku pinjam dengan cara menyicil," jawab Dennisa.


"Pffftttt," tawa Dennis.


"Kenapa tertawa? Apa ada yang lucu?" tanya Dennisa dengan wajah bingung.


"Tentu saja ada, jujur baru kali ini ada seorang wanita ingin meminjam uangku," ucap Dennis.


"Apakah tidak boleh?" tanya Dennisa dengan wajah sedih.


"Bukannya tidak boleh tapi biasanya para wanita meminta uangku untuk foya - foya tapi kamu malah meminjam uangku untuk menyewa rumah dan akan menggantinya jika mendapatkan gaji dengan cara mencicil," jawab Dennis.


"Aku bukan wanita seperti itu meminta uang dari pria karena bagiku dengan aku berkerja sudah bisa menghasilkan uang sendiri walau uang itu kecil sekalipun," ucap Dennisa.


"Kamu memang berbeda karena itu aku akan memberikan uang dan rumah yang kamu inginkan," ucap Dennis.


"Aku tidak mau," jawab Dennisa dengan nada tegas.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?" tanya Dennis dengan nada terkejut karena biasanya wanita langsung bersedia tanpa perlu banyak berfikir.


"Seperti yang tadi aku bilang aku lebih suka meminjam dan aku akan membayarnya jika aku sudah berkerja dan mendapatkan gajian." jawab Dennisa dengan tegas.


__ADS_2