Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
Sadar


__ADS_3

David sangat terkejut ketika tangannya di genggam erat dan langsung melihat wajah Karen yang sedang menatapnya membuat David sangat bahagia dan memeluknya.


"Sayang, sayangku sudah sadar? Adakah yang sakit sayang?" tanya David dengan nada kuatir.


"Tidak ada honey, Sayang gimana sudah sehat? adakah yang sakit?" tanya Karen balik dengan nada ikut kuatir.


"Tidak ada sayang? kenapa kamu melakukan itu kalau terjadi denganmu aku tidak bisa memaafkan diriku," ucap David merasa bersalah.


" Karena aku sangat mencintaimu karena itu aku tidak ingin orang yang kucintai terluka," jawab Karen.


David hanya tersenyum dan memandangi wajah Karen, kekasih yang selalu dirindukannya, David memandangi kening, mata, hidung dan bibir hingga akhirnya David memajukan wajahnya mendekatkan mukanya ke wajah kekasihnya.


cup


Awalnya ciuman biasa namun berubah menjadi ********n kemudian turun ke leher sambil David meremas gunung kembar milik kekasihnya hingga terdengar suara merdu yang keluar dari mulut kekasihnya.


"Honey, aku mohon berhenti aku takut tidak bisa menahan gairahku," mohon Karen ketika tangan David masuk ke dalam pakaiannya.


"Aku sudah tidak tahan sayang, pegang lah," ucap David memegang tangan Karen dan ditaruh dibawah perut David dan Karen merasakan tombak sakti milik David sudah mulai tegang.


"Sabar ya honey nanti kalau ada orang datang bahaya, inikan rumah sakit," ucap Karen.


"Baiklah, aku mau ke kamar mandi mau menidurkan adikku dulu," jawab David sambil tersenyum kecut.


Karen hanya tersenyum melihat tingkah laku kekasihnya sedangkan David melangkah menuju ke arah kamar mandi setelah David masuk ke dalam kamar mandi wajah Karen berubah menjadi sendu.

__ADS_1


"Honey, maafkan aku... aku tidak tega dan tidak sanggup untuk mengatakan kalau aku akan menikah dengan pria lain,' ucap Karen


ceklek


Lima belas menit kemudian pintu kamar mandi terbuka David merasa tubuhnya terasa segar sambil memandangi wajah Karen dan tersenyum bahagia.


"Sayang, aku panggil dokter ya? biar mengecek apakah ada yang sakit atau tidak?" tanya David.


"Ok," jawab Karen.


David memencet bel yang berada di atas kepala Karen yang menempel di dinding hingga lima menit kemudian dokter datang dan masuk ke ruang perawatan vvip setelah di cek hasilnya sangat bagus.


"Hasilnya sangat bagus dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan jadi sore ini boleh pulang," jawab dokter tersebut.


" Terima kasih dok," ucap mereka berdua serempak.


"Sayang nanti pulangnya tinggal sama aku ya?" pinta David yang masih merindukan kekasihnya.


" Terus bagaimana dengan sahabatku?" tanya Karen.


"Sahabatmu sudah pulang ketika kamu lagi koma dan memintaku untuk menjagamu," jawab David.


"Kalau aku tinggal bersama honey, aku takut terjadi hal yang tidak diinginkan," jawab Karen yang sudah tahu sifat mesum David.


"Tenang saja sayang, kakak akan sekuat tenaga menahan gairah kakak," ucap David.

__ADS_1


"Tapi kalau kita tidak menahan diri bagaimana?" tanya Karen yang merasa tidak yakin.


"Ya sudah, tidak apa - apa yang pasti kakak akan bertanggung jawab," ucap David dengan nada santai.


"Tapi..." ucapan Karen terpotong oleh David.


"Tidak ada tapi - tapian , kamu tidak sayang padaku?" tanya David dengan nada mulai kesal.


" Honey," panggil Karen yang melihat wajah kesal David.


"Turuti saja keinginanku," ucap David yang tidak suka di bantah.


"Baiklah terserah kak David saja," jawab Karen pasrah dengan wajah cemberut.


"Jangan cemberut tambah jelek," ucap David.


"Ih nyebelin," ucap Karen sambil mencubit pinggang David.


"Auch... sakit sayang cubitan mu mirip digigit semut," ucap David yang sebenarnya tidak merasakan sakit apapun karena masa lalunya yang kelam.


"Biarin, habis honey senangnya ngeledek kin," jawab Karen dengan wajah cemberut.


cup


"Maaf ya, tahu tidak kakak kangen makanya setelah ketemu kakak bahagia dan ingin mengusili mu," ucap David.

__ADS_1


Karen hanya terdiam dan tidak berani mengeluarkan kata - kata hanya genangan air mata yang ada di pelupuk matanya karena perkataan David membuat Karen merasa bersalah sedangkan David sangat terkejut dan menghapus genangan air mata Karen.


"Sayang, kamu kenapa? apakah kata - kataku ada yang melukaimu?" tanya David dengan merasa bersalah.


__ADS_2