
"Siapa yang menyuruhmu?" tanya David
"Mafia Naga Merah,"jawab mereka
"Ok," jawab David singkat.
" Oops ke pencet maaf buaya milik ku masih lapar hahaha..." ucap David sambil tertawa jahat.
"Akhhhh..."
"Akhhhh..."
Setelah selesai mengeksekusi David dan asisten Rey keluar dan pergi menuju ke arah rumah sakit. Di dalam mobil mereka saling berdiam tidak ada percakapan hingga asisten Rey menanyakan suatu hal ke David.
"Tuan, biasanya kalau menanyakan sesuatu ke penjahat disiksa dulu kenapa sekarang tidak langsung dimakan buaya?"tanya asisten Rey penasaran.
"Kalau aku langsung menyiksanya otomatis darah akan mengenai bajuku dan aku tidak mau sampai temannya Karen curiga,"jawab David.
"Tuan pintar sekali, oh ya apakah nona Karen tahu siapa sebenarnya tuan?"tanya asisten Rey.
__ADS_1
"Sudah, aku sudah menceritakan semuanya tidak ada satupun yang ku tutupi dan kamu tahu Rey kalau kekasihku mau menerimaku apa adanya. Aku pikir dia akan pergi ninggalin aku ternyata aku salah, dia memaafkan aku ketika dulu aku menyiksanya," jawab David sambil tersenyum bahagia.
"Nona Karen memang baik tapi tidak tahu apakah Sandra sahabatnya mau menerimaku?"tanya asisten Rey kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
"Kamu suka Rey, kenapa tidak kamu tembak saja Rey?"tanya David dengan wajah serius.
"Jangan tuan kalau Sandra di tembak lalu mati, saya bagaimana tuan?"tanya asisten Rey yang tidak setuju dengan perkataan David.
"Hahaha... maksudku kamu nyatakan cintanya Rey hahaha..."ucap David sambil tertawa lepas
Asisten Rey yang mendengar jawaban David hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena dirinya merasa malu.
Tidak terasa mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit dan mereka berdua turun dari mobil dan ber jalan kearah rumah sakit di mana Karen sedang berbaring.
ceklek
Pintu ruangan kamar Karen terbuka tampak Sandra sedang menunggu Karen yang belum sadar sedangkan Sandra yang mendengar suara pintu terbuka membuat Sandra menoleh ke arah pintu dan tersenyum ke arah dua pria tampan tapi tujuan sebenarnya ke arah asisten Rey.
"Karena sudah datang jadi maaf aku mesti pulang ke Indonesia dan aku minta tolong titip sahabat aku dulu." ucap Sandra.
__ADS_1
" Nona jadi pulang sekarang?"tanya asisten Rey.
"Iya Kak Rey,"jawab Sandra.
" Rey, lebih baik kamu antar Sandra ke bandara pakai pesawat pribadi biar cepat sampai,"perintah David.
" Baik tuan, ayo nona saya antar ke bandara," jawab asisten Rey sambil tersenyum bahagia.
"Tapi tuan, apakah tidak merepotkan?"tanya Sandra sambil menatap ke arah David yang sejak tadi menatap Karen tanpa memperdulikan orang yang berada disekitarnya.
" Tidak, santai saja, Rey antar kan ke rumahnya oh ya sekalian ambil barang - barang milik Karen biar Karen tinggal sama aku dan tenang saja sahabatmu aman bersamaku tidak lecet hehehehe.." ucap David yang mengerti tatapan horor Sandra.
'' Benar ya tuan? Karena sahabatku belum pernah melakukan hubungan suami istri," ucap Sandra sambil menatap tajam ke arah David tanpa ada yang ditakuti.
" Percayalah pada ku kalau kakak tidak akan melakukan hal itu sebelum kami resmi menikah,"jawab David dengan nada sangat yakin."
"Baiklah." aku pergi dulu dengan wajah lelahnya."
" Dan ingatlah aku pegang janji untuk tuan Rochard, tidak
__ADS_1