Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
Memanjat Pohon Mangga


__ADS_3

"Kata siapa tidak memanjat pohon mangga?" tanya Karen yang mendengar ucapan suaminya.


Glek


David menelan salivanya dengan kasar ketika mendengar ucapan istrinya membuat David menatap ke arah istrinya dengan tatapan memelas seakan ingin menolak permintaan istrinya.


"Sayang, kamu serius menyuruhku untuk naik pohon mangga?" tanya David.


"Serius, apa honey tidak bersedia?" tanya Karen.


"Bukan begitu, apa kata klien daddy ketika mengetahui seorang CEO yang mempunyai perusahan baik di dalam negri maupun luar negri naik pohon mangga? Apa mommy tidak malu jika daddy dijadikan bahan tawa an para klien daddy dan juga para karyawan dan karyawati daddy?" tanya David dengan wajah di buat dengan sangat sedih.


"Malu sih tapi .. Eh tunggu kenapa nama panggilannya jadi berubah menjadi daddy dan daddy memanggilku dengan sebutan mommy?" tanya Karen dengan wajah bingung.


"Karena sebentar lagi kita menjadi orang tua karena itu panggilan kita jadi berubah, mommy memanggilku dengan sebutan daddy dan daddy akan memanggilmu dengan sebutan mommy," ucap David.


"Aku hamil?" tanya Karen tidak percaya sambil mengelus perutnya yang masih rata.


"Iya mommy hamil, apakah mommy kuat?" tanya David yang merubah panggilannya sambil mengalihkan pembicaraan agar istrinya tidak menyuruhnya memetik mangga muda.


"Maksud daddy?" tanya Karen yang ikut mengubah nama panggilan suaminya dengan wajah curiga.


"Mommy kenapa menatap daddy seperti itu?" tanya David.

__ADS_1


"Daddy mau ngajakin mommy ...." ucap Karen terputus karena David mengulurkan jari telunjuknya ke arah bibir istrinya.


"Mommy, kenapa jadi pikirannya ke arah sana?" tanya David.


"Lalu maksud pertanyaan daddy apa? yang mengatakan mommy kuat?" tanya Karen.


Ctak


"Aish, daddy tega banget menyentil kening mommy," ucap Karen dengan wajah cemberut dan bibir bawahnya dimajukan sambil mengelus keningnya.


"Pffttttt, mommy sangat menggemaskan kalau mommy seperti ini," ucap DavidĀ  sambil tertawa kecil dan mengusap kening Karen.


"Maksud daddy kalau mommy kuat, kita ke ruangan USG supaya mengetahui usia kandungan mommy," jawab David.


"Malu ya," goda David sambil membuka ke dua tangannya untuk melihat wajah Karen yang bersemu merona.


"Daddy," panggil Karen dengan nada kesal.


"Pfffttttt .... Hahahaha..." tawa lepas David.


Karen yang kesal karena suaminya menggoda dirinya membuat Karen membalikkan badannya membelakangi David sambil menutupi tubuhnya dengan selimut namun tangannya di tahan oleh David.


"Maaf, kalau daddy menggoda mu," ucap David.

__ADS_1


Hening


"Mommy, jangan marah dong," ucap David.


Hening


"Kita cek ke dokter yuk? Daddy akan ambilkan kursi roda buat mommy," ucap David sambil melepaskan tangannya yang tadi menahan tangan Karen.


David membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil berfikir untuk merayu istri nya. namun baru beberapa langkah untuk mengambil kursi roda Karen memanggilnya.


"Daddy, ambil kursi rodanya jangan lama ya," pinta Karen.


"Ok," jawab David singkat sambil membalikkan badannya dan tersenyum menatap wajah cantik istrinya.


David keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Karen, Sandra dan asisten Rey, semua percakapan Karen dengan David diperhatikan oleh asisten Rey dan Sandra.


Sandra yang lebih serius memperhatikan mereka mengobrol bukan karena suka dengan David melainkan dirinya belajar seperti Karen untuk menyenangkan suaminya.


"Nyonya Karen selamat ya," ucap asisten Rey.


"Karen selamat ya, semoga aku juga bisa hamil sepertimu," ucap Sandra sambil mengelus perutnya yang masih rata dan berharap dirinya juga hamil sama seperti sahabat baiknya.


"Sayang juga hamil kok," ucap asisten Rey.

__ADS_1


__ADS_2