
Grep
"Sayang, aku tahu kamu pasti masih hidup," ucap pria ke dua tersebut sambil memeluk Dennisa.
"Maaf, tuan siapa? Saya tidak mengenalmu dan namaku Dennisa," jawab Dennisa sambil berusaha melepaskan pelukan pria itu.
"Aku suamimu David," ucap David sambil melepaskan pelukannya dan menatap Dennisa dengan penuh kerinduan.
"Dennis, bisa kita bicara?" tanya Rey.
"Bicaranya nanti saja di ruangan ku karena hari ini ada meeting," jawab Dennis.
("Aku sudah banyak menyakiti sahabatku David karena itu aku akan menyerahkan Dennisa padanya walau mansion ku akan sepi seperti dulu lagi," ucap Dennis dalam hati).
"Lebih baik kita lanjutkan lagi meeting kita," sambung Dennis.
"Baiklah," jawab David singkat karena dirinya tidak boleh egois mengingat Dennis sahabatnya dan juga ada beberapa perusahaan yang ikut meeting yang sejak tadi menatap mereka.
Mereka pun meeting dengan perusahaan milik David dan beberapa perusahaan lainnya hingga dua jam kemudian meeting tersebut sudah selesai.
Beberapa perusahaan sudah keluar dari ruangan tersebut meninggalkan mereka berempat.
"Ceritakan apa yang terjadi," pinta David sambil matanya tidak pernah lepas menatap wajah cantik istrinya yang selalu dirindukannya.
Dennis menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi sedangkan David hanya mendengarkan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
"Itulah yang terjadi," ucap Dennis mengakhiri ceritanya.
"Oh ya, satu lagi Dennisa sudah mempunyai sepasang anak kembar, apakah kamu mau melihatnya?" tanya Dennis.
"Anak kembar? Aku ingin melihatnya," jawab David sambil berdiri.
"Ayo Rey, aku sangat merindukan ke dua anak kembarku," ajak David.
"Baik kak," jawab Rey.
"Karen, apakah kamu tidak ingat sama sekali denganku?" tanya David sambil berjalan ke arah istrinya.
"Aku ..." ucap Dennisa sambil memegangi kepalanya.
Bayangan samar - samar seorang pria memeluk dirinya dan terkadang bercanda serta hari bersama pria itu membuat kepala Dennisa sangat pusing.
"Akhhhhhhhh.... Sakit ...!!" teriak Dennisa sambil memegangi kepalanya.
Grep
__ADS_1
"Ada apa sayang?" tanya David sambil memeluk istrinya dengan wajah kuatir.
"Jika Dennisa berusaha mengingat akan sesuatu kepalanya langsung terasa sakit," jawab Dennis yang menjawab pertanyaan David.
"Dennisa ingat kata dokter jangan dipaksakan untuk mengingat sesuatu," ucap Dennis.
"Aku ..."ucap Dennisa terputus karena Dennisa tidak sadarkan diri.
"Karen!!" teriak David.
David merasakan tubuh istrinya terasa berat membuat David menggendong istrinya ala bridal style.
"Bawa ke ruangan ku," ucap Dennis.
"Ok", jawab David singkat.
Mereka pun keluar dari ruangan tersebut menuju ke ruangan Dennis.
Ceklek
Dennis membuka pintu dengan lebar kemudian David masuk ke dalam ruangan tersebut sambil menggendong istrinya sedangkan Rey mengikuti langkah David dari arah belakang.
"Bawa masuk ke dalam kamar pribadiku, aku akan menghubungi dokter," ucap Dennis sambil menahan tangan Rey agar tidak ikut masuk ke dalam kamar pribadinya.
Tanpa menjawab ucapan Dennis, David berjalan ke arah kamar pribadi milik Dennis namun hatinya membeku melihat dua bayi sedang tidur dengan pulas di box bayi bersama dua baby sister.
"Tinggalkan kami," perintah David.
"Maaf tuan, kami tidak berani karena nyawa kami menjadi taruhannya jika terjadi dengan ke dua ponakannya," ucap salah satu baby sister tersebut.
"Tuan kalian ada di ruangannya," ucap David.
"Kalian keluarlah," ucap Dennis tiba - tiba datang.
"Baik tuan," jawab ke dua baby sister tersebut sambil keluar dari ruangan tersebut dengan langkah cepat.
Dennis ikut keluar dari kamarnya meninggalkan David bersama istri dan ke dua anak kembarnya sambil menutup pintu dengan rapat.
David mengulurkan tangan kanannya untuk membelai wajah Daka yang sangat mirip dengan dirinya sedangkan tangan kirinya membelai wajah cantik Dennisa perpaduan wajah David dengan Karen.
"Anak - anak Daddy dan mommy, maafkan daddy yang tidak tahu kalau kalian berada di kota ini," ucap David dan tidak berapa lama air matanya keluar.
Bukan air mata kesedihan tapi air mata kebahagiaan karena dirinya bisa bertemu kembali dengan istri dan ke dua anak kembarnya.
Tok tok tok tok
__ADS_1
"Masuk," perintah David.
Ceklek
Pintu ruangan tersebut terbuka kemudian masuk ke dalam seorang dokter cantik berjalan ke arah Dennisa membuat David membalikkan badannya dan duduk di samping istrinya.
("Kenapa sih wanita ini selalu beruntung didekati pria tampan dan kaya? Pertama Dennis dan pria ini sama pria yang bersama Dennis," ucap dokter cantik tersebut yang iri dengan keberuntungan Dennisa atau Karen).
Dokter tersebut mulai memeriksa keadaan Karen setelah beberapa saat dokter tersebut memberikan sesuatu ke hidung Karen membuat Karen perlahan membuka matanya.
"Aku dimana?" tanya Karen sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
"Kamu ada di ruangan Dennis," jawab David sambil memberikan kode ke arah dokter tersebut untuk pergi dari ruangan tersebut.
Dokter tersebut langsung mengerti dan membereskan peralatan dokternya dan pergi dari tempat tersebut.
Karen menatap David sambil berusaha bangun membuat David membantu istrinya untuk bangun.
Grep
"Daddy .... Hiks ... hiks... hiks..." ucap Karen sambil terisak dan memeluk suaminya yang sangat dicintainya.
"Syukurlah mommy ingat sama Daddy," jawab David tersenyum bahagia dan membalas pelukan istrinya.
"Ketika mommy berada di ruang meeting, bayangan Daddy muncul di mana kita sama - sama sering bersama," ucap Karen.
"Daddy sangat bahagia kita bisa berkumpul kembali bersama ke dua anak kita," ucap David.
"Mommy juga senang dad," jawab Karen sambil mendorong perlahan tubuh suaminya.
"Oh ya siapa nama anak kita?" tanya David.
"Yang pertama Daka dan yang ke dua Dennisa," jawab Karen.
"Daka seperti nama yang nanti aku berikan. David Karen di singkat Daka," ucap David.
"Ya benar, itu nama yang Daddy berikan," jawab Karen.
"Kenapa mommy masih ingat? Bukankah mommy tidak ingat dengan masa lalu?" tanya David.
"Memang benar tapi entah kenapa mommy ingin menggunakan nama itu," jawab Karen.
"Kita pulang yuk, daddy kesepian tidak ada mommy," ucap David.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu satu bab lagi karena novel ini sebentar lagi tamat silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :