Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Mafia Psikopat Jatuh Cinta
End


__ADS_3

"Baik dad, tapi aku tidak tega dengan Dennis karena Dennis sangat baik telah menolong mommy waktu mommy tenggelam di sungai," ucap Karen.


"Kalau dia mau tinggal dekat dengan kita kenapa tidak," ucap David yang juga merasa hutang budi dengan Dennis.


"Kalau begitu kita keluar sambil membawa anak kita," ucap Karen sambil turun dari ranjang dengan diikuti oleh David.


"Ok," jawab David singkat.


Karen menggendong Dennisa sedangkan David menggendong Daka, mereka keluar dari ruangan tersebut menuju ke ruangan Dennis yang sedang mengobrol dengan Rey.


"Sepertinya kamu sudah ingat?" tanya Dennis dengan perasaan sedih karena akan kehilangan orang-orang yang dicintainya.


"Betul aku sudah ingat semuanya dan aku juga bingung secepat itu aku mengingat masa laluku," jawab Karen.


"Syukurlah kalau kamu sudah ingat, rencana kalian selanjutnya apa?" tanya Dennis.


"Aku akan membawa istri dan ke dua anak kami kembali ke mansion," ucap David.


"Kapan kalian berangkat?" tanya Dennis dengan wajah berbeda.


"Hari ini," jawab David yang bisa mengetahui perubahan wajah Dennis.


"Oh ya Dennis, jika kamu bersedia kamu bisa membeli mansion di sebelahku agar kamu bisa menemui ke dua anak kami," sambung David.


"Benarkah?" tanya Dennis tidak percaya.


"Tentu saja benar, apakah kamu mau?" tanya David.


"Tentu saja aku mau, aku akan mengurus perusahaan di sini dulu dan memberikan orang kepercayaan ku untuk mengurus perusahaan ini. Aku akan mengurus cabang perusahaan ku yang dekat dengan tempat tinggal kalian," ucap Dennis sambil tersenyum.


David dan Karen bisa melihat dengan jelas perubahan wajah Dennis yang awalnya sedih kini berubah bahagia membuat David dan Karen ikut bahagia.


"Oh ya kalian tinggallah sementara di mansion ku karena aku sangat kesepian jika tidak melihat ke dua ponakan ku," mohon Dennis.


"Baiklah," jawab David dan Karen serempak yang tidak tega menolak permintaan Dennis.


"Terima kasih, oh ya aku ingin menyelesaikan pekerjaanku dulu baru kita pulang bersama - sama,'' ucap Dennis.


"Ok, aku bantu pekerjaan mu agar cepat selesai," ucap Rey.


"Ok," jawab Dennis yang sangat percaya dengan sahabatnya yang tidak mungkin menghancurkan perusahaan miliknya.


Dennis dan Rey saling berkerja sama menyelesaikan pekerjaan milik Dennis yang menumpuk di meja sedangkan David dan Karen duduk di sofa sambil masing - masing menggendong ke dua anak kembar mereka.


Hingga dua jam menunggu akhirnya pekerjaan mereka selesai dan kini mereka pulang ke mansion Dennis. Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di mansion Dennis.

__ADS_1


"Aku tahu kalian ingin mengobrol biarkan aku dan Rey mengurus anak kalian," ucap Dennis sambil mengambil bayi Dennisa dari gendongan Karen.


"Benar kata Dennis, lebih baik kak David dan kak Karen saling mengobrol," sambung Rey sambil mengambil bayi Daka dari gendongan David.


"Terima kasih," jawab Karen dan David yang memang sangat ingin mengobrol.


Dennis dan Rey hanya menganggukkan kepalanya kemudian David menarik tangan Karen menuju ke arah kamar Karen yang selama ini ditempati.


Ceklek


David membuka pintu kamar kemudian masuk ke dalam dengan diikuti oleh Karen lalu menutupnya dengan rapat.


