Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
Di mana kita mencarinya?


__ADS_3

"Baiklah terserah dirimu," jawab Dennis.


"Terima kasih," jawab Dennisa.


"Terima kasih untuk apa?" tanya Dennis.


"Terima kasih karena sudah bersedia meminjamkan uang, rumah terlebih biaya rumah sakit. Aku janji setelah sembuh aku akan mencari pekerjaan," Jawab Karen.


"Kebetulan aku punya perusahaan, bagaimana kalau berkerja di perusahaan ku sebagai sekretaris kebetulan sekretaris ku Minggu depan keluar," usul Dennis.


"Tapi aku tidak tahu cara kerja sekretaris," ucap Dennisa.


"Tenang saja nanti aku ajarkan," ucap Dennis.


"Ok," jawab Dennisa singkat.


Merekapun mengobrol bersama dan entah kenapa Dennis yang biasanya pendiam kini banyak bicara membuat para perawat dan dokter sangat terkejut dengan perubahan pemilik rumah sakit tersebut.


*****

__ADS_1


Di kota yang berbeda, tepatnya di mana David keluar dari lobby untuk mengejar istrinya yang sedang hamil bersamaan kedatangan Rey yang baru saja keluar dari perusahaan miliknya yang diberikan oleh David.


"Apa yang terjadi kak?" tanya Rey.


"Kita bicara di dalam mobil," ucap David sambil berjalan ke arah keluar lobby.


Rey mengikuti apa yang dikatakan oleh David dan kini mereka sudah berada di dalam mobil milik David.


"Kamu ingat dokter kandungan yang memeriksa kandungan istriku dan juga istrimu?" tanya David.


"Saya ingat kak, lalu apa hubungannya dengan kepergian kak Karen?" tanya Rey dengan bingung.


"Kok ucapan kak David tidak sama dengan yang dikatakan sama aku dan Sandra?" tanya Rey.


"Maksudnya?" tanya David bingung.


"Dokter itu bilang, kami boleh melakukan hubungan suami istri kalau janinnya kuat bukannya sampai bayi kami lahir," jawab Rey.


"Kurang aj*r, beraninya membohongi aku," ucap David sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat.

__ADS_1


"Lalu selanjutnya apa yang terjadi kak?" tanya Rey penasaran.


"Dokter itu datang ke perusahaan ku dengan alasan membicarakan tentang janin istriku. Akhirnya aku menerimanya untuk masuk keruangan ku tapi ternyata sampai di ruangan ku dia menyemprotkan sesuatu ke arah ku beberapa kali membuatku sangat terkejut kemudian dia melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun," ucap David.


"Awalnya aku ingin mendorong dan mengusirnya namun entah kenapa tiba - tiba pikiranku kosong dan wanita itu tiba - tiba langsung memelukku membuatku jadi orang linglung dan membalas pelukannya bersamaan pintu ruangan ku terbuka," sambung David.


"Ternyata yang membuka pintu kak Karen dan kak Karen salah paham dan pergi dari perusahaan bersamaan kak David sadar," tebak Rey.


"Tepat sekali, dari mana kamu tahu?" tanya David.


"Asal tebak kak, wanita itu menyemprot ke arah kak David mirip seperti obat perang sang membuat orang yang menghirupnya kehilangan kesadaran membuat otaknya langsung blank," jawab Rey.


"Aku akan memberikan hukuman yang amat menyakitkan yang tidak pernah dia lupakan," ucap David sambil menahan amarahnya.


"Apakah wanita jahat itu sudah di tangkap?" tanya Rey dengan nada dingin sambil menahan amarahnya karena telah merusak rumah tangga David dan Karen yang sudah di anggap sebagai kakaknya.


"Sudah," jawab David singkat.


"Sekarang kita fokus mencari kak Karen," ucap Rey sambil mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.

__ADS_1


"Di mana kita mencarinya?" tanya David dengan wajah frustasi mengingat istri yang sangat dicintainya sedang hamil dan pergi karena kesalahpahaman.


__ADS_2