Grep


Cup


David memeluk Karen kemudian mengecup bibirnya yang sudah lama tidak di sentuh.


"Mommy, daddy kangen banget," bisik David.


"Mommy juga kangen banget tapi ..." ucap Karen menggantungkan kalimatnya sambil membalas pelukan suaminya.


"Tapi apa?" tanya David sambil menatap istrinya dengan tatapan mesum.


"Mommy masih kedatangan tamu jadi kita belum bisa melakukan hubungan suami istri," jawab Karen yang bisa menebak keinginan suaminya.


"Daddy, hanya kangen itu bukan kangen sama mommy ya?" tanya Karen dengan wajah sedih.


Grep


"Tentu saja Daddy kangen sama mommy," jawab David sambil memeluk istrinya.


"Daddy, kok sekarang kurusan?" tanya Karen sambil membalas pelukan suaminya.


"Sejak mommy pergi, Daddy merasa kesepian dan tidak ada semangat untuk hidup," ucap David.


"Maafkan mommy karena gara - gara kejadian itu mommy tidak ingat dengan masa lalu," ucap Karen.


"Sssttt... Sudah ini bukan salah mommy tapi salah sepasang suami istri itu yang menculik mommy," jawab David.


"Mommy jadi ingat dengan mereka, apa yang terjadi dengan mereka? Apa jangan-jangan Daddy menghukum mereka?" tanya Karen.


" Mereka meninggal di sungai jadi Daddy belum sempat memberikan hukuman ke mereka," jawab David.


"Daddy ingat pesan mommy, kurangi amarah Daddy," pinta Karen.

__ADS_1


David menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mengangguk kan kepalanya karena dirinya tidak bisa menolak permintaan istrinya walau itu sulit baginya.


"Sekarang kita keluar kamar saja sekalian membawa ke dua anak kembar kita karena daddy sangat merindukan mereka," ucap David.


"Ok," jawab Karen singkat.


Mereka keluar dari kamar kemudian berjalan ke arah ruang keluarga menemui Rey dan Dennis yang masih mengobrol.


Karen dan David ikut bergabung sambil menggendong ke dua anak kembar mereka. Sekali - kali mereka bicara serius dan terkadang bercanda hingga tidak terasa sudah dua jam mereka mengobrol.


"Waktunya makan siang, kita makan siang dulu," ucap Dennis.


"Ok," jawab mereka serempak.


Mereka berjalan ke arah ruang makan dan mereka makan bersama sedangkan ke dua anak Karen dengan David di gendong oleh dua baby sister nya.


Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum kemudian mereka masuk ke dalam kamar masing-masing untuk istirahat.


****


Keesokan Harinya


Tidak terasa hari berlalu dan kini David bersama keluarga kecilnya, Dennis dan Rey pergi dari kota tersebut menuju ke kota tempat tinggal Karen, David dan Rey.


Dennis sudah menghubungi orang kepercayaannya untuk membeli mansion yang bersebelahan dengan mansion David agar Dennis bisa dekat dengan ke dua anak Karen dan David.


"Bolehkah aku minta satu hal?" tanya Dennis penuh harap.


"Apa itu?" tanya Karen dan David bersamaan.


"Bolehkah anak kalian memanggilku dengan sebutan Daddy Dennis?" tanya Dennis penuh harap.


David dan Karen saling berpandangan kemudian Karen dan David saling menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat Dennis sangat bahagia.


Sejak saat itu ke dua anak David dengan Karen memanggil Dennis dengan sebutan Daddy Dennis.


Mereka hidup bahagia dan tidak ada musuh yang berani mengusik kehidupan mereka untuk saat ini. Entah kapan ketenangan mereka akan di usik oleh para musuhnya hanya author yang tahu.


Tamat.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Tidak terasa novelku sudah tamat dan berlanjut ke cerita anak - anaknya dengan judul :


__ADS_1



__ADS_2